My Kids My Hero

My Kids My Hero
KEMENANGAN MICHAEL



KEMENANGAN MICHAEL


“ Yes…akhirnya perusahaan ku akan mendapatkan suntikan dana dari Devian. Terima kasih Honey...kau adalah malaikat penolongku. “ Ujar Michael senang menyeringai licik memanggil nama Laura.


Akhirnya keinginannya terwujud, bukan hanya itu dirinya juga merasa senang karna Devian sudah masuk dalam perangkapnya.


“ Akhirnya aku menang…Devian kini sudah takluk pada ku. Karna aku yakin Devian akan menganggap telah memiliki hutang budi padaku karna telah menolong istrinya. Dengan aku berkawan dengan Devian, aku juga bisa dekat


dengan Laura. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Kartu As mu sudah aku pegang. Semakin mudah bagiku untuk menghancurkan manusia kepa*** itu, “ Ujar Michael senang.


Laura mengerjapkan matanya, dan melihat sekeliling di mana diri nya berada.


“ Sayang…Syukurlah kamu sudah sadar sekarang. “ Suara barito Devian membuat Laura tersentak.


“ Apa yang terjadi padaku ? Aaaawww….kepala ku sakit. “ Ucap Laura sambil memegang kepalanya yang terasa sakit.


Karena menurut Dokter dalam beberapa hari dirinya akan terasa pusing, karna kini tekanan darahnya rendah dan juga dirinya baru saja banyak kehilangan darah. Sehingga dirinya akan merasakan efek seperti itu.


“ Kamu tadi tergeletak di jalan, dan saat itu Michael sedang melalui jalan itu dan melihat mu. Dengan sigap dirinya menolong dan membawa dirimu ke rumah sakit. Dan untungnya dia datang tepat waktu, jika tidak kita akan kehilangan bayi kita bahkan aku akan kehilangan dirimu. “ Jelas Devian membuat Laura mengerutkan keningnya.


Seingat Laura dirinya terakhir berada di kantor Michael. Saat dirinya akan pulang, Michael memeluk dirinya dari belakang. Dirinya mencoba menghindar namun sayangnya tubuhnya tak kuat menahan keseimbangan membuat dirinya terhuyung menindih tubuh Michael hingga akhirnya dirinya merasa shock lalu pingsan. Setelah itu dirinya tak mengingat lagi apa yang terjadi pada dirinya.


“ Di jalan ? Siapa yang menceritakan hal seperti itu pada suamiku ? Apa jangan – jangan Michael melakukan kekerasan dengan memperkosa ku secara kasar hingga diriku hampir saja mengalami keguguran…” Ucap Laura dalam hati yang penuh dengan banyak pertanyaan.


Mulutnya terasa keluh saat dirinya ingin mengungkapkan hal sebenarnya terjadi. Namun Laura merasa takut jika suaminya akan marah padanya. Dan akhirnya Laura memilih untuk menutup rapat rahasia itu.


“ Sayang…mengapa kau bengong ? Maafkan aku bila tadi membuat kau kesal hingga berbuat nekat kabur. Ku mohon jangan pernah pergi meninggalkan diriku lagi dan membawa anak ku kembali. “ Ujar Devian lembut.


Laura hanya bisa diam tak bicara. Pikiran Laura kini bercabang, namun dirinya merasa buntu untuk bisa berpikir hal apa yang seharusnya dia lakukan untuk melindungi suaminya. Laura merasa khawatir jika Michael akan mengganggu suaminya bahkan bisa membunuhnya.


Devian mengurus Laura dengan sangat telaten, penuh kasih sayang dan cinta.


" Apa aku sudah bisa pulang ? Aku kangen dengan kembar. Dan aku juga sekarang sudah baik - baik aja. " Ujar Laura.


" Dokter belum memperbolehkan kamu untuk pulang. Sabar dulu ya ! Kamu mau makan apa ? Biar Jo belikan makanan untuk kita . " Ujar Devian.


" Aku belum mau makan. " Sahut Laura.


" Bagaimana jika aku yang milih ? Kamu harus mkn ! Aku ingin kamu segera pulih kembali. Ingatlah anak yang ada dalam kandungan mu, dirinya membutuhkan nutrisi makanan " Ujar Daren.


" Eeeeemmm... Terserah kamu aja. " Sahut Laura.


Devian segera menghubungi sang asisten untuk membelikan makanan untuk mereka dan mengantarkannya ke rumah sakit tempat mereka berada.


Tok....Tok. .Tok...


Suara ketukan kamar rawat inap Laura terdengar....


Devian menghampiri dan membukanya. Dan ternyata sang asisten nya yang datang dengan menenteng kantong plastik yang berisi makanan.


Suapan demi suapan ke Laura, Devian lakukan dengan telaten. Tanpa terasa makanan itu sudah tandas semua. Jo terus memperhatikan Devian yang begitu sabar pada Laura. Sebenarnya dirinya ingin langsung pergi, tapi Devian menyuruh Jo untuk menunggunya.


" Sayang...aku pamit ke cafetaria di lobby dulu ya sama Jo. Ada hal penting yang harus aku bicarakan dengan Jo. " Ujar Devian dan langsung mendapatkan anggukan dari Laura.


Devian dan Jo menuruni tangga dan menuju ke cafetaria yang ada di rumah sakit itu. Devian langsung memesan dua gelas kopi dan juga cemilan untuk menemani mereka ngobrol.


" Jo....tolong kamu urus masalah kontrak kerjasama dengan perusahaan Michael. Aku sudah menyetujui nya.. " Ucap Devian membuka omongan.


" Apa anda sudah yakin Tuan ? Bukan kah sebaiknya anda berpikir panjang dulu ? Seperti nya Tuan Michael memiliki rencana jahat kepada mu. " Sahut Jo sang asisten.


" Aku sudah sangat yakin. Hitung - hitung aku balas Budi karna dia telah menyelamatkan istri dan anak ku. Jika dirinya tak menolong, saat ini pasti aku sudah jadi duda. Aku akan menyesali semuanya seumur hidup. Ujar Devian membuat sang asisten menghela nafas panjang.


Karna entah mengapa Jo merasa curiga pada Michael. Tapi sepertinya Tuannya itu sudah terperdaya dengan ucapan Michael.


" Mungkin sudah saatnya aku berdamai dengannya. Tidak mungkin juga dirinya akan merebut Laura dari tanganku ! " Ucap Devian yakin.


" Semoga anda tak salah jalan ! " Ucap Jo cemas.


Devian terkekeh melihat ekspresi Jo. Bukannya dia mencoba berpikir, justru dirinya malah menertibkan Jo.


" Ngeyel bgt ni orang....terserah aja deh. Tar juga akhirnya dirinya juga yang menyesal karna tak mendengar masukan sang asisten nya.


Setelah selesai mengobrol, Jo berpamitan pulang begitu juga dengan Devian yang memilih kembali ke ruangan sang istri.


Namun sayangnya Laura sudah tertidur pulas. Dirinya tak tega membangun kan nya.


Devian memperhatikan wajah sang istri yang terlihat sangat pucat. Dan beralih pada perut rata sang istri.


" Cepat sembuh sayangku...Pelita hatiku ! Semoga Tuhan segera mengangkat penyakit istri ku,agar istri ku bisa hidup normal kembali. " Gumam Devian dalam hati.


Mata nya kini terasa ngantuk, hingga akhirnya Devian memilih tertidur di sofa.


Sedangkan di tempat berbeda...


Saat ini Michael sedang berada di sebuah club malam dengan di dampingi wanita cantik yang tak lain seorang ja**** yang dia sewa untuk menemani dirinya.


Michael sudah terlihat sangat mabuk, bahkan kini sudah berteriak meracu tak jelas .


" Lihat saja nanti.... sebentar lagi aku akan mendapatkan kamu. Memiliki kamu seutuhnya dan tak akan ada satu orang pun yang akan memisahkan kita. Laura ..aku mencintaimu. " Teriak Michael tak jelas.


Dengan terpaksa wanita panggilan nya harus membantu Michael untuk pulang ke apartemen milik Michael. Dengan susah payah akhirnya mereka telah sampai di unit apartemen milik Michael.


Michael langsung menarik paksa tubuh wanita itu hingga wanita itu terhuyung ke depan dan menindih tubuh Michael. Dengan kasar, Michael meminta wanita itu untuk melayani nya.


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian🙏🙏


Berikan Like, vote , comment , dan hadiah untuk Author biar tanpa bersemangat.😄😍🤗😘😃