My Kids My Hero

My Kids My Hero
Anak - anak yang hebat



" Mom...temani kami makan dulu di kantin ya, pas banget ni sekarang waktunya istirahat. " Ucap Rey sambil bergelayut manja agat sang Mommy mau memenuhi keinginannya.


" Ok...Dengan senang hati Mommy akan memenuhi permintaan kalian. " Ucap Laura sambil mencubit asal pipi kedua anaknya karna gemas.


" Kalian mau makan apa ? Biar Mommy pesan. " Tanya Mommy Laura.


" Aku mau baso sama es jeruk, aku nasi ayam bakar sama es teh manis. " Sahut El dan Rey bersamaan.


" Baiklah...Untuk anak Mommy yang ganteng nasi ayam bakar dan es teh manis, dan untuk anak Mommy yang cantik baso dan es jeruk. Tunggu ya, Mommy pesan dulu ! " Laura segera memesan makanan untuk dirinya dan juga kedua anaknya.


Dret...Dret...


" Hai Dad...." Ucap Laura, El , dan juga Rey di panggilan video call.


" Hai...anak - anak yang hebat Daddy. Hai Mommy cantik. " Sapa Devian.


" Kami lagi makan ni Dad...Kamu sudah makan belum yang ? " Ucap Laura sambil mengarahkan kamera ke arah makanan yang di makan mereka bertiga dan juga wajah mereka bertiga secara bergantian.


" Belum. Jo lagi pesan makanan. Mommy nanti ke kantor Daddy ga ? Sahut Devian dengan muka genitnya menggoda sang istri.


" Aku langsung pulang. Kasihan Aurel. Lagi pula udah sakit banget pa****** aku. " Sahut Laura.


" Ya udah ya Dad...aku antar anak - anak ke kelas dulu, setelah itu langsung pulang. Dah Daddy....! " Ucap Laura di ikuti kembar untuk terakhir kali mengakhiri panggilan.


Tugas Laura selesai. Kini dirinya sudah kembali ke rumah.


" Sus...Aurel di mana ? " Hal yang pertama kali Laura tanyakan saat masuk ke dalam rumah.


" Aurel tidur Bu di kamar nenek. " Sahut suster Meri.


Laura memilih membersihkan diri dulu dan juga memeras susu dan memasukkan ke dalam botol asi sebagai stok. Laura selalu ingin memberikan asi ekslusif kepada anak - anaknya. Laura berharap Aurel bisa menjadi anak yang sehat dan juga pintar seperti kakak - kakaknya. Bagi Laura, asi sangat penting untuk pertumbuhan otak anak, kecerdasan anak.


Laura menuruni anak tangga menuju kamar ibu mertuanya. Dirinya mengetuk lebih dulu sebelum masuk ke dalam kamar ibu mertuanya.


" Halo sayangnya Mommy. Ga rewel kan selama di tinggal. " Ucap Laura sambil meraih Baby Aurel dari sang mami.


Seperti mengerti, Aurel langsung membalas ucapan Mommy nya. Aurel pintar seperti kakak - kakak nya dulu.


" Mi, Laura ambil ya Aurel. Mau Laura bawa ke kamar. " Ucap Laura dan langsung dapat anggukan dari ibu mertuanya.


Laura membawa Aurel ke kamarnya dan meletakkan Aurel di atas ranjang kamarnya dan mulai menggodanya


Cekrek.... cekrek


Laura memfoto Aurel yang sudah dia letakkan di atas kasur dengan berbagai gaya dan tak lupa dirinya mengirimkan foto itu kepada suaminya. Itulah hal yang selalu Laura lakukan. Bahkan Di foto profil watshap terpampang.


Hari semakin gelap. Matahari berganti bulan dan bintang. Menandakan malam telah tiba. Ketiga anak nya sedang berkumpul di kamarnya, menunggu Daddy nya pulang dan bermain bersama.


Tawa bahagia tergambar dari ketiga anaknya. Bahkan Aurel sudah bisa ikut bermain bermain dengan kedua kakaknya.


Mobil Devian telah sampai di halaman rumah nya. Devian memasuki rumah dan perlahan mulai menginjakkan kakinya tangga demi tangga


Setelah mandi, Devian langsung menghampiri ketiga anaknya dan ikut bergabung.


Tak terasa waktu terus berputar. Kini jam sudah menunjukkan pukul 21. Satu persatu anak nya sudah mengantuk. Devian mengantarkan Kembar ke kamarnya masing - masing. Dan menemani Audrey sampai dia tertidur dan baru kembali ke kamar.


Devian kembali ke kamarnya bersama Laura. Setelah Audrey tidur dan dirinya juga sempat mampir ke kamar Axelle. Dan ternyata El masih sibuk merakit robot, belum tidur. Dan Aurel sudah Laura letakkan di dalam box nya, dirinya membiasakan Aurel tertidur di dalam box.


Devian naik ke atas ranjang perlahan demi perlahan. Kini dirinya sudah berada di atas tubuh istrinya.


" Apa yang kamu lakukan ? Awas...aku ga mau. " Laura mendorong tubuh suaminya sekuat tenaga, namun sayangnya Devian tenaganya lebih kuat.


Devian mulai mencumbu mesra istrinya. Ini hal pertama kalinya mereka melakukan hubungan suami istri setelah lahirnya Aurel.


Tangan nakal nya mulai menggerayangi tubuh istrinya. Bergerilya meraba satu persatu setiap titiknya.


" Jangan takut ! Aku akan melakukan dengan perlahan ! Please jangan menolak ku lagi. " Bisik Devian di telinga sang istri.


Dalam sekejap kini tubuh mereka sudah dalam keadaan polos.


Devian mulai mencium bibir sang istri dengan mesra hingga sampai lah ke titik peraduan yang memanas. Bahkan kini sang istri sudah sangat menikmati permainan dirinya.


Dapat Devian rasakan sarang sang soulmate sudah mulai membasah dan saat nya dirinya memasukkan sang soulmate ke lubang kenikmatan.


Devian membuka lebar - lebar kedua paha sang istri.


" Rileks sayang...siap ya sayang..." Bisik Devian menenangkan sang istri.


" Aaaaaah...." Suara merdu keluar dari mulut mereka berdua bersaman.


Devian mulai memompa sang soulmate dengan ritme pelan. Perlahan tapi pasti. Tubuh Laura semakin bergelinjang dan terus menuntut agar Devian mengubah ke ritme cepat. Karna ada yang dia rasakan akan segera tumpah.


Devian memacu menaik turunkan pinggulnya memainkan sang soulmate dengan cepat. Hingga akhirnya mereka mengerang bersama. Untungnya Aurel tak terusik dari tidurnya, tak mengganggu aktivitas kedua orangtuanya.


" Terima kasih sayang , aku sangat puas ! I LOVE YOU..." Ucap Devian sambil mengecup kening istrinya.


Setelah pergulatan, kini dua insan yang saling mencintai tidur saling berpelukan. Laura menjatuhkan kepalanya di atas dada bidang milik suaminya.


" Terimakasih karna Telah melahirkan anak - anak yang hebat untuk ku..." Ucap Devian sambil mengelus rambut istrinya.


Laura langsung tertidur pulas setelah olahraga ranjang. Dan Devian kini masih terjaga. Sebelum dirinya membersihkan sisa - sisa percintaan mereka, Devian sempat memandang wajah teduh sang istri.


" Berawal dari kesalahan, namun berakhir kebahagiaan. Terima kasih sudah hadir di hidupku memberikan kebahagian dan warna tersendiri dalam hidupku. " Ucap Devian yang sedang memandang wajah sang istri.


Devian memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dulu dan menyelesaikan pekerjaan yang masih tertunda. Sedangkan Laura kini sudah berada di alam mimpi.


Devian terus berusaha menyelesaikan pekerjaan satu persatu dengan cepat. Sampai dia bawa pekerjaan nya ke rumah.Karna Dirinya sudah tak sabar untuk mengajak keluarga nya berlibur.


Sungguh dirinya merasa sempurna hidup di dunia ini. Memiliki istri yang bukan hanya cantik namun juga pintar dan sangat mencintai nya serta memiliki anak - anak yang hebat yang selalu membuatnya dirinya bangga.