My Kids My Hero

My Kids My Hero
Keterkejutan Devian



Keterkejutan Devian


" Monik... sebenarnya apa yang kamu inginkan di sini ? " Tanya Devian ketus.


Monik menghampiri Devian dan dengan berani dirinya kini duduk di pangkuan nya dan kedua tangannya merangkup wajah Devian. Perlahan wajah mereka saling mendekat dan perlahan bibir Monik mendekat ke bibir Devian.


" Tuan..." Ucapan Jo terhenti saat matanya menatap ke arah Tuan nya yang hampir saja mau bercumbu.


" Dasar Tuan tak punya akhlak. Masih pagi saja sudah mau merusak mata ku dengan permainan bibir kalian. Dasar pria mesum, bisa - bisa nya bercumbu dengan wanita lain. " Jo terus menggerutu dalam hati.


Devian yang merasa malu dengan asistennya. Langsung mengusir Monik dari pangkuannya.


" Awwwww....Kasar banget sih kamu sekarang. " Ucap Monik kesal karna Devian mendorong tubuhnya dan hampir saja dirinya terjatuh.


" Jika kau tak berbuat sopan, lebih baik kamu keluar dari ruangan sini ! " Ucap Devian kasar.


Di tempat berbeda Laura baru saja menerima pesan watshap dari nomor tak di kenal. Mata nya membulat sempurna saat harus melihat foto kemesraan suaminya bersama wanita lain. Dirinya tak menyangka jika Devian di belakang nya ternyata bermain api dengan wanita lain.


Perasaan Laura sangat panas, dirinya sudah tak tahan jika harus menahannya. Dan akhirnya dirinya memilih untuk segera menghampiri sang suami di kantor mencari kebenarannya.


Laura sudah berdandan rapi dan dirinya bergegas untuk segera pergi ke kantor suaminya. Untungnya anak di dalam kandungnya tak rewel.


Laura sengaja datang tanpa memberitahu lebih dulu ke suaminya, dirinya mau memberikan kejutan untuk sang suami.


Langkah nya terhenti saat mendengar suara wanita di dalam ruangan Devian.


" Mengapa ada suara wanita di dalam ? Apa Daddy sedang ada klien ? Gumam Laura dalam hati.


Untungnya Jo sang asisten suaminya keluar. Dan dirinya diam terpaku dan mata nya seperti mau ke luar. Saat melihat Laura dengan wajah yang ganas.


" Mati lah kau..Apa yang akan terjadi ? " Jo terkekeh dalam hati.


" Nyonya...Apa anda sudah lama ? " Ucap Jo basa basi.


" Apa Tuan mu ada ? Aku ingin menemui nya. " Sahut Laura.


" A...a...ada Nyonya. Namun lagi ada Nona Monik di dalam. " Jawab Jo ragu - ragu.


" Owh...apa kedatangan ku tak mengganggu ? Tanya Laura menyelidik.


" Tentu nya tidak...Si.." Ucapan Jo terhenti. Dan Laura merasa kaget dan kesal saat melihat pemandangan di hadapannya.


" Ma..maaf Tuan. " Ucap Jo meminta maaf.


Devian menatap tajam ke arah Jo. Dan dirinya juga melepaskan genggaman tangan Monik. Dirinya menghampiri sang istri yang terlihat sudah sangat marah. Bahkan sulit di pisahin


Plak...


Laura menampar wajah Monik dengan keras.


" Berani - beraninya kamu mengganggu suamiku. Apa kau tak tahu jika pria di hadapan mu ini sudah beristri dan memiliki anak ? Dasar wanita Ja**** Ucap Laura ketus.


Monik mengepalkan tangannya saat Laura menyebut nya wanita ja****. Bahkan sempat terjadi keributan di ruangan Devian hingga akhirnya Jo dan Devian harus melerai nya.


Monik meninggalkan ruangan dalam keadaan kacau. Baju nya sudah berantakan.


" Awas saja ! Aku akan membalasnya ! " Ucap Monik kesal dengan menghentak hentakan kakinya keluar dari ruangan.


" Berhenti ! Jangan mendekat ! " Ucap Laura ketus.


Jantung Devian berdegup sangat kencang dan tubuhnya bergetar karna ketakutan melihat tatapan mata sang istri yang siap menerkam nya.


" Aku tak butuh penjelasan dari mu. Apa yang aku lihat sudah cukup jelas ! Jadi ini tujuan anda menuduh ku berselingkuh, ternyata kau sendiri yang berselingkuh ! " Ujar Laura marah.


Laura pergi meninggalkan ruangan Devian. Tatapannya sangat mematikan.Bahkan orang yang melihat wajah Laura merasa sangat takut dan memilih lebih baik diam.


Devian berusaha mengejar sang istri. Meskipun dirinya harus menanggung malu karna banyak karyawan nya yang melihat adegan mengejar Laura. Dirinya merasa khawatir takut terjadi sesuatu dengan sang istri, pergi meninggalkan ruangan dengan marah.


" Lepasin ! Jangan sentuh aku ! Aku ingin kita bercerai. " Ucap Laura marah dan langsung mendapatkan gelengan dari Devian.


" Ku mohon jangan bicara seperti itu ! Aku sangat mencintai hi dirimu. Hanya kamu yang aku cinta. Aku ga akan pernah mau pisah dari mu ! " Ucap Devian memohon.


" Keputusan ku sudah bulat ! Jika kau tak mau mengurusnya, biar ku yang mengurusnya ! " Ucap Laura tegas .


" Jangan pisahkan aku dengan buah cinta kita. Lebih baik aku mati jika harus berpisah dari kalian..." Ucap Devian.


Laura tak menggubris Ucapan sang suami, dirinya memilih meninggalkan sang suami. Menyuruh sang supir menancap gas meningkatkan perusahaan Devian.


" Jo, ayo kita susul mobil Laura secepatnya ! Ucap Devian ke asisten nya.


Perasaan Laura bercampur aduk. Jujur dirinya masih sangat mencintai Devian. Apa dirinya sanggup jika nantinya akan berpisah dari Laura.


" Aaaaaahhh...." Teriak Laura.


Jeger....


Mobil Laura menghantam pembatas jalan. Hingga mobil itu ringsek dan Laura tak sadarkan diri


Orang - orang yang melihat kejadian langsung berusaha menolong Laura mengeluarkan Laura dari mobil.


Devian yang menyusul, merasa syok melihat kejadian naas sang istri.


" Tolong bantu angkat wanita ini ! Ini istriku ! " Ucap Devian.


Mobil Devian melaju dengan cepat. Dirinya terus berteriak dalam mobil Jo sang asisten membawa mobil lebih cepat lagi. Diri nya sangat takut jika Laura pergi meninggalkan untuk selamanya.


" Sayang....ku mohon bertahanlah ! " Ucap Devian sedih.


Dirinya tak sanggup lagi menahan air mata yang jatuh. Devian merasa panik.


Hanya dalam waktu 10 menit Devian kini telah sampai di rumah sakit. Devian langsung menggendong tubuh Laura dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang rumah sakit.


Pihak rumah sakit berusaha keras, mereka langsung mengambil tindakan untuk menyelamatkan nyama Laura. Untungnya mereka datang tepat waktu.


Dokter yang menangani Laura keluar menemui Devian yang dalam keadaan kacau.


" Bagaimana keadaan istri dan anak ku ? " Tanya Devian pada sang dokter.


" Anak anda selamat...namun...is-tri anda saat ini masih dalam keadaan koma. " Jelas Dokter Joseph.


" Lakukan sebaik mungkin ! Apa sudah boleh saya lihat ? " Sahut Devian.


" Silahkan ! Anda boleh mengajak nya bicara namun jangan terlalu memaksa ! " Sahut Dokter yang menangani Laura.


Devian memasuki ruangan tempat di mana Laura berada. Hati nya terasa teriris saat melihat tubuh sang istri terbaring lemah tak berdaya. Wajahnya pun terlihat sangat pucat.


" Sayang maafkan Aku ! Bangunlah ! Jika terjadi sesuatu pada mu, aku tak akan pernah memaafkan diriku sendiri selama nya . " Ucap Devian sambil menggenggam erat tangan istri nya.


Namun tak ada pergerakan dari sang istri, membuat Devian merasa frustasi.