
MENCOBA BERDAMAI
Audrey, Axelle, dan Devian kini sedang bersantai bersama di ruang keluarga. Laura sekali - kali melirik ke arah mereka. Sungguh ada perasaan berbeda yang dia rasakan saat ini. Laura bersyukur karna kedua anak nya sudah menemukan ayah biologis mereka.
Ada perasaan hangat saat melihat gelak tawa dan rona bahagia dari kedua anak nya. Sudah sepatutnya dirinya ikut merasakan kebahagian menghilangkan rasa dendam yang ada, mencoba berdamai dengan situasi. Terlebih Axelle sudah menjelaskan secara detail apa yang terjadi pada Devian.
Namun Laura tetap merasa kikuk untuk berdekatan dengan Devian meskipun dirinya sudah melihat dan merasakan apa yang Devian miliki. Hingga pikiran pada malam itu terus menari membuat aliran darah nya berdesir dan jantungnya berpacu sangat cepat.
Apakah dia bisa tahan menahan godaan saat Devian nanti di dalam kamar yang sama bahkan dalam satu ranjang yang sama.
Laura mencoba berdamai dengan ikut berkumpul bersama kedua anak dan suaminya. Devian melihat Laura duduk santai bersama nya membuat hati merasa bahagia bisa merasakan keutuhan sebuah keluarga. Terlebih wajah cantik istri nya yang selalu membuat pemandangan indah di hidupnya.
" Dad...kapan kita menikmati liburan bersama ? Bagaimana jika Daddy mengajak kami ke Inggris. Aku sangat merindukan tempat ku dulu bersama Mommy dan kak Axelle. " Ucap Audrey yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang Mommy.
" Secepatnya...Daddy akan atur semua nya dulu. Daddy juga akan mengurus semua administrasi agar kalian bisa sekolah layaknya seperti anak lainnya. " Ujar Devian.
" Aku malas jika harus bersekolah biasa. Aku ingin home schooling saja Dad..." Sahut Axelle membuka obrolan.
" Sayang... bagaimana pun sekolah biasa itu lebih baik. Kalian bisa sosialisasi dengan teman - teman sepantaran kalian. Meskipun Daddy yakin kedua anak Daddy ni adalah anak - anak genius, tanpa sekolah pun kalian sudah pintar. Daddy yakin kalian pasti sangat menikmatinya..." Jelas Devian sambil merangkul kedua anak kembar nya yang duduk bersebelahan dengan nya.
" Tapi aku tak suka sesuatu yang di atur, itu rasanya sangat menjenuhkan. " Sahut Axelle tegas
Tanpa sadar mendengarkan percakapan kedua anak nya dengan Devian membuat Laura mengukir senyuman di bibirnya. Devian yang melihat hal itu merasa ikut bahagia.
" Nikmatilah...Daddy yakin perlahan kamu akan menyukainya. Daddy akan menyekolahkan kalian di tempat paling terbaik di kota ini. " Ungkap Devian.
" Baiklah...." Jawab Axelle lesu.
Devian langsung mencubit pipi Axelle, dirinya merasa gemas. Sungguh Devian sangat bangga terhadap kedua anaknya yang memiliki dua sifat kepribadian. Meskipun terlihat dewasa dan pintar di luaran sana, namun tak menghilangkan sifat manja dan selalu ingin di manja layaknya anak seumurannya.
" Dad...boleh kah aku kembali menjadi artis kembali di sini ? Aku sangat kangen dunia modelling ? " Sahut Audrey.
" Sebenarnya di lubuk hati Daddy paling dalam, Daddy tak menyukai dunia modelling atau pun keartisan. Tapi semua itu Daddy serahkan ke Mommy. Jika Mommy menyetujuinya, Daddy pun ikut setuju. " Ucap Devian, dan kini semua mata memandang ke arah Laura.
" Apa boleh Mom ? " Audrey menghampiri Laura dan merengek.
" Boleh saja...asal tidak terlalu sibuk. " Sahut Laura.
" Ingat Audrey dan Axelle mulai sekarang Mommy juga sudah milik Daddy. Mommy juga harus membagi waktu untuk kalian dan Daddy. Apa kalian tak ingin memiliki adik bayi ? " Ucap Devian sambil mengedipkan mata genitnya membuat wajah Laura seketika merah merona.
" Aku mau...Aku tak mau..." Jawab kembar kompak namun tak sama.
" Hem...mengapa kau tak ingin memiliki adik lagi ? " Tanya Devian ke Axelle.
" Bagiku itu sangat merepotkan. Punya adik satu aja sudah membuat ku pusing...." Jawab Axelle dengan polos membuat Laura dan Devian tertawa kompak namun membuat bibir Audrey mengerucut merasa kesal.
Devian berjalan menghampiri Laura, tanpa basa basi langsung merangkul tubuh Laura.
" Mau tak mau...Kami akan memberikan adik bayi untuk kalian...Ya kan Mommy ? " Ucap Devian yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Laura, namun membuat Audrey bersorak gembira.
Sekarang kalian beristirahat di kamar kalian...Mommy dan Daddy akan membuat kan adik bayi untuk kalian. Devian langsung mengangkat tubuh Laura ala bridal style.
Laura berusaha memberontak untuk turun, namun Devian tak menghiraukan nya.
Devian membaringkan tubuh Laura di atas ranjang. Hasrat nya sudah menggebu-gebu sejak tadi, hingga sudah tak bisa menahannya.
" Lepaskan...lepaskan pria breng***. Jangan pikir aku mencoba berdamai tapi semudah itu mau melakukan nya dengan mu ! " Ucap Laura dengan marah.
Ada perasaan iba yang di rasakan Laura, namun rasa sakit hatinya sulit sekali di hilangkan. Meskipun ucapan dengan tubuhnya kini tak seirama menginginkan nya.
" Aaaaaah...." Desa*** pun keluar dari bibir Laura saat bibir Devian sudah berada di puncak tertinggi milik Laura.
Tangan nakal Devian pun tak tinggal diam untuk memberikan rangsangan di setiap titik sensitif milik Laura. Kemarahan Laura hilang seketika berganti rasa nikmat yang luar biasa.
" Nikmatilah Honey... setelah ini aku rela menerima kemarahan mu. " Ucap Devian sambil tangannya kini mengelus di area sarang sang soulmate.
Laura tak bisa menahan lagi. Devian sudah membuat nya merem melek merasakan dirinya terbang ke nirwana. De***** demi de***** saling berirama indah di telinga Devian membuat Devian sudah tak sabar ingin membenamkan miliknya.
Devian me***** bibir Laura, Laura pun ikut membalasnya. Nafasnya sudah menderu tak karuan. Jantung kedua nya pun sudah berpacu tak karuan.
" Honey...aku sudah tidak tahan...Apa boleh ? " Tanya Devian lembut dan langsung.mendapatkan anggukan dari Laura karna dia pun sudah sangat menginginkan nya.
Devian membuka kedua paha Laura lebar - lebar untuk memberi jalan sang soulmate untuk masuk ke dalam sarangnya.
Blessss....
" Aaaaaaahhhh..." Ucapan keluar dari bibir keduanya saat sang soulmate sudah masuk dengan sempurna.
Devian memacu dengan perlahan tapi pasti. Sungguh sensasi yang sangat luar biasa yang di rasakan Laura. Tubuhnya berguncang hebat karna permainan Devian yang semakin lama dengan ritme semakin cepat.
" Sayang.... percepat lagi..." Kata sayang terlontar dari bibir Laura membuat Devian semakin bersemangat.
Akhirnya erangan panjang pun keluar dari kedua bibir mereka. Devian menumpahkan cairan hangat di rahim Laura. Devian mengecup kening Laura mengucapkan kata terima kasih lalu ambruk di atas tubuh Laura.
Suasana kamar terasa hangat. Keringat masih membasahi tubuh mereka. Kemarahan pun sirna begitu saja terlupakan karna rasa surga dunia yang begitu menggiurkan.
Laura menatap lekat netral laki - laki yang berada di sampingnya. Mencoba berdamai dengan keadaan. Memaafkan semua yang di lakukan Devian dulu, dan mencoba menjalani kehidupan yang lebih baik ke depannya.
Laura langsung berhamburan ke pelukan Devian tanpa sadar bahwa kini mereka dalam keadaan masih polos membuat sang soulmate bangkit kembali.
Devian menggoda Laura menunjukkan soulmate nya yang begitu perkasa membuat wajah Laura merah merona menahan malu.
" Hei...mengapa kau malu melihatnya ? Bukankan kau sudah merasakan keperkasaannya ? Bahkan sudah ada buktinya dengan kelahiran kembar. " Devian terkekeh.
" Sudahlah...aku mau mandi. Badan ku terasa lengket. " Ucap Laura sambil bangkit dari ranjang.
Devian langsung menarik tangan Laura hingga Laura jatuh kembali ke dalam pelukannya lagi.
" Makasih ya Honey atas semua yang kau berikan untuk ku. Aku tidak akan pernah lagi membuat mu terluka. Maafkan semua kesalahanku di masa lalu. Aku berjanji akan selalu membuat kalian bahagia. Dan aku berharap benih ku akan kembali hadir di rahim dirimu. " Ucap Devian sambil mengelus perut rata Laura.
" Iya aku akan memaafkan semua kesalahan mu. Namun jika sedikit saja kau menyakiti diriku, aku tidak akan segan-segan pergi meninggalkan kamu bersama kembar. " Sahut Laura.
" Semua itu tak akan pernah aku lakukan ! " Jawab Devian tegas.
" Ayo kita mandi bersama..." Ucap Devian yang langsung menggendong Laura ke kamar mandi.
Laura mengalungkan tangannya di leher suaminya dan memberikan senyuman termanisnya. Laura dapat merasakan rasa cinta Devian yang begitu besar untuk nya.
Devian mengisi air di dalam bathtub dan memberikan minyak aromaterapi ke dalam bathtub. Setelah itu dirinya memasukkan tubuh Laura ke dalam bathtub baru dirinya pun ikut masuk.
Bukan hanya mandi saja, namun mereka melakukan nya lagi. Apa yang di miliki Laura selalu menjadi candunya, begitu juga dengan Laura yang selalu menikmati permainan suaminya hingga tak menolak untuk melakukan kembali.
Terima kasih atas dukungan kalian untuk author 😘😘🙏😍