
" Sayang... minggu depan aku akan mengajak kamu berbulan madu ke Raja Ampat, anak - anak biar sama mami aja. " Ucap Devian sambil mengelus rambut sang istri di sela - sela waktunya sebelum tidur.
" Raja Ampat ? Aku baru mendengar nya. Apa tempat itu sangat menyenangkan dan menarik ? " Sahut Laura yang kini menatap sang suami.
" Kau itu terlalu lama di luar negeri, hingga tak tau tempat yang sangat indah untuk honeymoon. " Ujar Devian sambil mencubit hidung istri cantiknya karena merasa gemas.
Laura mengerucutkan bibirnya merasa kesal dengan ulah suaminya.
" Sayang...mengapa kamu melakukan hal itu di depan ku. Apa kau ingin menggoda ku ? " Ujar Devian sambil menaik turunkan alisnya.
" Dasar otak mesum. Sudah aku mau tidur. Terimakasih untuk kejutan honeymoon nya, aku suka. " Ucap Laura sambil menarik selimut dan mematikan lampu.
Namun bukan namanya Devian jika tak berbuat mesum pada sang istri yang selalu membuat nya ingin terus melahap nya.
Tangan Devian sudah tidak terkondisikan lagi. Selimut sudah berterbangan. Kini dirinya sudah dalam keadaan polos, pakaian nya di lempar begitu saja. Dan kini dirinya berusaha untuk melepaskan pakaian yang menempel sang istri.
Mau tidak mau Laura harus mau. Melayani suami mesum nya yang selalu ingin menyerang nya. Bahkan sekarang dirinya sudah mulai terbiasa dan justru menikmatinya.
Malam ini terjadi lagi kegiatan panas seperti biasanya. Baginya tubuh istrinya adalah mood booster untuk dirinya. Rutinitas dan rasa pusing memikirkan pekerjaan membuat dirinya ingin selalu melampiaskan ke aktivitas ranjang.
Tapi sayangnya Laura belum juga hamil, meskipun dirinya sering kali menggempur nya. Berbeda hal nya saat pertama kali. Hanya satu malam saja, dirinya sudah berhasil memiliki dua anak sekaligus.
Nafas keduanya terengah-engah setelah Pele***** terjadi. Laura merasa sudah sangat lelah hingga dirinya tak sanggup untuk membersihkan nya. Hingga Devian terpaksa menggendong nya dan membawa Laura ke kamar mandi. Lagi - lagi dirinya tak bisa menyeimbangi suaminya. Berbeda halnya dengan suaminya yang justru terlihat sangat bersemangat.
*******
Hari yang di nanti telah tiba. Devian dan Laura akan menaiki pesawat jet milik Devian. Untungnya kedua anak kembarnya tidak rewel harus di tinggal dengan maminya selama 7 hari untuk berbulan madu. Awalnya Audrey sempat merengek untuk ikut. Namun setelah membisikkan kartu sakti pada Audrey, Audrey mengikuti kemauan Daddy nya justru anak cantiknya itu bersorak gembira.
Mami dan Laura hanya bisa mengerutkan keningnya karna tak mengerti ucapan anak dengan Daddy nya. Tanpa sepengetahuan mereka, Devian membisikkan pada Audrey bahwa sepulang kepergian Mommy dan Daddy nya, dirinya akan mendapatkan hadiah Ade bayi yang akan hadir di perut Mommy nya. Tentu saja Audrey merasa bahagia membayangkan hal itu.
Kini kedua pasangan itu sudah berada di jet mereka menikmati perjalanan menuju destinasi tempat mereka berbulan madu. Rona bahagia selalu terpancar di wajah mereka. Devian terus menggenggam tangan istrinya, tak ingin sedetik pun Laura lepas dari nya.
Laura menyandarkan kepalanya di pundak Devian. Melihat sang istri yang tertidur pulas membuat Devian tersenyum bahagia. Tuhan begitu sayang padanya, mempertemukan dan menyatukan dirinya dengan Laura. Padahal dulu dirinya sempat frustasi karna kehilangan jejak Laura dan bayi yang di kandung Laura.
" Semoga setelah Daddy dan Mommy pulang membuat mu, kamu hadir di rahim Mommy. " Gumam Devian dalam hati sambil mengelus perut rata sang istri.
Devian yang merupakan anak tunggal begitu juga Laura, sehingga Devian menginginkan memiliki anak yang banyak lahir dari rahim istri tercinta nya.
Kini Devian dan Laura telah sampai di Destinasi tujuannya. Mereka memilih untuk langsung menuju kamar hotel tempat mereka menginap.
" Sayang... tempatnya sangat indah sekali. Aku sangat senang. " Ucap Laura dengan mata yang berbinar.
" Aku sudah tidak sabar menikmati keindahan tempat ini. Ayo... antar ku berjalan - jalan. " Sahut Laura yang langsung menarik tangan Devian dengan semangat.
" Jika kau ingin aku mengabulkan permintaan mu, kamu harus melakukan ritual sebelumnya. " Ucap Devian sambil menaik turunkan alisnya.
Laura mengerutkan keningnya merasa bingung dengan ritual yang di maksud suaminya.
" Kenapa kau jadi diam dan bengong. Aku akan memberi tahu pada mu ritual nya. " Ujar Devian yang langsung menggendong tubuh sang istri dan merebahkan tubuh sang istri di ranjang dan tubuhnya kini sudah mengukung istrinya
" Untuk apa kalau jauh - jauh hanya untuk menghabiskan waktu hanya di ranjang. " Ucap Laura yang juga mengerucutkan bibirnya karna kesal.
Bukannya menuruti kemauan istrinya, justru Devian bertambah semangat untuk menggoda nya. Tapi semakin lama bukan Laura yang tergoda, justru dirinya yang kini sudah tak tahan menahan hasratnya lagi.
Hingga akhirnya Laura harus terbiasa menuruti ritual yang di minta suaminya meskipun ada perasaan kesal karna kini tubuhnya masih terasa lelah namun suaminya sudah langsung menggempurnya.
" Kenapa kamu masih diam saja Hem ? " Tanya Devian yang melihat sang istri lebih banyak diam bahkan saat bermain tadi pun Laura tak bergairah seperti biasanya.
" Sudah ya...aku mau mandi. " Ucap Laura yang bangkit dari ranjang untuk mandi, tapi Devian malah mengekor di belakangnya.
" Hais..kamu ini. Aku tuh mau mandi. Udah sana, aku mau mandi. " Laura mencoba mendorong tubuh Devian, namun Devian dengan cepat langsung mendorong dan menerobos pintu kamar mandi.
" Sekali lagi...aku ingin mencoba di sini ! " Ucap Devian memohon.
" Besok saja, kan masih ada hari esok. " Ucap Laura ketus.
Devian akhirnya mengikuti kemauan sang istri, namun bukan namanya Devian jika tak mengambil sedikit keuntungan.
" Aaaaaahhh...." ******* keluarga dari mulut Laura saat sang suami sudah mere*** dua bukit miliknya.
Guyuran air shower terus membasahi tubuh mereka membuat suasana semakin memanas. Membuat bibir mereka terus beradu.
" Mandilah ! " Devian melepaskan panutan dan mereka mandi biasa.
Laura selesai lebih dulu, sedangkan Devian harus menuntaskan lebih dulu sesuatu yang sejak tadi di tahan, namun dia tak ingin membuat Laura kesal hingga dirinya memilih melakukan nya sendiri.
Devian dan Laura sudah bersiap - siap untuk keluar dari kamar untuk menikmati keindahan alam di sana dan mengisi perutnya yang kosong.
Devian menggandeng tangan Laura dengan mesra. Ini hal pertama kali bagi Laura bisa menikmati keindahan alam di Indonesia. Dulu saat kedua orangtuanya masih ada, Daddy nya selalu mengajaknya ke luar negeri untuk berlibur. Laura tidak menyangka jika keindahan alam Indonesia tak kalah indahnya dengan yang ada di luar negeri.
Devian terkekeh melihat ekspresi sang istri seperti orang yang baru pertama kali liburan. Devian merasa tambah gemes dengan sikap sang istri. Dirinya merasa senang karna bisa membuat istrinya bahagia.