My Kids My Hero

My Kids My Hero
Keluarga yang harmonis



" Minggu depan kita liburan ke Disneyland ya untuk merayakan kemenangan kalian dan menepati janji Daddy untuk kalian ! " Ucap Daddy Devian di saat berkumpul di ruang keluarga.


Hari Sabtu dan Minggu adalah hari kebersamaan mereka. Mereka selalu melewati momen weekend bersama, jika Devian tak pergi perjalanan dinas.


" Hore...Thank you Dad...I Love You..." Ucap Audrey bersorak gembira, mata nya berbinar-binar bahwa mereka akan berlibur. Audrey menghampiri sang Daddy dan Mommy nya, mengecup pipi kedua orangtuanya secara bergantian.


" El...kemari lah sayang ! Apa kau tak suka ? Mommy lihat ekspresi mu hanya datar tak seperti Audrey. " Tanya Mommy Laura sambil merentangkan tangannya menyambut Axelle.


Laura sangat mengerti, meskipun Axelle anak yang terlihat dewasa dan cuek namun pelukan hangat seorang ibu sangatlah berperan penting untuk stimulasi anak.


" Aku tak suka liburan bermain tak jelas, lebih baik aku sekolah atau kita ke Inggris. Aku sudah sangat merindukan bekerja. Belum lagi perusahaan aku dan Daddy yang di Jakarta pun jarang sekali aku datangkan. Aku hanya bekerja di belakang layar saja. " Sahut Axelle membuat Mommy Laura dan Daddy Devian terkekeh mendengar penuturan sang anak.


" Kemarilah El...! " Sekarang giliran Daddy Devian yang memanggil.


" Dengarkan Daddy ! El itu sejatinya anak-anak. Hak kamu mendapatkan fasilitas sekolah dan mendapatkan kebahagiaan dari Daddy dan Mommy termasuk liburan. Kalian tidak di tuntut untuk bekerja menghasilkan uang. Boleh saja menjalankan hobi sesuai keinginan mu, namun kamu tetap harus menomor satukan sekolah. Nikmati lah masa kecil mu dengan bermain sesuai usia mu. Daddy tidak melarang mu. " Jelas Devian panjang lebar.


Axelle mencoba mencermati setiap perkataan yang terlontar dari mulut Daddy nya. Dan akhirnya dirinya mengerti.


" Baiklah aku akan menerima liburan ini. Namun bagaimana dengan sekolah ku ? " Tanya Axelle tegas.


Laura tersenyum bahagia, karna memiliki anak yang luar biasa. Berpikir maju, bersemangat sekolah tanpa harus di paksa. Axelle selalu menggunakan waktunya seefisien mungkin.


" Masalah urusan itu biar Mommy saja yang mengurusnya ! Kalian tak perlu khawatir ! " Ujar Laura sambil mengelus rambut Axelle. Axelle duduk di tengah-tengah berdampingan dengan sang Daddy dan Mommy.


\=\=\=\=\=


Hari terus berjalan, tiba saat nya hari ini mereka akan melakukan perjalanan liburan sesuai rencana. Semua sudah di persiapkan. Mommy Laura sudah meminta izin pada guru Audrey dan Axelle. Begitu juga dengan Devian yang menyelesaikan pekerjaan nya lebih dulu dan untuk selanjutnya dia serahkan ke sang asisten. Karna selama liburan, dirinya tak mau terganggu dengan pekerjaan.


Tak lupa mereka membawa serta sang nenek untuk ikut dalam liburan mereka. Laura juga membawa dua orang suster untuk membantu dirinya mengurus kembar dan Aurel. Devian sudah memesan 3 kamar untuk mereka tempati. Satu untuk kamar suster yang menjaga anak-anaknya, satu kamar mami dan kembar, dan satu kamar dirinya bersama Laura dan Aurel putri kecilnya.


" Wah indah sekali pemandangan nya...Terima kasih Dad...aku sangat bahagia. " Celoteh Audrey sambil mengecup mesra pipi sang Daddy.


Selama perjalanan di udara, Audrey selalu berada dalam dekapan sang Daddy hingga akhirnya dirinya tertidur pulas.


Aura bahagia selalu tergambar di wajah mereka. Kebahagiaan bukan hanya di rasakan keluarga Devian, namun dua baby sister Kembar dan Aurelia pun ikut senang bisa ikut menikmati perjalanan ke luar negeri.


" Apa kamu bahagia sayang ? " Ucap Devian ke Laura.


" Pasti nya sayang...Aku sangat bahagia. " Ucap Laura dengan senyuman yang sangat manis.


Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, jet pribadi milik Devian mendarat mulus di landasan.


Laura menggendong Aurel sambil menggandeng tangan Audrey, sedangkan Devian menggandeng tangan Axelle. Dua baby sister nya menarik koper di bantu orang yang bekerja mengurus barang-barang yang di bawa Devian.


Hal yang sama di rasakan Laura dan dua baby sister anak mereka. Mereka terpesona dengan keindahan hotel yang akan mereka tempati selama satu Minggu di sana.


" Orang kaya mah bebas ya..." Gumam salah satu baby sister yang merawat anak mereka dan langsung mendapatkan anggukan kepala dari temannya.


" Beruntung ya kita jadi baby sister anak mereka. Bisa ikut jalan-jalan. " Celoteh baby sister nya lagi, ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa bagi mereka.


Devian melingkar kan tangan nya di pinggul Laura dan menyandarkan dagu nya di pundak sang istri saat Laura berniat membuka gorden untuk melihat pemandangan ke luar jendela. Alam menjadi saksi dalam menyaksikan keluarga yang harmonis menikmati liburan bersama mereka.


" Sayang...lepaskan ! Aku mau membersihkan diri dulu, aku merasa tubuhku sangat lengket. " Ucap Laura.


" Gimana kalau kita mandi bersama. " Sahut Devian sambil mengerlingkan matanya. Kalau begini Laura pasti tau apa yang di inginkan suaminya.


" Aku masih lelah yang. Pengen cepat-cepat selesai ! " Ujar Laura dengan wajah lelahnya. Tentunya pasti akan merasa pegal dan lelah melakukan perjalanan yang cukup panjang, meskipun di jet pribadi memiliki kamar tapi tetap saja tak senyaman di rumah.


" Dikit aja...aku sudah tidak tahan. " Ucap Devian yang membuat Laura menarik nafas panjang, mau tak mau keinginan suaminya harus di kabulkan.


" Sebentar aku titipan Aurel dulu sama suster. Ga mungkin donk di tinggal sendiri, biar suster membersihkan Aurel dulu. " Sahut Laura, dan Devian harus sabar menanti.


Laura berjalan menuju kamar hotel baby sister nya, Laura menyerahkan Aurel untuk di bersihkan dan menitip Aurel karna dirinya mau mandi. Setelah itu dia masuk kembali ke kamarnya.


Ceklek


Devian yang melihat kedatangan sang istri, tentunya merasa sangat senang. Dirinya sudah tak sabar mencicipi tubuh sang istri.


Devian membuka pakaian nya yang menempel di tubuhnya satu persatu begitu juga Laura, kini mereka sudah dalam keadaan polos.


Perlahan tapi pasti Devian menghampiri sang istri dan mulai menyerangnya. Dirinya selalu saja ingin menerkam tubuh istri nya yang selalu menjadi candu buatnya.


" Sayang...aku sudah tak tahan. " Bisik Devian dengan suara yang sudah berat. Laura menganggukkan kepalanya, karna dia pun tak sanggup berkata-kata lagi. Hasratnya sudah menggebu, lubang kenikmatan nya siap bertemu sang soulmate yang selalu membawa dirinya terbang ke langit ke tujuh. Hingga akhirnya erangan panjang pun keluar dari mulut mereka.


Devian mengecup kening, kedua pipi, dan bibir Laura dengan mesra.


" Udah...nyiumnya jangan lama-lama, tar minta nambah lagi. Aku pengen mandi, Aku lapar pengen makan. Lagian kita ini bukan bulan madu, kasihan anak-anak kalau kita ritual terus. " Gerutu Laura dan berusaha bangkit dari bathtub untuk mengguyur tubuhnya dengan shower.


" Iya deh...Nyonya Devian yang cantik, sexy , dan selalu menggoda iman..." Goda Devian kepada sang istri.


Author minta dukungannya, tinggalkan jejak kalian ya setelah membaca....


Berikan Like, vote , dan comment untuk karya iniπŸ™πŸ™


Mampir juga di karya terbaru Author yang Berbagi Cinta Madu dalam pernikahan ku