
Kemarahan Michael
Michael melenggangkan kaki nya keluar dari Gedung Abraham Group dengan perasaan kesal.
“ Bahkan bertemu diriku pun, kau tak mau. Sombong. “ Gerutu Michael kesal.
“ Jika saja aku tak membutuhkan suntikan dana, ku pastikan kaki ku tak akan pernah aku injakkan di sini. “ Umpat Michael.
Sejak keluar hingga dalam perjalanan pulang, mulutnya tak hentinya menggerutu.
Laura perlahan membuka matanya. Dan melirik ke arah suaminya yang masih berkutat dengan pekerjaan. Laura beranjak menghampiri sang suami yang belum menyadari dirinya sudah bangun.
“ Sayang…kau sudah bangun ? “ Tanya Devian sambil menatap wajah sang istri yang kini sudah berdiri di hadapannya.
Laura mendekatkan wajahnya ke suaminya, bahkan wajah mereka kini hanya berjarak sejengkal. Dapat Devian rasakan hembusan nafas sang istri. Membuat tanpa sadar Devian membuang pulpen di tangannya begitu saja.
Dengan beraninya Laura memulai mencium bibir sang suami membuat Devian terkaget. Devian mencoba menahan hasratnya dan melepas panutan itu untuk mengambil remot untuk mengunci pintu ruangan, dirinya tak ingin Jo akan mengganggu aktifitas nya dengan Laura.
Devian menarik tengkuk Laura untuk mendekatkan bibir Laura dengan bibir miliknya. Dengan rakusnya Laura me***** bibir sang suami.
“ Sayang…kita lanjut di kamar saja ! “ Ucap Devian sambil menggendong tubuh sang istri ke kamar.
Devian membaringkan tubuh sang istri dengan lembut. Setelah itu dirinya membuka semua pakaian yang menempel di tubuhnya, begitu juga yang di lakukan Laura. Saat ini tubuh mereka sudah terlihat polos.
Tak ada lagi rasa malu dan canggung lagi yang di rasakan Laura\, bahkan semenjak dirinya hamil ga**** se** nya bertambah\, tentu saja membuat sang suami merasa senang.
Cuaca panas di luar sana menambah suhu ruangan di kamar tersebut menjadi bertambah panas karna pergulatan panas pasangan yang sedang memadu kasih.
“ Huhft…sial. Pintu ruangannya terkunci. Pasti bos mesum itu sedang bergulat di ranjang. Rasanya aku tak sanggup jika harus merasakan hal ini terus. Ingat lah Tuan, aku ini seorang pria dewasa yang pastinya suatu saat nanti akan tergoda. Tapi kekasih saja aku tak punya…” Gerutu Jo yang harus selalu memahami Bos mesumnya.
“ Asisten Jo…mengapa anda tak jadi masuk dan hanya berdiri di depan pintu saja ? “ Tanya Angel sekertaris Devian membuat rasa kesal Jo bertambah.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Jo memilih untuk pergi dari ruangan itu dan menuju sebuah café yang berada di Lobby untuk menyegarkan sedikit otaknya yang sejak tadi panas.
“ Lebih baik aku menyegarkan otak ku dulu sampai Tuan mesum itu mencari ku. Sudah mau punya anak tiga saja, masih juga tak puas…” Umpat Jo dalam hati.
Selesai sudah aktivitas ranjang di siang ini. Sungguh sangat menguras tenaga, hingga kini perut keduanya terasa lapar setelah melakukan aktivitas yang melelahkan.
“ Sayang…sungguh kau luar biasa. Rasanya aku ingin terus – terusan membuat kau hamil, hingga kau bisa terus seperti ini. Thank you sayang…” Ucap Devian sambil mengecup lembut kening sang istri.
“ Hai…anak Daddy di dalam sana. Maafkan Daddy bila tadi mengganggu mu. “ Kekeh Devian sambil mengelus perut sang istri penuh cinta.
Setelah rasa sakit dan penderitaan yang sempat Laura rasakan, saatnya kini dirinya menikmati kebahagiaan dari buah kesabaran dirinya. Bagaimana dirinya berjuang dan bertahan meskipun dalam posisi terpojok dan sangat menyulitkan.
“ Jo….di mana kamu ? Mengapa kau belum Kembali ? “ Ucap Devian di panggilan telpon.
Mendengar perintah sang Tuan, dirinya langsung memesan tiga porsi makanan untuk makan siang dirinya. Bahkan jam makannya sudah melewati waktunya jam makan siang. Tentunya karna dua pasangan sejoli yang seperti orang sedang kasmaran.
“ Tetap saja aku yang salah jika begini. Bukan aku tak kembali, tapi andalah yang membuat aku tak bisa masuk. Huhft…sabar Jo. “ Ucap Jo dalam hati, terus menyemangati dirinya sendiri.
Tok….Tok…
“ Masuk….” Ucap Devian dari dalam ruangan.
Jo datang dengan menenteng tiga porsi makanan untuk mereka makan.
“ Maaf Tuan ini proposal dari Tuan Michael. Dirinya meminta perusahaan anda mau bekerja sama degan perusahaan nya. “ Ujar Jo sambil menyerahkan sebuah proposal kepada Devian.
“ Michael ? “ Ucap Laura dalam hati.
Devian melirik ke arah sang istri. Dirinya ingin melihat reaksi sang istri. Apakah ada perubahan wajah sang istri saat nama sang mantannya di ucap. Dan ternyata semua sesuai dugaannya, sang istri seperti orang yang sedang berpikir dengan penuh tanda tanya.
Kesal, marah, cemburu mungkin itulah yang di rasakan Devian saat ini. Padahal Laura hanya berpikir maksud tujuan dari mantan kekasihnya itu apa, bukan merasa senang bahkan ingin merajut kembali.
Dan di tempat berbeda, Michael sedang Menyusun sebuah rencana untuk menghancurkan Devian. Dirinya merasa kesal atas perlakuan Devian kepadanya. Dia berniat untuk melenyapkan Devian dari muka bumi agar Laura bisa kembali padanya.
“ Kita tunggu tanggal mainnya, Aku akan buat Devian terbaring tak berdaya. Dan aku akan merebut Laura untuk kembali ke pelukan ku. “ Ucap Michael dendam.
Seharusnya Michael menyadari, bahwa Devian tak pernah merebut Laura dari sisinya. Justru dirinya lah yang membuat akhirnya Laura menyerahkan mahkota nya pada malam di mana Michael mengkhianati hubungannya bersama Laura dan jodohlah yang mempersatukan Kembali Devian dengan Laura.
Namun penyesalan lah yang membuat Michael untuk memiliki Laura kembali. Michael menyadari yang terjadi pada dirinya sekarang karna pengkhianatan yang dia lakukan pada Laura. Hingga akhirnya kini dirinya tak bisa menemukan Wanita baik dan sempurna seperti Laura. Bahkan Messy pun tak bisa menandingi Laura, Messy hanya sebagai pemuas ranjang baginya di saat dirinya menginginkan hal yang tidak dia dapatkan dari Laura.
Dapat terlihat di sorot mata Michael saat ini, dirinya saat ini sedang di selimuti rasa dendam karna selalu merasa kalah dengan sosok Devian.
Hal yang sama di rasakan Devian dulu, dirinya merasa dendam kepada Ronald Smith karna selalu kalah dalam segala hal bahkan kekasihnya pun akhirnya jatuh ke dalam pelukan Ronald dan meninggalkan dirinya untuk menikah dengan Ronald. Hal itu membuat Devian murka dan berniat menghancurkan Ronald lewat kehancuran Laura. Namun sayangnya aksi balas dendam nya itu, justru tak membuat Ronald merasa hancur. Tapi Laura yang tak bersalah harus menanggung semua perbuataannya. Dirinya terpaksa di asingkan ke Inggris dalam keadaan hamil. Bahkan Ronald tak sedikit pun mempedulikan Laura yang harus berjuang untuk bertahan hidup dan menjalani kehamilan tanpa suami.
“ Sayang…apakah Michael yang di maksud Jo itu Michael mantan kekasih ku ? “ Tanya Laura lembut.
“ Eeeehhhhmmmm.” Jawab Devian singkat tanpa menoleh.
“ Seperti sedang ada kesalah pahaman di antara mereka. Baru saja bermesraan, sekarang seperti ini. Dasar Tuan possesif dan cemburu. Apa belum cukuplah rasa cinta yang di tunjukkan Nyonya Laura pada anda. “ Ujar Jo dalam hati mengerutuki bos nya.