
KECEMBURUAN DEVIAN
" Dad...besok aku ingin sekali ke arena bermain yang ada di dalam mall. Selama aku di sini aku belum pernah main ke mall. " Ucap Audrey membuka obrolan saat malam hari bersantai.
" Baiklah...Daddy akan mengabulkan keinginan mu. Besok kita semua akan ke mall, kamu dan Axelle bebas main sepuasnya. " Sahut Devian sambil mengelus rambut Putri cantiknya.
" Huh...hal yang membuat ku sangat malas. Wanita itu memang sungguh merepotkan saja. Aku paling tak suka suasana ramai banyak orang. " Sahut Axelle kesal.
" Kau itu tak boleh begitu. Lakukan lah layaknya seusia mu. Nikmatilah masa kanak-kanak mu. Dulu juga Daddy dan Mommy merasakan hal seperti ini saat kami kecil dulu. " Ujar Devian dan beralih kini menatap ke anak laki - lakinya.
" Bagiku itu sangat membosankan. Dari pada ku harus menikmati permainan di sana, lebih baik ku berjam - jam bermain laptop ku. Hal yang sangat menyenangkan bagiku. " Sahut Axelle.
Devian terkekeh mendengar celotehan dari anak laki - lakinya itu yang selalu ingin jauh dari masa kecilnya. Devian menatap satu persatu kedua anak nya secara bergantian. Bergumam dalam hati dengan kepribadian kedua anak kembarnya yang memiliki sifat yang sangat berbeda. Dirinya harus berusaha sabar.
" Besok kita juga sekalian mampir ke rumah Oma dan opa ya ! Pasti mereka akan sangat senang. " Ujar Devian.
" Lebih baik aku menunggu di rumah Oma saja Dad..." Ucap Axelle.
Devian langsung menggelengkan kepalanya dan mencoba memberikan penjelasan kepada Axelle. Bahwa dirinya tak boleh menghilangkan sifat kekanak-kanakan nya. Bagaimanapun Axelle harus bisa menikmati masa indah dirinya ketika masih kecil.
" Dad...temani aku tidur ya...! " Ucap Audrey manja.
" Baiklah princess ku yang cantik....Tapi setelah kau tidur Daddy harus kembali ke kamar meniduri Mommy. " Ucap Devian sambil menaik turunkan alisnya dan langsung mendapatkan cubitan mesra dari Laura.
Devian menggendong princess nya hingga ke dalam kamarnya. Sedangkan Axelle memilih untuk tidur sendiri, sejak kecil dirinya memang sudah terbiasa mandiri. Dan Laura memilih untuk langsung masuk ke dalam kamar.
" Tidurlah putri kecil Daddy yang cantik... Daddy akan selalu membuat mu bahagia. " Ucap Devian sambil mengecup kening putri kecilnya yang tertidur pulas.
Devian perlahan ke luar dari kamar Audrey dan mampir ke kamar Axelle untuk melihat anak laki-laki nya. Tak butuh waktu lama, Axelle sudah terlelap ke alam mimpi. Seulas senyuman tergambar di wajah tampan Devian.
Devian kini memasuki kamar dirinya dengan Laura. Dapat dia lihat wajah cantik Laura yang sudah lebih dulu meninggalkan dirinya tidur. Terlintas otak jahil nya muncul. Devian membuka seluruh pakaian yang menempel di tubuhnya dan merangkak menaiki ranjang secara perlahan. Dia tak akan membiarkan Laura tertidur pulas. Malam ini dia akan menggempur kembali istrinya. Tak ada rasa puas meskipun tadi siang dia sudah melakukan nya.
" Aaaaaa...." Suara polos keluar dari bibir Laura saat lidah Devian sudah menari di leher jenjang miliknya.
Laura membelakkan matanya melihat pelaku yang melakukan hal itu. Devian terkekeh melihat wajah kesal istrinya. Bukannya menghentikan, justru membuat dirinya bertambah semangat untuk bermain - main.
" Sayang...aku lelah. Izin kan aku untuk beristirahat. Bukan kah tadi siang kita sudah melakukan nya hingga sore. " Ucap Laura lembut.
" Ayolah...sekali saja. Apa kau tega melihat suami mu ini tersiksa karna menahan hasrat ku ? Sekali saja. Setelah itu aku akan memberikan kesempatan padamu untuk tertidur. " Sahut Devian.
" Ta..." Ucapan Laura terhenti karna bibir nya kini sudah di lu*** Devian.
Devian tak menghentikan ciuman itu. Namun tangannya perlahan membuka baju piyama yang di pakai Laura. Dengan lihai nya kini tubuh Laura sudah dalam keadaan polos menampakkan bukit kembar Laura yang selalu membuat Devian tergoda.
Tangan nakal Devian sudah mere*** dua bukit kembar milik Laura dan memainkan buah kecil yang menempel di sana. Hingga Laura mengeluarkan suara indah nan merdu.
" Honey...boleh kah aku minta kau yang memimpin permainan. " Ucap Devian yang ingin merasakan kembali saat dirinya dulu pertama kali melakukan nya dengan Laura.
Devian ingin tahu apakah Laura senakal dulu jika dalam keadaan sadar. Laura mencoba berpikir apa yang harus dia lakukan. Terlebih ini hal pertama yang dia lakukan, karna dulu dia tak mengingat apa pun saat melakukan one night dengan Devian.
Tubuh Laura terlihat sangat indah, tak ada yang berubah saat pertama kali Devian melakukan nya. Justru kini bertambahnya sangat indah karna di dasari rasa cintanya yang begitu besar kepada Laura. Tak terlintas di pikiran nya untuk mencari wanita lain dalam hidupnya.
*********
Matahari bersinar terang menyelusup masuk ke dalam kamar. Laura perlahan mengerjapkan matanya. Dan suara ketukan dari luar kamar membuat dirinya terjaga. Devian yang mendengar pun ikut terbangun.
" Mandilah duluan...Aku akan yang akan menemui kembar duluan. " Ucap Devian yang langsung mendapatkan anggukan dari Laura.
Setelah Laura masuk ke kamar mandi, Devian yang sudah memakai kaos oblong dan boxer yang berserak di lantai langsung berjalan untuk membuka pintu kamarnya.
Audrey berlari dan langsung menaiki ranjang milik orang tuanya.
" Dad ..mengapa kalian bangun kesiangan ? Bukankah Daddy sudah berjanji padaku untuk mengajak kami pergi ? " Ucap Audrey sambil memandang wajah Daddy nya.
" Tentu saja cantik...Daddy akan menepati janji. Lihatlah ini baru jam 9 pagi, kita berangkat jam 10 pagi menunggu Mall itu buka. " Sahut Devian.
Laura keluar dari kamar mandi dan menyuruh Devian untuk bergantian mandi. Laura mengajak Audrey untuk menyiapkan sarapan yang kesiangan.
Meskipun sudah ada asisten rumah tangga yang mengurusnya. Namun urusan makanan untuk kedua anak kembarnya dan suaminya, dia selalu berusaha untuk melakukan nya sendiri. Laura juga selalu menyiapkan semua keperluan Devian. Hal itu membuat Devian merasa bahagia karna memiliki istri yang bukan hanya cantik dan memuaskan dirinya di ranjang, namun Laura juga sangat perhatian padanya. Devian merasa beruntung memiliki Laura.
Setelah mereka selesai makan, merek bersiap - siap untuk pergi. Ada perasaan tak rela Karna cemburu terlintas di hati Devian melihat hari ini Laura berdandan seperti wanita yang belum memiliki anak.
" Hei...mengapa kau cemberut seperti itu ? " Ucap Laura sambil mengelus wajah tampan suaminya.
" Rasanya aku tak ingin mengajak mu pergi. Aku tak ingin mata laki - laki di luaran sana memandang ke arah mu. Kau terlihat seperti wanita yang belum memiliki anak. " Ucap Devian cemburu membuat Laura mengerutkan keningnya.
" Ucapan mu seperti nya terlalu berlebihan. Aku hanya memakai dress seperti biasanya. Aku tak berniat menggoda laki - laki lain, hanya kamu yang aku cinta...Sudah ya jangan cemberut lagi, nanti tampan mu hilang Loh..." Goda Laura membuat perasaan Devian sedikit tenang.
Kini mereka telah sampai di sebuah Mall. Devian menggandeng tangan Audrey sedangkan Laura menggandeng tangan Axelle. Dari kejauhan sana terlihat Michael mantan kekasih Laura dulu memandang kesal.
Michael melangkah kah kaki nya bahkan sedikit berlari dan memanggil nama Laura. Michael tak menghiraukan wanita yang baru saja menjadi kekasihnya. Sampai saat ini Michael belum menikah, dia selalu berganti - ganti pasangan. Baginya tak ada yang menggantikan sosok Laura di matanya, Michael sangat menyesal karna telah mengkhianati Laura dengan berselingkuh dengan Messy. Hubungan Michael dengan Messy tak bertahan lama. Setelah Michael merasa bosan, dia menghempaskan Messy begitu saja. Bahkan Messy sempat mengandung anaknya, namun Michael meminta Messy untuk menggugurkan nya.
Mendengar ada yang memanggil Laura menoleh kebelakang bahkan Devian yang mendengar nama istrinya di sebut ikut menoleh. Devian menatap tajam ke arah Michael. Dia sangat ingat bahwa dia adalah mantan kekasih istrinya. Meskipun dulu hanya melihat dari foto saja, namun wajah Michael selalu Devian ingat. Laura terkejut melihat wajah laki - laki yang dulu pernah dia cintai dan pernah mengkhianati cintanya hingga dia harus melakukan hubungan one night dengan laki - laki yang kini telah menjadi suaminya.
" Hai... Laura. Pa kabar ? Kau sekarang bertambah cantik. Asal kau tau aku sangat merindukan mu. " Ucap Michael mengeluarkan isi hatinya tanpa takut meskipun Devian telah memberikan tatapan tajam.
" Kabar ku baik. Kenalkan ini suami ku, dan ini kedua anak ku. " Ujar Laura membuat mata Michael membulat sempurna.
Devian hatinya merasa berbunga - bunga karna Laura berucap seperti itu. Devian merasa bangga.
" Ayo sayang...Jika tak ada hal penting lagi, kita lanjut ke tujuan kita. " Ucap Devian sambil menarik tangan Laura
Entah apa yang di rasakan Michael, dengan berani nya Michael menghempaskan tangan Devian dari tangan Laura membuat kesabaran Devian hilang. Devian hampir saja menonjok wajah Michael karna merasa tak terima istrinya tangannya di sentuh namun Laura mencoba merelai nya. Dia tak ingin ada nya keributan di depan kedua anak nya dan juga di depan umum.
Laura sangat tahu jika suaminya kini sangat cemburu. Tanpa pikir panjang, Laura langsung menarik tangan Devian dan mengajak Devian pergi meninggalkan Michael begitu saja.