My Kids My Hero

My Kids My Hero
Kembali ke Indonesia



Keluarga Devian Abraham telah kembali ke Indonesia setelah berlibur selama 7 hari.


" Mom...aku besok ga mau sekolah. Badan ku cape. " Pinta Rey pada sang Mommy.


" Dasar anak malas ! Giliran main semangat ! Kamu itu sudah banyak ketinggalan pelajaran ! " El memarahi Rey yang tak mau sekolah.


" Biarlah El...mungkin Ade mu masih terasa cape, apa kamu tidak ? Biar Mommy minta izin 1 hari lagi sama Mis. Maura. " Laura tersenyum melihat tingkah anak nya El yang baginya sangat menggemaskan.


" Tidak Mom, besok aku mau sekolah ! Dasar anak lemah ! " Setelah mengoceh, El langsung berlalu dari sang Mommy dan adik. Sedangkan Rey menjadi menangis karna di ejek anak malas, anak lemah padahal dirinya memang merasa sakit bdnnya.


" Sudah jangan nangis ! Kalau kamu memang merasa seperti itu, istirahat dulu ! Mommy izinin ke Mis. Naura. " Ucap sang Mommy menenangkan. Sedangkan sang Daddy langsung sibuk ke ruang kerjanya, untuk memeriksa laporan.


" Ayo tidur, Mommy temani ! " Ajak Mommy Laura. Untungnya Aurel tidak rewel, setelah menyusu Aurel langsung tertidur.


Audrey sudah merebahkan tubuhnya di atas ranjang, sang Mommy pun mengikutinya. Tangan sang Mommy dengan tulus terus mengelus rambut Audrey dengan lembut. Memberikan ketenangan untuk sang anak. Namun lambat laun Laura pun ikut memejamkan mata.


Devian pun sudah mulai merasa ngantuk, dan akhirnya memilih untuk menghentikan aktivitas nya. Devian menaiki anak tangga untuk tidur, namun hal yang biasa dia lakukan adalah menghampiri kamar-kamar anaknya untuk mengucapkan selamat tidur dan mencium sang anak.


" Son ... belum tidur ? Tidurlah ! Pasti tubuh mu merasa lelah setelah kita melewati perjalanan jauh ! Daddy aja sudah mengantuk. Besok lagi kerjanya ! " Kamar yang pertama dia masuki yaitu kamar Axelle. Devian mendekati El, mengusap rambut sang anak dengan lembut.


" Daddy tidur saja duluan ! Sebentar lagi aku akan tidur ! " Ucap El yang jari lentiknya masih sibuk bermain dengan benda kesayangan nya.


" Baiklah... Daddy tidur duluan ya ! Besok kamu sekolah apa izin istirahat dulu ? " Setelah mendapat jawaban dari sang anak, Devian keluar dari kamar nya. Namun sebelumnya tak lupa dia mencium sang anak dan mengucapkan selamat malam dan tidur kepada sang anak.


Kini Devian beralih menuju kamar sang anak perempuan nya, perlahan dia membuka kamar Audrey...


" Mommy ? " Ucap Devian dalam hati. Devian berjalan mendekati ranjang tempat dua wanita yang sangat dia sayangi.


Devian mendekatkan dirinya ke Audrey. Mengucapkan selamat tidur, tidur yang indah dan tak lupa mencium sang anak.


Setelah itu dirinya berjalan mendekati sang istri sedang tertidur pulas. Devian langsung menggendong tubuh Laura ala bridal style.


Hampir saja berteriak, karna kaget ada yang menggendong nya. Tapi Devian langsung mencium bibir sang istri agar tak bicara.


Devian merebahkan tubuh sang istri ke ranjang, dan tak lupa dirinya membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuh sang istri hingga hanya menyisakan penutup bukit kembarnya dan kain segitiga berenda.


" Mas...aku ca.. ! " Tapi rasanya permintaan dia kali ini sia-sia karna kini tubuh sang suami sudah mengukung dirinya dan meraup bibir indah miliknya. Tak lupa tangan Devian sudah menjelajah ke tubuh sang istri memberikan sengatan listrik.


" Aaaahhh..." Tubuh lelahnya kini berubah menjadi menikmati.


Devian terkekeh dan tersenyum puas karna sang istri sudah terbawa permainan jari-jari nakalnya. Mata sang istri sudah terlihat merem melek dengan tubuh yang bergelinjang saat mulutnya menjelajahi leher jenjang sang istri hingga bukit kembar.


" Mas..." Ucap Laura yang suaranya sudah terdengar berat terlebih melihat soulmate sang suami sudah berdiri tegak dan mengeras membuat lubang kenikmatan miliknya sudah tak sabar.


" Tunggu dulu, aku masih ingin bermain ! " Lidah Devian turun ke bawah bermain-main di lubang kenikmatan milik sang istri membuat Laura tak kuasa lagi.


Devian membuka kedua paha sang istri dan mensejajarkan miliknya di lubang kenikmatan milik sang istri.


" Aaaahh " Teriak keduanya saat Devian membenamkan miliknya.


Devian mulai bermain, menaik turunkan miliknya meliuk-liuk kan pinggulnya hingga Laura menjerit keenakan.


Meskipun sudah memiliki anak tiga, bagi Devian milik sang istri selalu membuat dirinya tak ingin menyudahi hanya cukup satu kali. Seperti malam ini meskipun mereka sama-sama lelah, namun tidak halnya dengan soulmate dan pawangnya.


Setelah pertempuran panas mengguncang ranjang, mereka kini tertidur pulas.


🍀🍀🍀


Matahari mulai bersinar memancar menusuk hingga ke kamar, membuat dua insan yang semalam lelah karna bertarung terpaksa harus membuka matanya.


Tubuh Laura terasa sangat remuk karna petualangan semalam suntuk dengan suaminya.


Tak ingin berlama-lama, Laura langsung memilih bangun dan mandi. Karna payu**** nya sudah sangat sakit. Ingin menyusui Aurel.


Sesudah berpakaian lengkap, Laura menghampiri sang suami yang masih menutup mata...


" Mas...bangun ! Kerja ga ? " Laura. mencoba membangunkan Devian.


Mendengar suara sang istri di dekat telinganya membuat Devian perlahan membuka matanya.


" Istri aku sudah cantik, kalau sudah begini membuat aku tambah malas kerja dan memilih untuk bermain denganmu. " Dengan suara khas orang bangun tidur Devian menggoda sang istri. Bahkan Laura memukuli dirinya dan menggerutu karna sang suami menarik dirinya kembali ke dalam pelukan nya.


" Mas...ih lepasin kasihan anak-anak ! " Laura terus menggeliat mencoba untuk terlepas dari sang suami namun sayangnya usaha dirinya justru membuat milik suaminya terbangun.


" Sebentar ya ! Pengen lagi ! " Bisik Devian sambil membuka kancing baju sang istri menunjukkan pemandangan dua bukit kembar sang istri yang sangat menantang karna sangat penuh dengan asi.


" Jangan mas, aku mau nyusuin Aurel sudah sakit banget ! " Ucap Laura mengiba karna memang benar jika payu**** nya terasa sangat sakit karna semalam Aurel tak menyusu dengannya.


Merasa tak tega dengan sang istri, akhirnya Devian menghentikan niatnya. Devian bangkit dari atas tubuh sang istri dan bergegas masuk kamar mandi mengguyur tubuh.


Sedangkan Laura, setelah menyiapkan pakaian yang akan di kenakan suami nya kerja. Dirinya keluar kamar mencari keberadaan sang anak. Dan benar saja Aurel saat itu sedang merengek karna tak ingin minum asi yang di botol susu.


" Anak Mommy haus ya ? " Laura memposisikan mulut Aurel untuk menghisap asi langsung dari pabriknya. Aurel menghentikan tangisnya, dan justru kini tersenyum karna keinginan nya terwujud melahap pu**** milik sang Mommy dengan lahap.


Setelah merasa puas, Aurel menghentikan minum nya. Bayi cantik itu tersenyum menggemaskan.


" Aurel sama suster dulu ya, Mommy mau lihat kakak dulu ! " Ucap sang Mommy sambil menyerahkan Aurel ke suster yang mengurusnya untuk mandi.


Aurel menangis kembali, karna masih ingin bersama sang Mommy. Tapi Mommy Laura harus mengurus sang kakak. Dan ternyata Audrey sudah cantik dengan pakaian rumah nya dan El sudah siap dengan pakaian sekolah nya.


Devian sudah siap untuk berangkat ke kantor, menuruni anak tangga menghampiri sang istri, mami nya , dan juga anak-anaknya. Mereka menikmati sarapan pagi bersama sebelum melakukan aktivitas masing-masing.


Mohon maaf atas keterlambatan up nya... Author minta terus dukungan nya🙏🙏😍😄🤗😘🌹🌷