My Kids My Hero

My Kids My Hero
Kerinduan yang tak tertahan



Sama halnya yang di rasakan Devian, Laura kini juga sedang menatap langit di luar yang di hiasi bintang dan bulan yang menyinari keindahan malam.


Tubuhnya berada di Inggris namun raga nya kini melayang menahan kerinduan yang tak tertahan. Sungguh dirinya merindukan kebersamaan keluarga nya.


" Mengapa kau tega mengkhianati ku ? Belum kah cukup cinta dan kasih sayang yang aku berikan untuk mu ? " Ucap Laura lirih.


Bayangan suaminya sedang mengungkung wanita lain dalam kondisi polos di sebuah hotel terus menari di pikirannya.


" Hiks...hiks...hiks...jahat banget kamu sama aku. Setelah sekian lama bersama, kamu menyakiti aku kembali. " Laura terisak tangis.


Entah mengapa hatinya terasa sangat sakit, dadanya terasa sesak dengan apa yang dia rasakan.


Di tempat berbeda, Devian baru saja menidurkan putri cantiknya. Dan kini Audrey sudah tidur terlelap. Namun Devian mata nya masih saja terjaga karna merasakan kerinduan yang tak tertahan lagi. Mungkin jika harus memilih, dirinya akan langsung terbang ke Inggris.


Devian turun menghampiri sang mami yang mungkin saja sudah terlelap. Awalnya Devian langsung ingin menjelaskan semuanya pada maminya, namun Audrey meminta Devian menemani tidurnya. Hingga akhirnya dirinya mengurungkan niatnya. Devian juga tak ingin jika kembar mengetahui permasalahan yang terjadi pada kedua orangtuanya.


" Mi..." Devian naik ke atas ranjang tempat mami nya tidur dan memanggil maminya di telinganya.


Mami Leli perlahan membuka matanya. Dan melebarkan matanya saat melihat sosok anaknya berada di kamarnya.


Mami Leli mengajak sang anak untuk mengobrol di balkon sambil menikmati pemandangan indah di luar.


" Apa yang sebenarnya terjadi ? Jelaskan sama mami ! " Mami Leli membuka obrolan.


" Ada terjadi kesalahpahaman antara aku dan Laura mi. Michael mantan kekasih Laura dan Monik anak Tuan Arnold relasi ku. Mereka mengatur rencana agar aku bersama Monik dalam satu kamar. Dan bodohnya aku menanggapi saat orangan suruhan mereka berpura - pura akan melakukan kerjasama denganku dan mengajak bertemu di sebuah club malam xxxxx. Memang aku dan Jo sudah merasa curiga dan akhirnya kami menyusun rencana untuk menjebaknya. Tim Jo sudah memantau ku. Bukan itu saja orang suruhan Jo sudah mengatur dalam penggerebekan itu. Mereka juga melibatkan tim polisi untuk penangkapan. Tapi dengan kecerdikan Michael, dirinya memposting di media sosial dengan cerita yang berbeda. Kesannya aku melakukan pengkhianatan pada Laura. Dan bodohnya, aku mabuk dan meminum obat perangsang tingkat tinggi. Hingga aku tak menyadari jika aku mengukung Monik dalam keadaan polos. Dan mungkin saja karna pengaruh obat setan itu, aku melakukan hal lebih dengan Monik. Untungnya Jo datang tepat waktu menolong ku , namun sayangnya Michael sudah menyebarluaskan hal itu, dan Laura mungkin saja jadi mengetahuinya. " Devian mencoba menjelaskan pada Maminya.


" Dasar anak bodoh, masa pengusaha hebat seperti mu bisa terjebak. Dasar saja kamu nya mau. Jadi siap saja jika Laura marah padamu. " Gumam Mami Leli.


" Tapi aku kan tidak berniat mi. Aku ini di jebak, bukan sengaja ! " Devian mencoba membela diri.


" Ya sudah terserah saja ! Yang penting bawa secepatnya menantu mami ke sini ! Karna hanya Laura yang akan selalu menjadi menantu mami. " Ucap Mami Leli tegas membuat Devian menelan Saliva nya.


Setelah puas berbincang, Devian meminta izin pada mami nya untuk tidur dan mempersiapkan kebutuhan nya untuk ke Inggris.


Devian menarik sebuah koper kecil untuk dirinya meletakkan pakaian yang akan di bawa.


" Jika ada kamu, aku tak akan seperti ini ! Pulang ya sayang ! Kumohon ! " Devian merebahkan tubuhnya di ranjang.


Dirinya mencoba memejamkan matanya, namun matanya sulit sekali terpejam. Pada besok jam 6 pagi dirinya akan terbang ke Inggris.


Devian terus saja membolak-balik tubuh nya ke kanan ke kiri memeluk guling, namun tak ada juga posisi yang pas. Terlebih kini sang soulmate sudah menjerit ingin melakukan pelepasan karna sudah satu Minggu tidak melakukan nya.


Dan akhirnya dengan terpaksa Devian melakukan senam lima jari agar dirinya bisa tertidur pulas.


" Laura.... merindukan mu ! Please jangan buatku tersiksa menahan kerinduan yang tak tertahan ini. " Ucap Devian frustasi.


Dan benar saja setelah melakukan pelepasan, matanya kini mulai meredup hingga akhirnya tertidur pulas.


*****


" Anak Mommy sudah cantik..." Ucap Laura yang baru saja memandikan dan mendandani putri cantiknya.


Aurel semakin hari semakin pintar, perkembangan sangat signifikan. Dan kelak dirinya akan menjadi anak genius seperti kakak - kakaknya.


" Hai kak El dan kak kalian sedang apa ? Maafkan Mommy yang terpaksa meninggalkan mu. " Ucap Laura lirih.


Laura pergi meninggalkan rumah bersama Aurel. Laura memilih di antar supir karna merasa repot membawa Aurel seorang diri sambil menyetir selain itu sudah cukup lama dirinya meninggalkan Inggris.


Tujuan pertama yang di datangi adalah perusahaan milik El di Inggris, Laura sengaja akan memberikan kejutan pada George. Karna sekarang yang memegang perusahaan El adalah George.


Laura berjalan sangat anggun memasuki perusahaan El, semua karyawan yang bekerja menunduk memberi hormat. Tanpa mengetuk lagi, Laura langsung masuk ke dalam.


" Laura...? Benarkah itu kamu ? " Ucap George dengan mata yang berbinar - binar melihat wanita yang di rindukan nya hadir di hadapannya.


" Ya George ini aku. Gimana kabar kamu dan perusahaan El ?" Sahut Laura ramah.


" Kapan kamu datang ? Mana kembar ? " Ucap George sambil mencari keberadaan Kembar.


" Mereka tak ikut dalam kunjungan ku kali ini. Mereka langsung pulang ke Indonesia, setelah El selesai mengikuti perlombaan. Dan aku dari Jepang Langsung terbang ke sini." Jelas Laura.


" Sayang sekali... padahal aku sangat merindukan mereka. Setelah kepergian kalian, dunia ku terasa sepi dan hampa. " Ucap George lirih.


" Lain kali mereka akan aku bawa ke sini, namun untuk sekarang belum bisa karna Audrey harus mempersiapkan untuk lomba olimpiade di Korea Selatan, selain itu mereka kemarin banyak ketinggalan pelajaran. Karna berada di Jepang 1 Minggu. " Ujar Laura.


" Ini data laporan selama kalian pergi ! Oh ya ini data usaha mu ! George menyerahkan dua buah laporan untuk Laura.


" Ini anak kamu Ra ? " Tanya George yang baru tersadar kehadiran anak kecil di dalam stroller. Karna Aurel sedang tertidur dan akhirnya Laura memilih meletakkan Aurel di stroller agar dirinya bisa lebih leluasa.


" Oh ya...ni kenali anak ku namanya Aurelia Zifanya. " George hanya menjawab O singkat.


George menatap sekilas bayi mungil yang ada di dalam stroller. Ada perasaan sakit yang di rasa olehnya saat Laura memutuskan untuk menerima Devian di hidupnya.


" Kamu lama di Inggris ? Suami mu ga ikut ? "


" Entahlah. Mungkin sampai urusan di sini selesai. Aku sudah terlalu lama meninggalkan Inggris lama. " Jawab Laura namun tak menjawab pertanyaan ttg suaminya.