My Kids My Hero

My Kids My Hero
Axelle dan Audrey anak genius



Axelle dan Audrey anak genius


" Terima kasih Tuan Devian dan Nyonya Laura atas undangan nya acara hari ini. " Ucap kepala sekolah tempat Axelle dan Audrey.


Malam ini sangatlah lengkap. Semua orang terdekat dengan kembar dan kedua orangtuanya hadir ke acara malam ini. Guru - guru dan juga kepala sekolah tempat kembar bersekolah ikut menghadiri acara undangan ini untuk merayakan keberhasilan kembar. Mereka merasa salut dengan kepintaran kembar yang tidak seperti anak seusianya.


Axelle dan Audrey adalah anak genius . Bukan hanya pintar berakting dan bergaya saja, namun Audrey juga sangat pintar dalam bidang sekolah. Dirinya selalu memenangkan lomba - lomba yang mengasah otak. Predikat murid berprestasi di sematkan kepada Audrey. Dirinya banyak memenangkan lomba cerdas cermat, lomba anak berprestasi, dan juga olimpiade matematika.


Berbeda hal nya dengan Axelle. Bukan hanya memiliki perusahaan sendiri di bidang IT dirinya juga dapat memecahkan permasalahan-permasalahan di bidang teknologi. Axelle sudah sering kali memenangkan perlombaan di bidang teknologi tingkat sekolah yang bisa mengharumkan nama sekolahnya bahkan di tingkat Internasional.


Mereka adalah sosok anak genius. Yang memiliki IQ di atas rata - rata. Memiliki kemampuan yang luar biasa tidak seperti anak seusia nya. Bahkan orang dewasa pun bisa di kalahkan kemampuan nya termasuk Daddy nya. Axelle bisa mengalahkan Perusahaan milik Daddy nya.


Sungguh sangat membanggakan kedua orangtuanya bila memiliki anak seperti mereka. Hal itu yang membuat Laura dan Devian tak pernah lepas dari rasa bersyukur.


Terlebih Laura yang merasakan hasil dari kedua anak genius nya. Bahkan Anak kedua genius nya yang telah merubah kehidupan nya. Di saat dirinya merasa hidup sendiri di dunia dan merasakan kehidupan yang sulit, kedua anak genius nya lah yang mengangkat derajat nya. Membantu dirinya untuk merebut semua harta Daddy dan juga menjadikan Laura orang yang sukses.


Axelle dan Audrey bukan hanya pembawa keberuntungan untuk Laura, namun mereka adalah Hero bagi Laura. My Kids My Hero. Yang menyelamatkan dirinya dari masa keterpurukan dan kesulitan.


Dia tak menyangka jika semua orang menganggap kehadiran kedua buah hati nya hanya sebuah aib belaka. Namun di balik semua itu malaikat yang tumbuh di rahimnya menjadi sosok anak genius yang menjadi malaikat penolong dalam hidupnya.


Setelah dirinya merasakan kepedihan hidup, kini dirinya bisa menikmati kebahagiaan dari buah kesabaran yang dia lakukan selama ini.


" Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran Pa guru dan Bu guru serta bapak kepala sekolah dalam acara malam ini. " Ucap Devian ramah.


" Sama - sama pak. Kami permisi dulu , izin pulang. " Sahut kepala sekolah yang mewakili semua pihak sekolah yang hadir.


Serangkaian acara telah selesai, acara malam ini terbilang sangat sukses. Semua tamu yang hadir menikmati acara dengan terhibur, dan merasa puas dengan jamuan mewah yang di sediakan orang tua kembar untuk para undangan yang hadir.


Dua anak genius itu tak pernah lepas dari genggaman sang Mommy. Laura ingin lebih fokus pada kembar di acar tersebut. Sedangkan Aurel di asuh oleh mertua dan juga baby sister nya.


" Sayang...apa kalian berdua bahagia dengan acara malam ini ? " Tanya Mommy Laura yang kini sedang merangkul kedua anak kembarnya di dalam mobil menuju pulang.


" Terima kasih Mommy dan Daddy...Kami bahagia atas pesta kejutan yang kalian berikan. " Sahut Audrey dan Axelle sambil mengecup kedua pipi orang tuanya secara bergantian.


" Mommy dan Daddy sangat bangga pada kalian...terus berkarya untuk meraih kesuksesan. Namun ingat tetap jaga kesehatan dan nikmati masa kecil kalian ! " Ujar Daddy Devian.


Audrey merangkul mesra sang Daddy, menjatuhkan kepala nya pada dada bidang Daddy nya.


" I LoVe You Mom and Dad..." Ucap Axelle memandang wajah kedua orang tua nya secara bergantian.


" Disneyland. Inggris. " Jawab Audrey dan Axelle bersamaan namun tak kompak.


Audrey sangat menginginkan ke Disneyland, karna selama ini dirinya belum Pernah main ke Disneyland. Pastinya anak kecil seusianya sangat menginginkan yang mengarahkan ke tempat permainan.


" Aku rindu tempat kelahiran ku Mom and Dad....Aku sudah tidak sabar ingin ke Perusahaan ku di sana. Aku juga ingin memberitahu Perusahaan ku pada Daddy. " Jelas Axelle membuat Devian Laura tertawa geli.


Karna di saat anak seusianya menginginkan bermain, justru yang di pikirkan Axelle yaitu pekerjaan.


" Suatu ide yang bagus...Daddy juga penasaran dengan Perusahaan yang sudah mengalahkan Perusahaan Daddy..." Devian terkekeh.


" Tapi aku ingin ke Disneyland juga, Dad...." Protes Audrey.


" Baiklah...Daddy akan segera mengatur jadwal kosong untuk menikmati liburan bersama kalian. Kita akan ke Inggris dulu baru ke Disneyland. Gimana ? " Sahut Devian.


" Tapi Dad...semua itu membutuhkan waktu yang sangat lama tidak mungkin sebentar. Paling tidak 2minggu, Dad..." Gumam Axelle.


" Tak perlu khawatir sayang...Mommy mu akan meminta izin pada pihak sekolah dan untuk pekerjaan Daddy akan di urus sama om Jo..." Sahut Devian membuat Jo menelan Saliva nya.


" Kalian yang liburan, lagi - lagi aku yang menderita. Nasib...nasib..." Gerutu Jo dalam hati.


" Tak usah menggerutu dalam hati. " Ujar Devian membuat sang asisten tersentak kaget.


" Ti...tidak Tuan. Saya tak keberatan jika harus menggantikan posisi anda. " Ucap Jo takut karna dirinya sudah mendapatkan tatapan tajam dari Tuannya.


" Tau aja sih isi dalam hati ku, Jangan - jangan sekarang Tuan punya Indra ke enam ." Ucap Jo lirih dalam hati.


Setelah melewati perjalanan cukup lama, karna suasana jalanan cukup padat. Karena lokasi hotel tempat acara merupakan daerah macet saat hari libur tiba. Akhirnya mobil yang membawa kembar, Devian , Laura , Mami Leli, dan juga baby sister Aurel dan juga kembar telah sampai di kediaman Devian.


Devian turun dengan menggendong Audrey, karna Audrey yang merasa lelah dan ngantuk hingga tak kuat berjalan. Setelah hadirnya Devian di kehidupan nya, Audrey memang lebih dekat dengan Sang Daddy. Hingga akhirnya tadi Devian memilih duduk di bangku tengah bersama Laura, sedangkan Mami Leli di bangku depan di sebelah Jo yang menyetir mobil.


" Dad...temani aku tidur...! " Ucap Audrey. Seperti biasanya jika Daddy nya sempat, dirinya selalu minta di temani tidur.


" Daddy bersih - bersih dulu ya, baru tar ke kamar kamu lagi. Nemani kamu tidur. " Sahut Devian.


" Sayang...kamu jangan tidur dulu ya ! Aku nidurin Audrey dulu ya. Aku sudah sangat rindu padamu. " Ucap Devian di telinga Laura, membuat bulu kuduk Laura berdiri.


Meskipun ini bukan pertama kali nya, namun dirinya saat ini merasa takut jika harus berhubungan intim dengan suaminya setelah kelahiran Aurel.