My Kids My Hero

My Kids My Hero
Bertemu orang masa lalu



" Sayang...aku sudah lelah sekali. Kasihan Aurel juga di tinggal terus. Dan lihatlah asi mu sudah merembes, baju mu sudah mulai basah. " Ucap Devian lembut mengajak Laura pulang.


Dan akhirnya Laura menuruti keinginan suami, karna apa yang di katakan suaminya memang benar.


" Aku ga menyangka ternyata kamu jika sudah bekerja tak ingat waktu ya, cara kerja mu lebih gila dari aku. Pantas kembar selalu semangat meraih keinginan nya, mereka tumbuh jadi anak genius. Orang Mommy nya aja seperti ini. " Ujar Devian sambil mengelus rambut Laura.


" Bukan hanya mirip Mommy nya saja, namun banyak sifat mu yang menurun pada kembar. Terutama Axelle. Sikapnya sangat dingin, namun pekerja keras. " Sahut Laura sambil memberikan senyum manisnya.


Akhirnya mobil mereka telah sampai di kediaman milik Laura. Laura masuk lebih dulu dari pada Devian.


" Sus...Aurel mana ? " Tanya Laura saat pertama kali masuk.


" Nona Aurel sedang tidur, Nyonya. "


" Owh...ya sudah. Aku mau mandi dulu dan pompa asi dulu, payu**** ku sudah bengkak. " Laura pergi meninggalkan suster yang menjaga Aurel.


Laura memutuskan langsung membersihkan diri, karna dirinya secepatnya harus mengeluarkan asi. Karna payu**** nya sudah sangat kencang dan sakit.


" Huhft....sakit sekali. " Ucap Laura sambil meringis kesakitan.


Laura keluar hanya menggunakan bathrobe, karna dirinya akan langsung memompa asi. Dirinya menduduki bokongnya di sebuah sofa.


Devian masuk, dan matanya langsung tertuju pada penampilan sang istri. Dirinya berusaha menelan Saliva nya, melihat penampakan bukit kembar istri nya yang sangat menggoda. Terlebih ukurannya berubah sangat besar, karna terisi asi.


" Aaaaw....sakit. " Ringis Laura, karna baru hari ini dirinya meninggalkan Aurel Berjam - jam.


" Kenapa yang ? Sakit ya ? Mau aku bantu mengeluarkan nya ? " Laura langsung menggelengkan kepala, karna dia sangat tahu pasti suaminya bukan hanya membantunya. Namun akan berbuat lebih, sebagai upahnya.


Laura mengompreskan payuda** nya dengan air hangat, dan melakukan massage di area payuda** nya. Perlahan asi itu keluar deras, hingga rasa sakitnya menjadi berkurang.


Dan lagi-lagi Devian mencoba menahannya. Padahal dirinya tadi memilih untuk mandi, agar tak fokus menatap milik istrinya.


" Udah mendingan ? " Ucap Devian dan matanya justru beralih pada ponselnya, tak berani menatap sang istri.


Laura bisa mengerti, bahwa saat ini suaminya sedang berusaha menahan hasratnya. Dan bahkan Laura bisa lihat soulmate kebanggaan nya sudah membesar di balik celana suaminya.


Laura terkekeh dalam hati melihat ekspresi suaminya. Dan dirinya berniat ingin menggoda suaminya. Dirinya menghampiri suaminya yang sedang duduk di pinggir ranjang dan membuka bathrobe yang menempel di tubuhnya di hadapan suami. Dan dirinya berlenggak lenggok layaknya seorang model menuju walk in closet.


Glek...


Devian terus mencoba menahannya, namun ternyata dirinya tak kuasa menahannya. Hingga dirinya memilih menghampiri sang istri.


Diam - diam dirinya merayap menghampiri sang istri dan memeluknya dari belakang.


" Nakal ya kamu... berani-beraninya kamu menggodaku. Sekarang kamu harus tanggung jawab, karna soulmate sudah tak bisa lagi menahannya. " Ucap Devian sambil melepaskan satu persatu pakaian yang menempel di tubuhnya.


" Ka...kamu mau apa ? Aku lelah, ingin istirahat. " Laura mendorong tubuh sang suami yang sudah berjarak hanya setengah sentimeter.


Tanpa basa-basi Devian langsung membopong tubuh sang istri dan meletakkan nya di ranjang. Dirinya juga melepaskan pakaian yang baru saja di gunakan sang istri.


" Siapa suruh membangunkan singa yang kelaparan. Kamu sudah tak bisa lagi pergi. " Ucap Devian dan langsung meraup bibir sang istri.


Meskipun Laura terus memukuli dada sang suami, namun nyatanya tak sanggup mengalahkan nafsu suaminya yang sudah bergelora. Dan mau tak mau dirinya harus menikmati permainan ranjang untuk kesekian kali.


Dan semua berakhir dengan skor 2-3, di menangkan oleh Devian. Karna bukan namanya Devian jika hanya bermain satu kali saja.


Kini kedua nya sedang merasakan degupan jantung yang berpacu sangat cepat dan nafas terengah-engah.


" Sayang....gimana kalau besok kita pulang ? Kasihan juga anak-anak sudah di tinggal cukup lama. " Ucap Devian yang matanya kini beralih menatap sang istri.


" Kamu pulang duluan saja, nanti aku akan menyusul. Karna kerjaan ku belum selesai. " Ujar Laura santai. Namun langsung mendapatkan penolakan dari Devian.


" No...kita akan pulang bersama. Kamu tega harus merasakan seperti bujangan kembali ? Kalau aku pengen gimana nanti ? "


" Kan beberapa hari kamu di sini, kamu sudah puas. Nah besok saatnya kamu berpuasa. " Laura menggoda suami, dan hasilnya tetap sama sang suami tak sanggup jika harus berpisah dengan nya.


" Yang...aku ini kan pikirannya banyak. Tingkat stres ku sangat tinggi. Makanya aku butuh pelepasan, agar Aku bisa merasa rileks kembali. " Sahut Devian.


" Ya sudah besok siang kita kembali ke Indonesia, aku juga sudah sangat merindukan kembar dan mami. Kasihan Jo juga jika kamu berlama-lama di sini. " Ucap Laura, namun membuat Devian cemburu karna merasa kasihan dengan pria lain.


\=\=\=\=\=\=\=


Laura, Aurel, dan Devian sudah bersiap-siap untuk pulang. Mereka akan pulang menggunakan jet pribadi milik Devian. Setelah berpamitan pada semua pegawai di sana, mereka berangkat.


Setelah mengudara berjam-jam di langit, akhirnya mereka sampai di Indonesia. Mereka sengaja tak memberikan kabar tentang kepulangan mereka kepada mami Leli dan juga kembar, karna mereka ingin memberikan kejutan.


" Mommy...I Miss you..." Audrey langsung berhambur ke pelukan sang Mommy dan di ikuti juga dengan Axelle.


" Mom...please don't leave me again ! " Ucapan yang keluar dari bibir Audrey.


Laura memeluk erat putrinya, memang ini adalah waktu terpanjang dirinya meninggalkan kembar setelah bulan madu dulu.


" Mommy mau membersihkan diri dulu, ayo kalau mau ikut. " Ujar Laura.


Audrey menunggu sang Mommy, dan dirinya memilih mengajak main adiknya. Karna dirinya sangat merindukan adik kecilnya yang sangat menggemaskan.


" Rey...gimana sekolah mu dan El ? Selama Mommy tak ada, kamu tetap rajin berlatih kan ? " Laura menghampiri Aurel.


" Tentunya Mom...karna aku memang sudah berniat untuk memenangkan perlombaan ini. " Ucap Audrey membuat sang Mommy bahagia mendengar nya.


" Ya udah malam ini kalian tidur sama Mommy aja ya, Mommy sangat merindukan kalian. " Ucap Laura sambil melihat ke arah anak kembarnya secara bergantian. Namun ternyata Axelle memilih untuk tidur di kamarnya.


Anak dan Mommy tidur saling berpelukan, begitu juga Devian yang ikut juga memeluk keduanya


\=\=\=\=\=


" Sayang...apa kau tak mau mengunjungi Michael, Monik sebelum mereka di pindahkan ? " Ucap Devian di sela - sela Laura memasangkan dasinya.


" Boleh...nanti aku akan ke kantor mu dulu, dan kita berangkat bersama. Aku juga mau menemui Tante Mira, melihat keadaan nya. "


" Baiklah...aku tunggu kamu pas waktu makan siang. "


Laura kini sudah sampai di perusahaan Devian. Dan mereka memutuskan untuk makan siang lebih dulu dan setelah itu baru pergi bertemu orang masa lalu mereka.


Laura dan Devian bergandengan mesra memasuki tempat kunjung untuk bertemu mereka, orang masa lalu.


Monik memilih menundukkan kepalanya, terlihat wajah penyesalan di dirinya. Berbeda hal nya dengan Michael yang justru merasa tak terima dengan perbuatan Devian.


" Lepaskan aku breng*** ! Suatu saat aku akan membalas mu. Laura ku mohon lepaskan aku ! "


" Hei .. tempat mu itu cocoknya di sini ! Aku tak akan pernah membiarkan kau menghirup udara segar ! " Ucap Devian dingin.


" Dev...ku mohon cabut gugatan mu ! Aku janji tak akan mengganggu mu lagi ! Laura maafkan aku...Hiks ..hiks .." Monik terisak tangis membuat Laura merasa iba meskipun Monik sempat ingin merebut Devian darinya.


" Ayo sayang...kita pulang ! " Devian menarik tangan Laura.


" Sekarang kita temui Tante Mira ya sayang..."


\=\=\=\=\=\=


" Mau apa kalian datang ke sini ? Belum puaskan kalian menghancurkan diriku ? Aku memang bodoh, terlalu mempercayai dirimu Dev...Dan kamu untuk Laura, suatu saat nanti aku akan menghancurkan kau kembali ! " Tante Mira tertawa dengan keras, dan di akhiri tangisan karna harus merasakan di posisi seperti itu.


" Ayo pulang sayang....tak sepantasnya kau memikirkan keadaannya. Ib*lis tetap lah ibl** ! " Ucap Devian geram dan langsung menarik tangan Laura