My Kids My Hero

My Kids My Hero
RINDU



RINDU


 


“  Selamat pagi Nyonya Laura, saya sudah ada di lobby apartemen anda untuk menjemput anda dan kembar. “ Ucap Asisten Jo di panggilan ponsel.


Laura menggandeng kedua anak kembarnya menuruni Lobby tempat asisten Jo berada. Laura mengeryitkan keningnya kala tak melihat sosok Devian yang menjemputnya, namun dirinya merasa malu jika harus bertanya pada Jo. Terlebih Laura tau jika Devian adalah seorang pengusaha hebat yang pasti banyak memiliki urusan bisnis.


Entah mengapa dirinya merasa kehilangan sosok laki – laki yang selama ini selalu hadir di hidupnya. Tanpa sadar kini dirinya sedang di landa kerinduaan pada Devian, laki – laki yang telah memporak porandakan hatinya yang selama ini tertutup untuk seorang laki – laki.


Kini mereka telah sampai di perusahaan Abadi Jaya milik Axelle dan juga Devian. Untuk urusan tender dan meeting dengan pihak lain, sementara waktu Axelle masih terus di damping Devian terlebih Axelle masih belum mahir berbahasa  Indonesia saat berbicara pada klien – klien perusahaan mereka.


Laura menyenderkan tubuhnya di sebuah sofa di ruangan Axelle, sungguh dirinya merasa tak bersemangat. Dirinya


merasa sepi saat Devian tak juga memberi kabar kepada nya. Audrey yang melihat sikap Mommy nya hanya bisa tersenyum Bahagia dan menghampiri sang kakak yang sedang sibuk di depan laptopnya. Kini kedua mata mereka sedang memandang wajah sang Mommy yang memejamkan matanya.


Laura merasakan rindu yang luar biasa saat ini. Dirinya sedang mengingat kejadian dirinya bersama Devian beberapa hari lalu di apartemen dirinya. Senyum manis dan wajah tampan Devian pun kini hadir di bayangan Laura.


Tak berbeda jauh kini yang di rasakan Devian. Devian sedang menatap wajah cantik Laura di galeri ponselnya. Diam – diam Devian sering kali mencuri untuk memfoto Laura untuk koleksinya. Devian merasakan bahwa kini dirinya merasakan rindu kepada sosok Wanita cantik yang selalu terpatri di hatinya. Sungguh dirinya sebenarnya tak sanggup harus terpisah waktu meskipun hanya satu hari saja. Namun dirinya terpaksa harus melakukan ini, karna dia harus mengurus semuanya agar cepat selesai dan mendapatkan Laura seutuhnya.


Kehadiran pengacara nya membuat lamunannya terhenti. Kini dirinya sedang berbicara empat mata dengan sang pengacara untuk mengurus semuanya. Devian teresenyum Bahagia saat dirinya telah mendapatkan draft over alih kepemilikan perusahaan Ronald. Pengacaranya pun sudah mendapatkan orang yang dapat di jadikan alat untuk mendekati Mira untuk membeli rumah itu tak lupa sang pengacara juga sudah membuatkan sebuah draft akta jual beli atas nama Axelle. Devian merasa puas dengan pekerjaan sang pengacara.


Rencana nya hari ini juga orang sewaannya akan melakukan transaksi jual beli. Devian akan membeli rumah itu senilai 5 milyar. Devian langsung mentransfer nominal itu ke rekening pengacaranya untuk di teruskan kepada Mira.


Tak selang beberapa waktu Mira langsung menghubungi Devian. Devian mengangkatnya dengan bersikap biasa. Dirinya berusaha untuk berakting agar Mira tak merasa curiga. Mira memberi tahu pada Devian bahwa hari ini rumah Tuan Ronald akan ada yang membeli dan dirinya meminta Devian mencarikan sebuah rumah lagi atau sebuah apartemen yang kelaknya mereka akan tempati berdua setelah menikah. Saat itu juga Devian sudah memberitahukan pada Mira bahwa masalah semua pengurusan over alih perusahaan Ronald kepada Devian telah selesai, Mira hanya perlu menandatangani. Dengan senang hati Mira menerima pertemuan dirinya dengan Devian.


Siang ini juga Devian mengajak Mira untuk bertemu untuk menandatangani surat tersebut. Tanpa pikir panjang Mira langsung bersemangat. Dirinya sudah bermimpi akan merajut Kembali cintanya pada laki – laki tampan yang dulu pernah menjadi kekasihnya.


“  Janganlah bermimpi aku akan memberikan rumah atau apartemen untuk mu karna penjara lah tempat kamu untuk selanjutnya kamu melanjutkan hidup. Dan sampai kapan pun aku tak akan pernah sudi menikahi Wanita ja**** seperti mu yang rakus akan harta. Terima lah balasan dari semua perbuatan jahat dirimu selama ini ! “ Ucap Devian dalam hati setelah mengakhiri panggilan dari Mira.


“ Jangan panggil Tuan Devian Daddy, Rey…Dia bukan Daddy mu. Mommy tak mau Tuan Devian marah kepada kita mendengar panggilan mu. “ Ucap Laura.


“ Tidak Mom..Justru dirinya sangat suka jika aku dan kakak memanggil dirinya Daddy. Terlebih aku sangat menyayangi dirnya. Ayo lah mi…segera menikahlah pada Daddy…”  Ungkap Audrey yang membuat Laura diam tak


berguming.


Sungguh dirinya sampai saat ini tak mengerti perasaan yang dirasakannya saat ini. Namun yang pasti ada rasa rindu saat Devian tak ada di sampingnya dan ada perasaan hangat saat dirinya berada dalam dekapan Devian. Laura juga merasa senang dengan sikap Devian kepada kedua anak kembarnya, dirinya merasa Devian adalah sosok Daddy yang pantas untuk kedua anak kembarnya. Tapi Laura mencoba menahan diri, karna dirinya dengan Devian baru saja saling mengenal meskipun sudah lama dirinya mengidolakan sosok Devian. Laura tak mau terburu – buru mengambil keputusan, terlebih sosok Devian masih sering kali sulit di mengerti. Dia tak merasakan


sakit hati lagi atas sebuah cinta. Bahkan sampai saat ini dirinya tak pernah mengetahui sosok lakin – laki yang menghamili dirinya.


Mira telah sampai di Gedung Abraham Group. Sungguh hatinya merasa senang bisa menginjakkan Kembali perusahaan milik kekasihnya dulu. Dan dirinya juga yakin bahwa taka da Wanita lain yang hadir di hidup Devian setelah dirinya berpisah dengan Devian. Mungkin dirinya lah satu – satunya Wanita beruntung yang sudah di pilih Devian.


Dengan sombongnya Mira berjalan berlenggak lenggok layaknya seorang model. Bahkan dirinya sempat membentak sekertaris Devian yang sempat menahan dirinya untuk langsung masuk ke ruang Devian.


Untungnya ada asisten Jo keluar yang sudah di perintahkan Devian untuk menemui Mira. Devian merasa kesal dengan sikap angkuh Mira dengan sekertarisnya. Untungnya Devian sedang menatap layar cctv kantornya yang mengarah ke ruangannya, jadi dia mengetahui kalua Mira berbuat ulah.


Devian menarik nafas panjang untuk bersikap sabar agar skenarionya bisa berjalan lancar.


“ Sayang…” Ucap Mira yang langsung mengampiri Devian dan mengecup bibir devian.


“ Duduk lah di sofa, Tunggu sebentar ! Aku selesaikan dulu pekerjaanku sedikit. “Ucap Devian dingin tak menghiraukan Mira yang kini menghentak – hentakkan kakinya  merasa kesal mendapatkan penolakkan dari Devian.


Mira menduduki bokongnya di sofa dan terus memandang wajah tampan laki – laki di hadapannya. Dirinya membayangi kalau sebentar lagi dirinya akan mendapatkan Devian seutuhnya.Sungguh dirinya merindukan kasih sayang dan keromantisan yang di lakukan Devian  dulu kepadanya. Mira juga sangat merindukan belaian dan permainan ranjang Devian hingga membuatnya kini terbingkai senyum. Berbeda hal nya dengan Devian yang masih sibuk menandatangani lembaran demi lembaran.


“ Permisi Tuan…ini berkas yang harus di tanda tangani Tuan dan juga Nyonya Mira. “ Ucap Jo sambil meletakkan


amplop coklat berisi berkas pengalihan hak terhadap Perusahaan milik Ronald Smith.