
" Rey, El...hari ini Mommy yang antar kalian ke sekolah ! "
" Yeay...asyik ..Thank you Mom..." Audrey berhambur ke pelukan sang Mommy, melampiaskan rasa senangnya.
" Sayang...kamu di antar supir aja berangkat nya ! " Ucap Devian yang berjalan menghampiri.
" Aku nyetir sendiri aja, mau sekalian ke makam mami sama Daddy. "
" Ya sudah hati-hati. Daddy berangkat ya ! " Ucap Devian berpamitan dengan anak- anaknya dan Laura.
Mereka saling melambaikan tangan...
" Ayo kalian naik ! " Laura naik lebih dulu, setelah Devian pergi mereka pun berangkat juga
" Dah...nenek..." Kembar melambaikan tangan ke luar jendela saat sang nenek keluar menghampiri mereka.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, mobil Laura sudah terparkir mulus di halaman parkir sekolah kembar.
Laura menggandeng kembar kanan dan kiri menuju kelas mereka. Laura mengantarkan hingga sampai di dalam kelas. Dan saat bertemu El dan Rey, Laura menanyakan tentang keberangkatan ke Korea.
" Mom...tunggu sampai jam 9 bisa di sini ? Kami akan memperlihatkan kepintaran Audrey dalam berlatih. " Ucap Mis. Naura
" Baiklah....Aku akan menunggu nya. "
Laura memilih menunggu di kantin. Dan mengambil ponselnya di dalam tas nya untuk menghubungi sang suami.
" Ya sayang...." Devian langsung menjawab panggilan dari sang istri.
" Sibuk ? " Tanya Laura membuat Devian mengerutkan keningnya.
" Kamu memang nya di mana ? "
" Masih di sekolah kembar, nunggu jam 9 sampai Audrey latihan buat lomba. " Devian justru mengalihkan panggilan nya ke video call
" Ya sudah nanti aku mampir ke sana dulu, sebelum aku datang ke pertemuan. "
" Kalau kamu ga sempat ga usah yang. Ini juga kan cuma latihan. "
" Ga apa. Ini bentuk perhatian ku pada Audrey, selama aku bisa aku akan membagi waktu ku untuk anak - anak dan Mommy. " Ucap Devian membuat Laura tersenyum senang.
Laura mengakhiri panggilan dengan suaminya dan beralih menghubungi ibu mertuanya untuk mengobrol dengan Aurel melepas rasa jenuhnya.
" Jo, sebelum kita pergi ke pertemuan Tuan Hansen. Kita mampir dulu ke sekolah kembar. Aku ingin melihat Audrey latihan dulu ! " Ucap Devian.
" Ya...Tuan. "
" Memang Daddy yang luar biasa, di sela-sela kesibukannya berusaha menyempatkan waktunya. Semoga kelak setelah aku menikah, aku bisa seperti nya. " Gumam Asisten Jo.
Kini mobil yang membawa Devian sudah sampai di sekolah Kembar. Devian datang lebih cepat.
" Sayang...kamu di mana ? Aku sudah sampai di sekolah kembar ? "
" Aku di kantin di dalam sekolah kembar. "
" Baiklah aku ke sana..." Devian bergegas menghampiri sang istri, sedangkan Jo memilih menunggu di parkiran.
Devian berjalan sangat gagah memasuki sekolah mencari keberadaan sang istri.
" Dad..." Teriak Laura dan melambaikan tangannya memberi kode bahwa dirinya di sana.
Devian menghampiri sang istri yang sedang duduk menikmati es jeruk.
" Mau pesan apa ? "
" Es jeruk saja sama dengan kamu. " Laura memesan minuman untuk suaminya yang sama dengan dirinya.
" Mommy...jika seperti ini kaya anak gadis aja. " Devian membisikkan di telinga sang istri.
" Makanya besok-besok pakaiannya kaya anak gadis seperti ini. "
Perbincangan mereka terhenti saat es jeruk yang di pesan sampai. Devian langsung meminumnya sampai habis.
" Ayo kita ke kelas Audrey ! Kita tunggu dekat sana saja ! " Ajak Devian dan Laura mengikuti nya karna jam sudah menunjukkan pukul 9 tepat.
Laura dan Devian kini sudah sampai di depan kelas Kembar. Mis. Naura keluar menghampiri kedua orang tua kembar.
" Cantik dan ganteng. Kedua orangtuanya pun bukan orang sembarangan. Pantas anak nya bisa hebat dan cantik ganteng, semua menurun dari orang tuanya. " Gumam Mis. Naura saat melihat Devian.
Mis. Naura langsung memanggil Audrey dan mengajaknya ke ruangan pertemuan orang tua.
Audrey terus menggenggam tangan sang Mommy dan duduk dekat sang Mommy.
" Jangan grogi ! Anggaplah kami juri kamu nanti ! Lakukan yang terbaik seperti kamu sudah di arena perlombaan ! " Ucap Mommy Laura memberi semangat.
Dengan percaya diri Audrey menjawab semua pertanyaan dengan cepat dan benar. Membuat kedua orangtuanya merasa bangga. Melihat kepintaran anak sekecil itu.
Setelah latihan selesai, Laura dan Devian berpamitan pulang dengan Audrey dan Axelle.
" Sayang...dulu saat kamu hamil kembar, kamu makan apa sih ? Ko mereka bisa jadi anak genius gitu sih ? " Pertanyaan Devian membuat Laura terkekeh.
" Makan hati. Karna Daddy nya tak ada di samping Mommy nya. " Jeder membuat Devian hati nya tersentak.
" Aish...ternyata menyakitkan itu bisa membuat seseorang menjadi kuat. Ya sudah jika nanti Mommy hamil lagi, Daddy akan buat hati Mommy sakit lagi. Berselingkuh dengan wanita lain, biar Mommy melahirkan anak genius lagi. " Devian tertawa terbahak bahak menggoda sang istri.
" Coba saja, tapi untuk kali ini. Mommy tak akan pernah bersama Daddy lagi meskipun akan melahirkan anak genius lagi. " Laura memanyunkan bibirnya.
" Tidak akan Mommy. Sampai kapanpun Daddy ga akan lagi menyakitkan Mommy. Lagi pula seperti nya 3 anak cukup. Kapan Mommy memanjakan Daddy jika terus melahirkan dan mengurus baby. "
" Dasar Daddy mesum. Ga ada puasnya. Ya sudah kerja lagi sana ! Mommy juga mau lanjut ke makam ."
" Jo, bisa di batalkan ga pertemuannya ? Aku ingin menculik Mommy anak - anak ke hotel. " Membuat wajah Laura merona, bisa-bisa nya suaminya berucap seperti itu di depan sang asisten.
Sedangkan Jo hanya bisa menghela nafas panjang, dan mengucap kata sabar dalam hatinya. Menghadapi bos mesumnya yang tak mau rugi.
" Udah sana...Kerja yang benar ! Aku mau lanjut juga. " Laura mengusir suaminya.
\=\=\=\=\=\=
Hari ini Laura dan Audrey sudah bersiap-siap berangkat ke Korea. Mereka berangkat menggunakan jet pribadi. Perwakilan guru yang mendampingi pun ikut bersama mereka.
Untuk perjalanan kali ini, Mami Leli dan Axelle tidak ikut. Karna Axelle memilih tetap sekolah. Namun Laura tetap membawa Aurel dan susternya.
" Semangat ya anak Daddy. Nanti jika kamu menang, Daddy akan mengajak mu liburan ke Disneyland. " Ucap Daddy Devian membuat Audrey bahagia.
" Hore....aku pasti semangat Dad ! " Ucap Audrey dengan mata berbinar-binar.
Perwakilan guru yang melihat nya, ikut merasa bahagia dengan kedekatan anak dan Daddy nya. Memang benar peran serta orang tua sangat penting dalam perkembangan otak anak. Dan hal itu sudah ada contoh nya terjadi pada kembar dan kedua orangtuanya.
Setelah menempuh perjalanan mengudara berjam-jam akhirnya mereka telah sampai di Korea. Ini hal pertama bagi Audrey dan Laura menginjakkan kaki nya di negara Korea.
Perlombaan akan di adakan besok, dan untuk hari ini mereka akan menghabiskan waktu mereka untuk berjalan-jalan.
Hari ini adalah waktu nya Audrey akan melakukan perlombaan olimpiade matematika.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian !!!ππ
Dukungan kalian sangat berarti untuk Author, mampir juga di karya Author lainnyaπππ€ππ
Aku dan mantan kekasih suamiku
Kisah Aluna
Berbagi cinta madu dalam pernikahan ku