My Kids My Hero

My Kids My Hero
Berita terbaru



" Seorang pengusaha hebat terkenal di temukan bermalam di sebuah hotel xxxxx bersama seorang model berinisial xxxx. " Berita pagi ini di media cetak maupun berita terbaru media lainnya.


Jantung Laura berdegup kencang, tubuhnya bergetar saat melihat pesan masuk di watshap nya berita tentang penggerebekan seorang pasangan bukan suami istri di kamar sebuah hotel. Namun sayangnya berita itu di buat tidak seperti apa yang terjadi sebenarnya.


" Ternyata yang membuat perasaan ku tak enak itu, ternyata ini. " Gumam Laura dalam hati.


Entah mengapa bukannya dia mencari kebenaran yang ada, justru dirinya langsung mempercayai begitu saja. Terlebih wanita yang bersama suaminya itu adalah Monik, wanita yang sempat dia cemburu hingga dirinya mengalami kecelakaan.


" Dasar laki - laki breng***, susah di rubah. Anak sudah tiga saja masih aja. Bilang cinta, bilang sayang tapi nyatanya baru di tinggal sebentar aja da main gila. " Laura terus saja menggerutu dalam hati.


Di kantor Devian...


" Tuan, berita anda masuk ke berita terbaru ? " Ucap Jo menyerahkan ponselnya pada Devian.


" Breng***...siap yang buat pemberitaan ini ! Jo segera hapus berita ini, cari siapa yang membuat pelaku penyebaran berita ini. Laporkan pencemaran nama baik ! " Ujar Devian.


" Ini pasti dalang dari perencanaan ini ! Merubah cerita yang sebenarnya. Seolah-olah terjadi penggerebekan, aku ada fair dengan Monik ! "


Karna seharusnya berita itu " Seorang pengusaha hebat dan terkenal mengalami penjebakan, hingga dirinya harus berada di dalam kamar bersama wanita. Bukan penggerebekan ! "


" Ya Tuhan semoga Laura tak mengetahui hal ini, ku yakin Laura pasti salah paham. Tapi biar saja dulu, aku yakin jika Laura mengetahui nya dia pasti akan marah dan aku akan menjelaskan nya. " Ucap Devian dalam hati, namun ternyata langkah yang dia ambil salah.


Laura memilih memendam nya dan mengambil tindakan tegas meninggalkan Devian, bukan memarahi suami meminta penjelasan.


" Aku alasan saja harus segera ke Inggris, karna kehadiran ku di butuhkan di sana. Seperti nya ini alasan yang tepat. Rasain jika tanpa aku !!! "


Laura menghampiri ibu mertua dan kembar karna rencananya hari ini mereka akan pulang, sesuai rencana.


" Mi, aku titip kembar ya. Aku harus segera ke Inggris, ada hal penting yang harus aku urus di sana. Dan kamu El dan Rey kamu pulang sama nenek ya...! " Ucap Laura.


" Mommy...aku iku ! " Ujar Kembar kompak.


" Jangan sayang...kalian harus pulang bersama nenek ! Nanti kalian ketinggalan sekolah, karna kemungkinan Mommy lama di Inggris. " Laura merangkul kedua tubuh anaknya.


" Tapi aku pasti merindukan Mommy...Hiks...hiks..." Sahut Audrey.


" Anak Mommy yang pintar jangan nangis, nanti cantiknya hilang loh ! " Laura menghapus air mata yang membasahi wajah Audrey. Jujur saja dirinya juga merasa sedih harus meninggalkan anak kembarnya.


Selama ini dirinya tak pernah jauh dari anak kembarnya, namun demi sebuah misi memberi pelajaran kepada suaminya, dirinya terpaksa melibatkan kedua anaknya demi melancarkan misinya.


" Mommy berangkat duluan ya ! Jaga diri kalian ya ! Sus titip kembar ya ! Mi, aku berangkat ya ! Pesawat ku sebentar lagi soalnya, aku harus segera berangkat ke Bandara. " Jujur saja Laura tak sanggup berlama-lama, hatinya bertambah sedih.


" Apa kamu sudah menghubungi Devian mengenai keberangkatan mu ? " Tanya Mami Leli.


" Tadi aku sudah mencoba menghubungi Devian, namun Devian belum merespon. Nanti aku akan coba lagi menghubungi nya. " Ucap Laura mencoba menutupi kebohongan nya, dan membuat mertua nya tak curiga.


" Mommy berangkat dulu ! I LoVe You.... Belajar yang pintar, jangan nakal ! " Ucap Laura sambil mencium kedua anak nya secara bergantian.


" Dah...." Laura melambaikan tangannya dari dalam taksi yang membawa dirinya ke Bandara.


Devian mencoba menghubungi Laura untuk menanyakan tentang kepulangan mereka, namun sayangnya nomor ponsel Laura tak aktif. Hingga akhirnya Devian memilih menghubungi Maminya.


" Mungkin sudah di pesawat..." Jawab Mami Leli santai, namun membuat Devian terkejut.


" Apa ? Memangnya Laura ke mana ? Bukankah kalian baru akan berangkat naik jet ? " Banyak pertanyaan terlontar dari bibir Devian.


" Memang nya kamu tidak tahu jika Laura ke Inggris ? " Tanya Mami Leli bingung.


" I..Inggris ? " Tanya Devian balik.


" Ya...Laura tadi izin langsung ke Inggris. Dia pergi bersama Aurel. " Jelas Mama Mila membuat jantung Devian berdegup sangat kencang.


" Ya sudah...nanti ku hubungi Laura lagi. Jam berapa mami akan kembali ke Indonesia ? "


" 1 jam lagi, kami sedang bersiap - siap ! " Sahut Mami Mila.


" Ya sudah hati - hati ! Semoga kalian selamat sampai tujuan. " Ucap Devian mengakhiri panggilan.


Devian mencoba menghubungi Laura berkali - kali, namun sayangnya nomor ponsel Laura masih belum aktif.


" Huhft satu masalah belum selesai, masalah lain datang lagi. Kamu kenapa si yang pergi ke Inggris ga bilang dulu ! " Ucap Devian lirih.


Devian memijit keningnya yang terasa sakit, di tambah kepalanya yang terasa pusing karna memikirkan permasalahan baru di hidupnya.


Jo mengetuk pintu lebih dulu dan membuka pintu ruangan Devian....


" Permisi Tuan....saya sudah menemukan siapa pelakunya. Dan saat ini Tuan Michael sudah di bawa ke kantor polisi. " Ucap asisten Jo


" Apa Michael pelakunya ? Lalu apa hubungannya dengan Monik, mengapa mereka merencanakan bersama ? Menyesal aku mengapa dulu tak cepat memasukkan mu ke penjara. " Ucap Devian geram.


" Nanti antar aku ke kantor polisi untuk menemui mereka ! Namun sebelumnya, aku ingin kamu melacak keberadaan Laura. Yang aku tahu Laura pergi ke Inggris kata mami. " Perintah Devian.


" Ya Tuhan satu masalah terpecahkan, kini sudah ada masalah baru ! " Gumam Asisten Jo dalam hati.


Jo langsung menghubungi orang suruhan nya untuk melacak keberadaan Laura.


" Apa Nyonya meninggalkan anda Tuan karna marah melihat berita terbaru tentang anda ? " Ucap Jo membuat Devian tersentak.


" Benar juga kata mu, karna aneh saja Laura pergi begitu saja tanpa izin kepada ku. Aaaahhhh...bikin kacau semuanya ! "


" Antar kan aku sekarang juga Jo ke sana ! Aku tak sabar ingin bertemu mereka ! " Ucap Devian.


Devian dan Jo pergi berjalan meninggalkan kantor untuk ke kantor polisi menemui Monik dan juga Michael...


Setelah menempuh perjalanan satu jam, kini mereka telah sampai.


Di tempat berbeda, kini Laura sedang berada di dalam pesawat. Air matanya tak bisa di tahan lagi. Hatinya terasa sakit, karna pengkhianatan yang di lakukan suaminya. Dia lihat kembali beberapa potongan foto yang di kirimkan nomor yang tak di kenal.


Saat suaminya berada di atas tubuh wanita itu, mengungkung wanita itu dalam keadaan sama - sama polos. Memang benar secara kasat mata apabila orang melihat nya pasti akan berasumsi seperti mereka. Bahwa suaminya melakukan dalam keadaan sadar.