My Kids My Hero

My Kids My Hero
BENIH CINTA



 BENIH CINTA


“ Mom…Bolehkah Tuan Devian menumpang mandi di tempat kita ? Aku ingin sekali memeluknya namun aku ingin


Tuan Devian mandi dulu…” Ucap Audrey berbohong.


Mata Laura membulat saat mendengar penuturan anak perempuannya. Kini mata nya saling menatap dengan mata


Devian. Tanpa Laura sadari kini hatinya sedang berjingkrak Bahagia bisa terus bersama Laura. Laura mencoba berpikir, karna Devian memberikan kode kepadanya dengan menaik turunkan alisnya.


“  Jangan berlebihan Audrey. Biarkan Tuan Devian pulang dan mandi di rumahnya. Tuan Devian kan tak membawa pakaian ganti. “ Ucap Laura.


Akhirnya Audrey membuat sebuah rencana agar sang Daddy tidak cepat pulang dan menemani dirinya tidur. Audrey sengaja berjalan dan mengambil sebuah minuman berwarna. Setelah itu dirinya mendekati Devian kemudian duduk di sebelahnya. Berpura – pura tak sengaja dirinya menjatuhkan minuman itu ke celana dan kemeja yang Devian pakai, membuat kini Devian basah kuyup.


Melihat ulah adiknya membuat Axelle memilih cuek meninggalkan sang Mommy yang sedang mengoceh panjang lebar. Laura merasa tidak enak dengan yang di perbuat Audrey, hingga akhirnya dirinya menyuruh Devian mandi. Devian yang mendapat angin segar dengan semangat langsung menghubungi sang asisten untuk segera membawakannya pakaian untuknya.


Bukannya menangis, Audrey justru malah tertawa dalam hati nya telah membuat Mommy nya kesal akibat ulahnya. Hatinya kini bersorak Bahagia karna dirinya bisa mengulur waktu untuk Daddy nya berdekatan dengan Mommy nya. Tanpa berdosa Audrey meninggalkan Daddy dan Mommy nya berduaan. Audrey kini justru sedang duduk santai di sofa kamar kakak nya.


“ Mandilah…Ini handuk untuk anda pakai. Aku akan coba mencari pakaian ganti sementara untuk anda. “ Ucap Laura dan langsung mendapat respon dari Devian.


Di kamar mandi Devian coba menenangkan sang soulmate yang sudah berdiri tegak karna terus berdekatan dengan Laura. Wangi tubuh Laura membuat sang soulmate kesurupan.


“ Tahanlah dulu sampai aku bisa menahklukan sarang mu. Tidur lah, jangan buat aku tersiksa. “ Devian mencoba menuntaskan dan menenangkan sang soulmate.


Devian keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang di lilitkan di pinggangnya. Dirinya berpapasan


dengan Laura yang membawakan dirinya sarung dan juga kaos oblong ukuran besar miliknya.


Tubuh kekar Devian dan wajah tampannya membuat Laura menahan saliva nya. Wajahnya memerah menahan malu. Membuat Devian tersenyum senang. Dan merasa jika sudah ada benih cinta yang di miliki Laura untuk dirinya.


“ Pakailah sarung dan juga kaos ini sampai asisten Jo datang mengantarkan pakaian anda. Biar anda tak masuk angin terlalu lama telanjang. “ Ungkap Laura yang kini arah mata nya turun ke bawah melihat penampakan yang berada di tengah dekat ************ Devian. membuat mata Devian mengikuti arah mata Laura.


Devian terkekeh melihat Wanita pujaannya menatap tajam sang soulmate yang berdiri tegak kembali.


“ Maaf jika membuat barangmu kedinginan, karna aku tak memiliki punya laki  - laki. “ Ujar Laura tersipu malu dan membuat Devian tertawa senang.


“ Biarlah dirinya seperti itu saja. “ Ucap Devian santai.


Untuk mengalihkan suasana, Laura menyuruh Devian untuk duduk di sofa di depan Tv dan dirinya akan membuatkan teh hangat untuk Devian agar tak merasa kedinginan.


Dan di dalam kamar Audrey sedang merengek pada sang kakak untuk membantu dirinya untuk mewujudkan


keinginannya menyatukan Daddy dan Mommy nya.


“ Sabar lah dulu sampai hasil tes DNA keluar dan memastikan bahwa kita anak laki – laki itu. Baru aku akan


berusaha mewujudkan keinginan mu. Karna itu hal yang mudah bagiku. “ Ungkap


Axelle santai.


“ Penuhi janji kakak ya jika besok hasilnya benar bahwa Tuan Devian adalah Daddy kita. “ Sahut Audrey ketus.


Audrey berjalan menghampiri Devian yang sedang menunggu Laura membuatkan teh untuknya.


“ Maafkan aku ya Dad…Lebih baik Daddy sekarang menemani ku tidur. “ Ujar Audrey yang mendapat pelototan


dari sang Mommy.


“ Kalau kau sudah mengantuk, tidur lah. Maaf Tuan aku mau menidurkan Audrey dulu.” Ucap Laura yang langsung


mendapatkan anggukan dari Devian.


Laura masuk ke dalam kamar nya untuk menemani Audrey. Devian berpikir licik untuk mengirimkan pesan chat


“ Baiklah Tuan. Bagaimana jika jam 23.00 baru datang menjemput anda ? “ Ucap asisten Jo. Padahal dalam hatinya


sedang mengumpat Tuannya dan berharap Tuannya tidak meminta jemput karna dirinya sudah merasa Lelah ingin tidur.


Sudah hamper satu jam lamanya, Laura belum juga keluar dari kamarnya. Padahal Devian berharap bisa mengobrol banyak dengan sosok Laura. Karna merasa jenuh, Devian memilih untuk menemui anak laki – lakinya. Tanpa mengetok pintu, Devian langsung masuk menghampiri Axelle yang masih sibuk dengan laptopnya.


“ Hai…Son.. Mengapa kamu belum tidur ? Apa sedang kamu lakukan ? “ Ucap Devian yang membuat Axelle membalikkan tubuhnya dan memandang sang Daddy.


Axelle mengerutkan keningnya memperhatikan penampilan Daddy nya dari atas sampai bawah. Hal itu membuat


Devian terkekeh melihat wajah sang anak yang terkesan datar dan dingin.


“ Cepat lah buat Daddy mu bisa selama nya hidup bersama kalian dan tinggal di tempat yang sama. “ Ucap Devian


yang menghela nafas panjang dan memilih duduk di sofa memandang anak laki – laki.


“ Bersabar lah…Bagaimana kalau kita bekerja sama saling menguntungkan ? “ Ucap Axelle yang membuat Devian


mengerutkan keningnya. Sungguh Axelle benar – benar ceplakan dirinya. Seorang pengusaha yang selalu mencari azas manfaat saling menguntungkan dalam melakukan Kerjasama.


“ Jelaskan pada Daddy…Apa rencana mu ? “ Tanya Devian sambil menatap serius sang anak laki nya.


“ Bantulah aku menyelesaikan urusan Mommy secepatnya. Aku sudah mempunyai data penyimpangan terhadap yang di lakukan ibu tirinya. Buatlah Mommy mengambil haknya terhadap harta grandpa dan menjebloskan ibu tirinya ke penjara. Jika anda bisa melakukannya, aku yakin Mommy akan membuka hatinya untuk anda. Bukankan ini hal yang sangat mudah untuk anda dalam melakukannya ? Aku akan membantu anda mengumpulkan data akurat yang membuat ibu tirinya tak bisa mengelak. Bagaimana ? “ Ungkap Axelle yang menatap mata Daddy


nya sampai dalam untuk melihat berapa besar keseriusannya mencintai sang Mommy.


Devian dan Axelle berjabat tangan sebagai bukti mereka telah sepakat untuk mewujudkan keinginan Laura.


Devian berpamitan dengan sang anak untuk kembali menemui Laura. Namun orang yang di tunggu tak juga menampakkan wajah. Dirinya merasa kikuk hanya berdiam diri. Akhirnya berpikir untuk mengintip Laura ke kamarnya.


Devian perlahan membuka pintu kamar Laura dan melihat penampakan Laura yang sedang tertidur pulas.


“ Sungguh berdosanya aku jika tak bisa mendapatkan dirimu. Ada keteduhan yang kurasakan saat melihat dirimu.


Meskipun kamu sedang tertidur pun, kau tetap terlihat cantik. Semoga kau bisa memaafkan aku dan membuka hati mu untuk diriku. “ Gumam Devian dalam hati.


Sudah hamper 10 menit Devian menatap Laura, namun Laura tak kunjung bangun dari tidurnya. Devian memberanikan diri untuk menghampiri kedua wanita cantiknya. Berawal dari gadis kecilnya yang tertidur dalam pelukan Laura . Kemudian Devian perlahan mendekatkan bibirnya untuk mencium kening Laura. Dirinya melakukan dengan sangat hati – hati agar tak mengganggu tidur Laura. Setelah puas Devian memilih untuk kembali ke ruang Tv untuk beristirahat.


Devian menyenderkan tubuhnya di sofa, dan tak butuh waktu lama kini dirinya tertidur pulas menyusul Laura ke


alam mimpi.


Laura mengerjapkan matanya dan langsung teringat sosok laki – laki yang sudah dirinya tinggal tidur berjam – jam. Akhirnya dirinya memutuskan untuk mencari sosok itu ke ruang. Senyuman nya mengembang kala melihat sosok laki – laki tampan yang beberapa hari ini hadir di hidupnya sedang tertidur pulas.


Desiran mengalir ke relung hati Laura. Sungguh dirinya terpanah pada sosok laki – laki yang ada di hadapannya. Laura sadari kini dirinya telah memiliki benih cinta yang sudah mengguncang hatinya. Namun tiba – tiba dirinya


terasa lemas,air mata nya mengalir deras dan tanpa sadar dirinya teriak histeris kala mengingat saat dulu ada laki – laki yang telah merenggut kehormatannya.


Devian terbangun dan langsung melompat dari sofa menghampiri Laura yang sedang jongkok menutup wajahnya. Dengan keberanian yang di miliki olehnya, Devian mengangkat tubuh Laura yang kini gemetar tak berdaya ke sofa. Sungguh miris yang dia rasakan saat melihat wajah Laura yang terlihat pucat.


Tanpa sadar Laura langsung memeluk tubuh Devian dan menjatuhkan kepalanya ke dada bidang Devian  untuk menumpahkan kesedihannya. Devian mencoba merenggangkan tubuhnya untuk menghapus air mata yang masih mengalir deras membasahi pipi mulus Laura.


 


 


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya...😄🤗😘😍😃🙏🙏


Terima kasih atas dukungan yang kalian berikan kepada karyaku...😃😍😘🙏🙏