
CINTA TAPI BENCI
Laura berhasil pergi meninggalkan Devian untuk pulang ke rumah menemui kedua anaknya. Tiga hari lalu Devian memberikan sebuah rumah mewah kepada Laura sebagai hadiah pernikahan mereka.
Air mata terus mengalir di wajah cantik Laura. Hati nya terasa sakit kembali kala mengingat kejadian yang selama ini hampir 8 tahun tak terungkap.
Kini taksi online yang membawa diri nya pulang telah sampai di depan rumahnya. Pah Herman sang Security merasa kaget dengan kedatangan nyonya besar yang tak bersama Tuannya dan juga datang dalam keadaan kacau.
Tanpa Laura sadari, Devian pun segera menyusul dirinya untuk pulang ke rumah.
Laura memasuki rumah dan memilih langsung menghampiri kamar kedua anak nya. Perlahan Laura masuk ke dalam kamar buah hatinya. Tampak dia lihat kedua anak nya sedang tertidur pulas. Laura berjalan mendekati kedua anak kembarnya dan langsung mencium kening kedua anak nya secara bergantian. Dirinya pun sempat memandangi wajah kedua anaknya yang tak berdosa. Wajah lugu dan menggemaskan seperti anak - anak kecil pada umumnya meskipun mereka anak - anak genius di luaran.
Laura mencoba menahan air matanya dan memilih kembali ke kamarnya. Dia tak ingin tangisannya membuat kembar terbangun dari tidurnya. Laura berniat akan membicarakan semuanya kepada anak kembarnya besok.
Setelah membersihkan diri, Laura langsung membaringkan tubuhnya ke ranjang. Dan berusaha memejamkan matanya karna tubuhnya terasa sangat lelah. Tanpa waktu lama kini Laura sudah tertidur pulas.
Sedangkan di tempat lain. Devian kini sedang dalam keadaan kacau di apartemen miliknya di temani asistennya. Awalnya Devian ingin langsung pulang menemui Laura, tapi dia tak ingin dirinya dan Laura bertengkar dan membangunkan kedua anak nya bahkan bisa saja semua orang yang ada di rumahnya. Akhirnya Devian memilih menghubungi asisten nya untuk menemani dirinya. Devian tak ingin dirinya melampiaskan semua nya dengan pergi ke club. Dia tidak ingin semuanya bertambah runyam.
Devian menduduki bokongnya dan menyandarkan tubuhnya di sebuah sofa. Menarik nafas panjangnya mencoba menenangkan diri.
" Jo, apa yang harus aku lakukan ? Laura sudah mengetahui semuanya dan dia sangat membenciku. " Ucap Devian sambil memejamkan matanya.
" Seharusnya anda membongkarnya jangan malam pertama Tuan, biar anda mencicipi dulu..." Jo terkekeh dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Devian. Mendengar ucapan asisten nya, dirinya tersentak untuk membuka matanya.
" Kau meledek ku ? " Ucap Devian dingin dan akhirnya dirinya tersadar dengan ucapan Jo.
" Tapi benar juga kata mu. Karna ucapan ku terlalu menikmatinya, aku tak sadar membuka rahasia itu...dasar mulut bodoh..." Devian merutuki kebodohannya membuat asisten nya terkekeh dalam hati mendengar ucapan Tuannya yang tak jelas sebentar marah sebentar sadar.
" Kalau saya boleh tahu, memang Tuan berbicara apa. " Ujar Jo yang kini melirik ke arah Tuannya.
" Saat aku memompa milik Laura aku tak sadar mengucapkan rasa nya masih sama seperti dulu. Mendengar ucapan itu Laura tersadar dan langsung mendorong tubuhku hingga ke lantai. Dan meminta penjelasan dari ku sebelum dirinya meninggalkan diriku dari hotel. "
Bukannya menanggapi ucapan Tuannya, asisten Jo malah tertawa terbahak-bahak membayangkan wajah Tuannya saat itu. Bagai sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah belum selesai mendapatkan pelepasan pasti rasanya begitu tersiksa, Tuannya juga harus merasakan sakit karna terjatuh dan merasakan kebencian dari Nyonya Laura.
" Hei...bukannya kau memberi solusi untuk ku, kau justru malah mentertawakan diriku. Dasar asisten breng***. " Gerutu Devian.
" Maaf Tuan...aku sedang membayangkan wajah anda saat itu. Meskipun aku jomblo dan belum merasakan nya, tapi aku bisa merasakan bagaimana tersiksanya saat kita tergantung menikmati permainan tapi harus terhenti sebelum pelepasan. Sungguh rasanya tak enak. " Ungkap Jo.
" Menurut ku, Tuan meminta lah bantuan pada kembar. Aku yakin mereka bisa membantu anda. Sudah saatnya anda menagih janji ke Axelle, bukankah dirinya pernah berjanji pada anda akan meyakinkan sang Mommy untuk menerima anda. Sekarang saatnya anda meminta Axelle memenuhi janjinya ! " Ucap Jo yang langsung membuat Devian tersenyum licik.
" Benar yang kau ucapkan. Untungnya kau pintar, tak salah kau menjadi asisten ku selama ini. " Ungkap Devian yang kini wajahnya berbinar-binar dan bersemangat kembali.
" Baiklah...ayo kita pulang, antar ke rumah anak - anak ku ! Besok pagi aku akan berbicara dengan kedua anak ku. " Ucap Devian.
Devian kini sudah sampai di rumah. Dia langsung bergegas ke kamar anaknya dan melihat kedua anak kembarnya sedang tertidur pulas. Kemudian Devian berlalu memilih untuk mencari keberadaan Laura.
Wajah nya tersenyum bahagia saat melihat wanita yang di cintai sedang tertidur pulas. Devian menelan Saliva nya saat melihat baju tidur Laura yang terlihat sexy dan tersangka. Ingin rasanya dia menerkam kembali, namun dirinya tak ingin membuat Laura bangun.
Setelah berganti pakaian, Devian menaiki ranjang dengan perlahan untuk menyusul sang istri yang sudah lebih dulu tertidur.
Cahaya matahari sudah menerpa masuk ke dalam kamar. Laura perlahan membuka matanya. Laura mengerutkan keningnya saat melihat Devian yang tertidur di sampingnya. Ada seutas senyuman yang terbit di wajah Laura saat melihat wajah tampan yang selalu memberi warna di hidup nya hari - hari nya. Tak dapat di pungkiri dirinya sudah mencintai Devian, namun rasa sakit dan bencinya menutupi semuanya.
Laura berusaha melepaskan dekapan Devian, karna dirinya harus segera bangun menyiapkan makanan untuk kedua anak kembarnya yang selalu menjadi rutinitas sehari-hari nya.
Laura melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk segera mandi. Suara gemericik air di kamar mandi membuat Devian terbangun dan membuat otaknya kini bergerilya membayangkan tubuh polos Laura.
Sang soulmate pun kini sudah mengeras di balik boxer. Suara pintu kamar mandi terbuka, Devian memilih berpura-pura tidur.
Laura sempat melirik ke arah Devian yang masih tertidur pulas dan membuat dirinya kini dalam keadaan polos untuk segera memakai pakaiannya.
Tanpa sadari Devian mengintip aktivitas Laura sejak tadi. Setelah rapi, Laura keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga untuk memasak.
Tinggal lah Devian yang kini terpaksa harus menuntaskan hasratnya di kamar mandi, menidurkan sang soulmate kembali dan membersihkan diri.
Kedua anak kembarnya kini sudah berada di meja makan.
" Mom, mengapa Mommy ada di sini ? Bukankah Mommy bersama Daddy ? Di mana Daddy ? " Tanya Audrey sedangkan Axelle hanya menyimak ucapan adiknya dengan Mommy nya.
" Mommy dari malam sudah pulang, dan...." Ucapan Laura terhenti saat dirinya melihat Devian kini sedang menuruni anak tangga, mata ketiga nya kini menuju ke arah Devian.
Like, comment , vote , dan hadiah 🙏😘😍😍