
Kring...kring
Suara ponsel Devian memecah keheningan dua pasangan sejoli yang sedang tertidur pulas.
Devian mengerjapkan matanya dan mencoba mencari ponselnya di atas nakas, namun ternyata tak ada. Hingga akhirnya dirinya terpaksa bangkit dari ranjang mencari keberadaan ponselnya.
" Anak Daddy ternyata sudah bangun ? " Melihat Aurel sudah terbangun dan main sendiri membuat dirinya lupa dengan tujuan awalnya mencari ponsel.
Devian mengambil Aurel dari dalam box dan menggendongnya.
" Halo anak Daddy yang cantik ? " Aurel tertawa geli menggeliat dalam gendongan sang Daddy seperti mengerti betapa senangnya dirinya melirik orang tuanya berkumpul kembali.
Bayi mungil itu bahkan memberikan senyuman termanisnya membuat sang Daddy merasa gemas.
Cup...cup
Devian mengecup kening, dan kedua pipi Aurel secara bergantian. Tertawa geli, merasakan guselan pipi Daddy nya dan pipi dirinya beradu.
Ponsel Devian berbunyi kembali, dirinya baru teringat tujuan awal dirinya bangun.
Devian meletakkan Aurel di ranjang dan dirinya memakai pakaian terlebih dahulu barulah setelah itu dirinya mencari keberadaan ponselnya.
" Mami ? Ya ampun aku lupa memberi tahu mami jika aku sudah bertemu Laura. "
Sedang Aurel berusaha menghampiri sang Mommy yang masih tertidur. Merasa ada yang menarik - narik selimut nya, akhirnya sang Mommy terbangun dari tidurnya.
Laura tersenyum dan memeluk sang putri, sikap Aurel yang pintar membuat orang yang di dekatnya merasa gemas. Terlebih Aurel memilik mata berwarna biru, kulit yang sangat putih, dan pipi yang chubby tubuh yang montok.
" Ya...mi..." Ucap Devian di panggilan telepon.
" Kamu itu gimana mami tungguin ga ada kabarnya ? Udah ketemu, lupa deh. " Gerutu Mama Mila.
" Hehehe....iya maaf mi, aku lupa mengabari mami jika aku sudah sampai dan sudah bertemu Laura. " Ucap Devian yang sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" Ya udah cepat pulang ! Anak - anak kalian sudah pada menanyakan terus ! Dan jangan lupa bawa menantu kesayangan mami ! Mana Laura, mami mau ngomong ? "
Devian memberikan ponsel nya pada Laura....
" Halo mi...maaf ya mi membuat dirimu khawatir. Anak - anak sedang apa mi ? Kemungkinan aku mau selesaikan sedikit lagi pekerjaan di sini baru pulang. " Ucap Laura dengan suara yang masih lemas.
" Anak nakal itu pasti langsung menggempur mu kan ? Mami tau pasti setelah bertemu mu, dia akan lupa segalanya. Serasa bulan madu saja kalian ini. " Gumam Mami Leli.
Laura terkekeh mendengar ucapan ibu mertuanya. Tau saja jika anaknya seperti itu. Membuat Laura malu.
" Ya sudah, lanjutkan bulan madu kalian ! Tapi ingat Laura, Aurel sebentar lagi akan lomba. Kasihan jika kamu terus menerus di Inggris ! "
" Ya mi...aku akan segera kembali ke Indonesia. " Akhirnya mereka mengakhiri perbincangan.
" Sayang...aku ingin lagi ? " Ucap Devian mengerlingkan matanya.
" Aish...kamu ini tak ada puasnya. Tubuhku saja masih terasa remuk. Lagi pula Aurel sudah bangun. " Gerutu Laura.
" Aku pakai baju dulu, Aurel aku berikan dulu sama suster. Ayolah sayang... mumpung kita serasa bulan madu. Aku ingin bermesraan sama kamu. "
" No...aku harus bersiap - siap untuk menyelesaikan pekerjaan. Agar kita bisa kembali ke Indonesia. " Laura mencoba bangkit, namun Devian justru menariknya.
Lagi - lagi Laura terpaksa untuk pasrah menuruti keinginan suaminya, melayani kembali.
Devian menaiki ranjang dan mendekati sang istri. Dan mulai meraup bibir mungil sang istri.
Laura membalasnya, membuat gelora Devian semakin memanas. Tangan nya pun tak tinggal diam, bermain di bukit kembar milik istrinya. Membuat Laura tak tahan dengan sensasi permainan suaminya.
Tubuhnya bergelinjang, saat Devian meraup bukit kembar miliknya. Dan jari tangannya menerobos ke lubang kenikmatan milik soulmatenya.
" Aaaahhh...sayang. " Desa*han keluar dari bibir Laura, merasakan sengatan listrik dari suaminya.
Devian membuka lebar ke dua paha sang istri untuk memudahkan dirinya memasukkan sang soulmate.
" Eemmpp...Aaaahhh..." Saat sang soulmate sudah menerobos masuk.
Devian menggoyangkan pinggulnya naik turun dan tangannya masih memainkan bukit kembar milik Laura. Membuat mata Laura merem melek merasakan nikmat yang luar biasa.
Devian memacu dengan ritmik lebih cepat, karna sudah merasakan soulmate nya akan menyembur.
" Aaahh...ahhhh..." Teriak Devian dan kini nafas nya ngos ngosan dan jantungnya berdegup sangat kencang.
Hal yang sama di rasakan Laura. Suaminya itu selalu membawa dirinya terbang ke Nirwana. Ke langit ketujuh.
" Sayang...sudah dulu ya ! Tubuhku benar - benar merasa lelah. Aku harus segera pergi, agar pekerjaan ku cepat selesai. " Ucap Laura mengiba.
Melihat wajah sang istri membuat dirinya terkekeh. Karna semua ini karna ulahnya yang terus menggempur sang istri.
" Baiklah...aku akan menemani dirimu kemana pun kau pergi. Tapi setelah pulang nanti aku ingin melanjutkan lagi pertempuran kita di ranjang ! "
" Huhft kamu itu tak ada puasnya ! " Ucap Laura kesal membuat Devian tertawa keras.
" Tapi suka kan ? Kamu itu ucapan sama tubuh ga seiring. Bilang tak mau, tapi tubuhnya menikmati. " Goda Devian membuat wajah Laura merah merona.
" Sudahlah, aku mau mandi dan bersiap-siap. " Laura memilih bangkit dari ranjang, nun ternyata Devian mengikuti langkah nya Laura dan akhirnya mereka melakukan kembali di kamar mandi. Laura hanya bisa pasrah melayani nafsu suaminya itu.
Setelah melakukan ritual di kamar mandi, kini mereka sudah berdandan rapi. Laura ke luar lebih dulu dari kamar.
" Sus...saya titip Aurel dulu ya ! Mau keluar dulu ! " Laura menitipkan Aurel, dia tidak membawa nya.
Sebelum pergi, Laura sudah mengeluarkan semua isi asi nya dan memasukkan ke botol penyimpanan ASI.
Sebelum berangkat mereka sarapan terlebih dahulu...
Laura dan Devian memilih tidak menggunakan jasa supir. Karna Devian ingin bermesraan dengan Laura.
" Ternyata kamu hebat sekali di sini ! " Devian memuji sang istri.
" Semua ini baru aku raih. Dulu kau tak pernah tau. Bahkan demi bertahan hidup aku terpaksa bekerja menjadi pelayan restoran untuk sambil kuliah. Bukan itu saja aku harus menjadi Mommy nya kembar saat usia ku masih muda. Dan semua ini adalah hasil dari anak kembar kita. Mereka yang mengangkat ku dari kesusahan. " Ucap Laura dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
" Maaf...jika selama ini aku telah membuat kau susah ! Dan untuk menebus kesalahanku, aku berjanji tak akan pernah menyakiti dirimu lagi. I LoVe You Laura Anabela. " Ucap Devian sambil menggenggam tangan Laura dan menciumnya.
" Ya...masa - masa itu sudah berlalu. " Laura menghapus air matanya yang sempat menetes di pipinya.
Laura menghabiskan hari ini dengan bekerja. Dirinya membawa Devian untuk mengunjungi tempat - tempat usaha dirinya dengan Axelle. Laura juga mengajak Devian untuk bertemu George.