
KEMBAR SEKOLAH
Setelah pulang berbulan madu, Laura langsung memasukkan anak kembarnya ke sebuah sekolah yang bertaraf Internasional. Audrey terlihat sangat antusias karna bisa memiliki banyak teman. Berbeda hal nya dengan Axelle yang justru lebih terlihat dingin. Bahkan dirinya memilih untuk diam.
Hari ini adalah hari pertama kembar sekolah. Laura mengantarkan kedua anaknya ke sekolah. Ada perasaan bahagia yang dia rasakan, karena pada akhirnya Kembar bisa merasakan dunia sekolah. Memiliki identitas dan keluarga yang utuh. Tak ada yang bisa menutupi perasaan cinta nya pada kedua buah hatinya. Karna memang sejak hadir nya kembar di rahim nya, mereka lah penyemangat bagi dirinya untuk bertahan hidup. Dan bahkan seiringnya waktu anak kedua nya menjelma menjadi My Hero baginya. My Kids My Hero.
Axelle dan Audrey terlihat tampan dan cantik. Menuruni ketampanan dan kecantikan dari kedua orangtuanya. Bahkan Devian memilih untuk ikut serta mengantarkan kedua anak kembarnya. Karna baginya ini adalah momen paling membanggakan dalam hidupnya. Dirinya kini menjadi seorang Daddy yang memiliki anak yang sehat bahkan genius.
Mobil mereka telah sampai di sekolah Internasional, dengan bangganya Devian menggandeng kedua anak kembarnya ke dalam sekolah. Sedangkan Laura berjalan di belakang mereka. Devian memilih mengantarkan kedua anak nya baru setelah itu mendatangi perusahaan nya. Karna hari ini adalah momen spesial bagi kedua anaknya.
Senyuman tak pernah terlepas dari wajah bahagia Devian dan juga Laura. Mereka merasa bahagia karna akhirnya kedua anaknya bisa seperti anak - anak lainnya yang merasakan dunia nya.
Namun Devian terkekeh kala melihat Axelle yang bersikap dingin namun mengikuti pelajaran dengan baik, bahkan terlihat sangat aktif di dalam kelas.
" Sayang...ayo kita pulang. Mereka kan pulangnya lama. Biar saja Jo nanti yang menjemput. Kamu ikut ke kantor ku saja. " Ucap Devian dengan modus.
Laura yang sudah sangat tahu keinginan suaminya, hanya bisa menghela nafas panjang. Karna ujung - ujungnya suami nya akan selalu meminta nya untuk olahraga ranjang.
" A..aku harus ke kantor Daddy. Nanti aku nyusul ya. " Goda Laura.
Tanpa basa basi Devian langsung menggandeng tangan Laura dan mengajaknya untuk naik ke dalam mobil.
" Huhf...Selalu saja memaksa...." Gerutu Laura.
" Tapi suka kan ? " Goda Devian membuat wajah Laura merona.
"Aku sudah tidak sabar membuat mu gendut, karna saat hamil kembar aku tak melihatnya. Aku sangat merindukan hal itu. Aku janji akan selalu ada untukmu. " Ungkap Devian membuat Laura terdiam.
" Sayang...mengapa kamu menangis ? Pasti kau teringat atas perlakuan aku dulu ya ? Maaf....! " Ucap Devian tulus.
Devian menghapus air mata yang sudah membasahi wajah istri cantiknya. Ada perasaan sedih saat ingat perlakuan dirinya dulu. Mengambil kehormatan seorang wanita yang tak bersalah karna dendamnya pada orang lain, meninggalkan nya bahkan menghilangkan jejaknya hingga Laura tak pernah tau siapa yang melakukan hal itu kepadanya. Dan juga tak berniat bertanggung jawab terhadap wanita itu, bahkan tak hadir di saat wanita itu membutuhkan dirinya.
" Ya...aku sudah memaafkan ke salah mu, meskipun perasaan itu masih saja muncul kala mengingat perlakuan dirimu dulu kepada ku. Tapi ya sudahlah...bagiku kebanyakan kedua anak ku itu yang paling terpenting. " Ucap Laura.
Sungguh Devian terharu dengan ucapan dirinya. Untungnya dirinya sadar dan menghentikan dendamnya. Karna bila tidak, dirinya akan merasa menyesal seumur hidup. Menyakiti seorang wanita yang sangat sempurna.
Mobil Devian kini sudah sampai di Gedung Abraham group. Semua orang yang melihatnya, merasa senang dengan keromantisan pasangan itu. Bahkan Laura sangat berpengaruh besar di hidup Devian. Menjadikan sosok yang lebih berhati namun tetap tegas. Laura juga sangat berbeda sifatnya dengan Mira. Bahkan dirinya tak segan untuk menyapa duluan beberapa karyawan Devian. Laura seperti malaikat bagi Devian yang memberikan kebahagian dan juga perubahan dalam hidup Devian.
Dengan setia nya Laura menunggu suami tercintanya bekerja. Laura merasa kagum dengan sosok Devian. Saat bersama keluarga dirinya menjadi sosok yang hangat dan menyayangi keluarga dan saat di kantor dirinya menjadi contoh menjadi seorang pengusaha sukses yang serius dalam bekerja.
Bahkan Devian melupakan Kehadiran Laura di sana. Karna Laura merasa jenuh dirinya memilih untuk menghampiri Devian. Laura bergelayut manja melingkari tangannya ke leher Devian dan dirinya kini sudah berada di pangkuan Sang suami tercintanya.
" Sayang...apa kamu sudah tidak sabar menunggu ? Bila kau di sini aku tak akan bisa konsentrasi. Justru aku ingin segera menerkam mu. " Ucap Devian.
Kini sepasang suami istri sudah asyik saling membelit satu sama lain. Bahkan ciu*** itu bertambah panas.
" Tu...Tuan. " Ucap asisten Jo membuat dua pasangan hot itu terpaksa melepaskan lumatannya.
" Huh...bukan nya pintu nya di kunci jika ingin bermesraan. Membuat mata ku terus tercemar. Apa Tuan tak ingat jika asisten mu ini seorang jomblo. " Gerutu Jo dalam hati.
Devian menatap tajam Jo. Dan kini Laura sedang memasang kancing baju yang sempat Devian buka. Wajahnya memerah karna menahan rasa malu.
" Apa kau tak bisa mengetuk pintu terlebih dulu sebelum masuk ke dalam ? Mengganggu saja. " Umpat Devian.
" Ma...maaf Tuan karna Tuan James Papi Tuan masuk rumah sakit karna terkena serangan jantung. Tadi Nyonya besar sudah menghubungi Tuan berkali - kali, namun Ponsel Tuan tidak di angkat. " Ucap Jo hati - hati takut jika Tuannya masih marah dengannya.
" Apa papi masuk rumah sakit ? Ayo kita segera ke rumah sakit sayang....Jo anter kami. " Ucap Devian yang langsung mengajak Laura bergegas untuk pergi ke rumah sakit.
Mobil mewah mereka telah sampai di rumah sakit tempat Tuan James di rawat. Sayangnya Devian dan Laura hanya bisa melihat papi James dari luar jendela. Karna kondisi Tuan James saat ini masih dalam keadaan kritis. Bahkan pihak dokter sedang melakukan tindakan untuk menyelamatkan Tuan James dari serangan jantung. Entah apa penyebabnya namun mereka semua berharap dan berdoa untuk kesembuhan papi dan suami bagi mereka. Tiba - tiba saja Tuan James mendapatkan serangan jantung setelah merasakan sesak di bagian dadanya. Untungnya sang istri saat itu hendak masuk ke ruang kerja nya untuk mengantarkan teh hangat dan juga cemilan. Melihat kondisi yang mengkhawatirkan, mami Devian segera membawa papi James ke rumah sakit. Tapi sayangnya saat di dalam perjalanan, papi Devian tak sadarkan diri membuat mami Devian menangis dan merasa takut jika harus kehilangan suami yang dia cintai ya.
Dapat terlihat wajah cemas di raut wajah Devian, mami, dan Laura. Mereka berharap papi James bisa melewati masa kritis mereka.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya...🙏🙏🙏
Like
Comment
Vote
Hadiah untuk author
😍😘😘😄🤗🤗