
Devian sudah sampai di kantor polisi dan sesuai permintaan Devian, kini dirinya bisa menemui Michael.
" Hahahaha.... akhirnya kau datang juga Tuan Devian. " Michael menertawakan Devian membuat Devian semakin geram.
" Berhenti !!!! " Teriak Devian, namun asisten Jo mengingatkan dirinya bahwa mereka sedang berada di kantor polisi.
" Pastinya anda sudah mengerti kan mengapa aku melakukan hal itu pada anda ? " Michael terus saja memancing emosi Devian.
Rahang Devian sudah mengeras, Devian juga mengepalkan tangannya karna menahan hawa panas yang mengalir di tubuhnya
" Ku pastikan Laura akan meninggalkan dirimu setelah mengetahui semua ini. Jika suami nya mengkhianati dirinya dengan wanita lain. " Michael terus memperolok Devian.
" Tutup mulut mu, jika tidak akan ku robek mulutmu !!! " Ucap Devian geram.
" Silahkan saja jika anda bisa ! Tapi yang pasti aku sudah merasa puas menghancurkan anda ! Lebih baik kau kembalikan Laura pada ku ! " Sahut Michael.
" Tidak akan pernah ! Ku pastikan engkau akan selalu berada di penjara sampai kau tak mampu lagi melakukan apa pun. " Ujar Devian.
" Benarkah ? Kau sangat percaya diri sekali Tuan Devian ? "
" Ada hubungan apa kau dengan Monik anak dari Tuan Arnold ? " Devian menatap tajam Michael.
" Apa anda ingin mengetahui semua nya secara jelas tentang semuanya, Tuan Devian ? " Ucap Michael mengejek.
Kemarahan Devian sudah berada di ubun-ubun. Jika bukan itu kantor polisi, mungkin dirinya sudah langsung menghajar Michael.
" Dengar cerita ku baik - baik Tuan Devian ! Karna aku orang yang baik, maka aku akan mengungkapkan semua nya ! " Devian merasa penasaran hingga dirinya serius menatap wajah Michael.
" Monik adalah sahabat ku sewaktu SMA dan dia partner ranjang ku. Setelah Laura pergi dari hidupku dan Monik kembali ke Indonesia. Kami dekat kembali. Namun setelah pemberitaan Laura kembali lagi ke Indonesia dan menikah dengan mu, aku sepakat dengan Monik untuk memisahkan kalian. Monik berharap bisa bersama mu dan Laura kembali pada ku. Meskipun kami sering bercinta, namun kami akan mengejar cinta sejati dan menikah. Dan Kami sepakat akan saling membantu ! " Jelas Michael.
" Breng*** !!! Ku tak akan memaafkan mu !!! " Ujar Devian.
Namun bukannya takut, Michael terus saja menertawakan Devian seperti orang gila.
" Silahkan kau tunggu hukuman mu, sampai berapa lama kau tinggal di sini. Nikmati saja ! " Devian balik menertawakan Michael dan berlalu begitu saja meninggalkan Michael.
Devian dan Jo kini sudah berada di dalam mobil. Rencananya mereka akan kembali ke kantor.
" Ah...breng*** kau Michael. Lihat saja jika terjadi sesuatu sama pernikahan ku dengan Laura, aku akan buat hidup mu semakin menderita ! " Teriak Devian.
" Jo...gimana apa kau sudah dapat kabar dari orang suruhan mu ? "
" Seperti nya Nyonya Laura belum sampai. Karna belum ada kabar. Orang suruhan kita masih belum bisa melacak keberadaan Nyonya Laura.
" Ya Tuhan cobaan apalagi ini ? Aku harus kehilangan dirinya dua kali. Laura...aku tak bisa hidup tanpa mu..." Ucap Devian lirih namun masih bisa terdengar oleh Jo.
" Apa sebaiknya Tuan terbang saja ke Inggris menyusul Nyonya Laura ? Kalau memang dirinya benar ke Inggris, orang suruhan kita sudah mengetahui perusahaan, tempat usaha, dan juga rumah Nyonya Laura di sana . Mereka bisa membantu anda. " Ungkap Jo merasa kasihan dengan bosnya.
" Benar katamu Jo, aku akan menyusulnya. Tapi sepertinya aku bertemu dulu dengan kembar. Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke Indonesia. Aku harus memberikan ucapan langsung ke Axelle. Agar dirinya merasa senang mendapatkan perhatian dari Daddy nya...Laura aku merindukanmu. Sudah 7 hari aku tak bertemu mu, sekarang kamu tambah lagi. Tega sekali kamu ! "
Mobil mereka telah sampai di kantor kembali. Pikiran Devian saat ini terasa sangat kacau. Dirinya merasa kehilangan sosok penyemangat dirinya. Seperti saat dulu Laura meninggalkan dirinya.
Devian terus menghubungi Laura, namun belum ada juga kabar dari Laura.
Laura juga tidak langsung memberitahukan hal ini pada George, tentang kedatangan nya. Malam ini dia berniat untuk beristirahat.
Ponsel Asisten Jo berbunyi, tanda ada panggilan masuk dari orang suruhannya.
" Tuan Jo, Nyonya Laura sudah sampai di Inggris dan langsung menuju kediaman nya ! " Ucap orang suruhan Jo di panggilan telepon.
" Kerja yang bagus ! Terus pantau ke mana pun Nyonya Laura pergi ! " Perintah Jo.
Percakapan telepon antara asisten Jo dengan Robert orang suruhan nya di akhiri.
" Tuan...Nyonya Laura sudah sampai di Inggris dan langsung menuju kediaman nya di Inggris. " Ucap Jo.
" Besok atur keberangkatan ku ke sana ! Malam ini aku akan menghabiskan malam bersama kembar dulu ! " Sahut Devian dan langsung mendapatkan anggukan kepala dari sang asisten.
Jo merasa senang bisa membantu Tuannya. Karna baru satu Minggu tidak bertemu istri nya, tuannya seperti ikan yang kekurangan air.
Kembar telah sampai di Indonesia, dan mereka langsung di jemput supir pribadi Daddy nya menuju rumah orangtuanya.
" Sepi sekali rasanya tak ada Mommy....Hiks...hiks..." Aurel menangis sedih karna ini hal pertama baginya di tinggal sang Mommy.
Meskipun Axelle sudah berusaha menenangkan nya namun Audrey terus saja menangis. Akhirnya Mami Leli terpaksa memberi tahu hal ini pada Devian.
Devian yang mendapat informasi hal itu, dirinya langsung meluncur pulang ke rumah di antar asisten nya.
" Daddy...Hiks...Hiks...Mommy..." Audrey langsung berhambur ke pelukan Daddy nya.
" Anak Daddy yang cantik jangan nangis lagi, Mommy ga lama ko pergi nya. Mommy akan kembali secepatnya. " Devian mencoba menghibur anak nya.
" Benarkah Dad ? Mommy akan segera pulang ? " Audrey menatap mata Daddy nya menunggu jawaban dari sang Daddy.
" Ya....malam ini kamu tidur sama Daddy dulu ya ! Besok Daddy akan ke Inggris menjemput Mommy.. " Ujar Devain membuat mata Audrey berbinar-binar.
" Hey...son...selamat ya atas kemenangan yang kamu raih. Kamu memang anak yang pintar. Terus semangat meraih cita - cita ! " Devian bergantian memeluk El hangat.
" Dad ..aku besok ikut jemput Mommy ya ? " Rengek Audrey.
" Kamu kan sebentar lagi mau lomba, lebih baik kamu fokus agar Mommy bangga pada mu. Kamu juga kan sudah 1 Minggu izin tidak sekolah, nanti kamu tambah ketinggalan pelajaran. " Devian mencoba memberi pengertian pada anaknya, dan akhirnya Audrey mengerti.
" Ya sudah...Daddy membersihkan diri dulu, nanti Daddy ke kalian kembali. " Devian berpamitan pada kedua anaknya
" Dev...." Panggil Mami Leli.
" Ada apa Mi ? " Tanya santai Devian.
" Sebenarnya apa yang terjadi pada mu dan Laura, mengapa Wajah Laura terlihat mendung saat berangkat ? " Mami Leli mencoba mengintrogasi sang anak.
" Nanti aku jelaskan semuanya, setelah ku mandi ya mi ! " Sahut Devian.
Devian menaiki anak tangga dan memasuki kamar dirinya dan Laura. Ada perasaan rindu yang teramat dalam. Biasanya Laura menyambut saat dirinya pulang bekerja, namun kamar ini terlihat kosong tanpa kehadiran sang istri setelah 7 hari kepergian Laura, di tambah Devian yakin kepergian Laura kali ini karna kesal dengannya.
" Aku tak bisa hidup tanpa mu...Kembali lah sayang..."