My Kids My Hero

My Kids My Hero
BERSAHABAT



BERSAHABAT


Dering ponsel Devian berbunyi membuat dua insan yang sedang berada dekapan tersadar. Laura menatap wajah laki- laki di hadapannya yang kini sedang menerima panggilan telpon. Ada getaran seperti terkena sengatan listrik yang mengalir di tubuhnya. Devian mengakhiri panggilan telepon dengan asistennya. Dirinya baru tersadar jika jam sudah menunjukkan pukul 23.00 malam. Sang asisten yang mendapat tugas dari Tuannya, berusaha untuk datang


tepat waktu agar tak mendapat kemarahan dari Tuannya.


Mungkin asisten Jo belum tersadar jika Tuannya sedang bersama Wanita pujaannya. Sehingga melupakan jika


Tuan nya lebih berharap untuk berlama – lama di apartemen milik Laura dan dirinya datang tidak tepat waktu.


“ Pulanglah…Hari ini aku sudah terlalu banyak merepotkan anda dengan ulah anak ku. Terima kasih untuk semua


yang anda berikan untuk anakku. “ Ucap Laura.


“ Mau kah kau menganggap ku sahabat ? Karna aku ingin bersahabat dengan mu. Kau boleh menceritakan apapun


yang kau rasakan, jangan pernah sungkan pada sahabat mu. “ Devian berucap sambil mengerlingkan matanya membuat wajah Laura yang awalnya sendu kini berseri kembali.


Devian mendekatkan jari kelingkingannya ke arah jari kelingking Laura. Kini mereka menautkan jari kelingking


mereka sebagai tanpa persahabatan. Devian tak ingin terburu – buru untuk mengungkapkan perasaannya bahwa dia ingin menjadi sosok yang hadir di relung hati milik Laura.


Suara bel apartemen kamar Laura berbunyi menandangkan asisten Jo telah sampai di depan kamar apartemen


Laura. Devian sudah memberi tahu pada Jo agar langsung naik ke kamar Laura dan meminta izin pada resepsionis yang bertugas.


“ Biar aku saja yang membukanya. Itu pasti Jo asisten ku. “ Ujar Devian yang kini bertatapan dengan Jo. Melihat penampilan Tuannya saat ini membuat Jo terbengong menatap Tuannya.


“ Sungguh luar biasa, memang bos hebat. Dulu hanya satu malam saja bisa menghasilkan dua anak sekaligus dan


sekarang baru beberapa jam saja sudah bisa secepat itu menahlukkan Laura.” Ucap Jo dalam hati yang kini mendapat tatapan tajam dari Tuannya.


“ Hei…Dasar otak mesum. Jangan berpikir terlalu jauh jika tak ingin gaji mu ku potong. Kemarikan paper bag yang berisi pakaian ku. “ Sahut Devian yang menatap tajam sang asisten.


“ Maaf Tuan…” Ujar Jo yang langsung menyodorkan paper bag milik Devian.


“ Tunggulah di sini ! Aku masuk sebentar untuk berganti pakaian. Tak perlu kamu masuk ! “ Ucap Devian ketus yang langsung menutup pintu apartemen.


“ Dasar bos tak punya akhlak. Sudah mengganggu tidur nyenyak ku, sekarang aku hanya di suruh menunggu di depan. Bukannya menyediakan minuman.


“ Hem.. Aku pulang dulu ya…Beristirahatlah ! Besok aku akan menjemput kalian sebelum ku ke kantor. " Ucap Devian.


“ Baiklah Selamat beristirahat ! “ Ucap Laura saat mengantarkan Devian sampai di depan pintu kamar apartemen


miliknya.


Setelah kepergian Devian, Laura masuk ke kamar Axelle untuk melihat anak laki – laki nya. Laura menyelimuti tubuh Axelle dan mencium keningnya dan mengucapkan selamat tidur. Wajah tampan tak berdosa itu kini sedang tertidur pulas. Setelah itu Laura memasuki kamar nya dan menaiki ranjang nya untuk menyusul kedua anaknya ke alam mimpi. Hal yang sama juga yang di lakukan oleh Devian. Setelah sampai apartemen dirinya langsung membaringkan tubuhnya yang terasa lelah dan kini sudah terbang ke alam mimpi.


********


 


Alarm di ponsel nya telah berbunyi, menandakan sudah waktunya untuk dirinya bangun mempersiapkan segala kebutuhan kedua anak kembarnya. Laura mengerjapkan matanya kemudian bangkit dari tidurnya. Sudah menjadi kebiasaannya untuk membuat sarapan untuk kedua buah hatinya.


Mencium aroma masakan dari dapur membuat Audrey dan Axelle terbangun. Jika di lihat seperti itu mereka terlihat seperti anak kecil seusiannya. Sungguh wajah mereka selalu membuat Laura merasa gemas.


Setelah kedua anaknya mandi, mereka memutuskan untuk makan bersama. Audrey menanyakan tentang Devian di sela – sela makannya, tentang jam pulang Daddy nya.


“ Ya Halo…Apa  anda sudah di lobby ? “ Tanya Laura.


“ Ya. Apa kamu sudah siap hem ? “ Ujar Devian.


“ Naik lah ke atas, ada sarapan yang bisa anda makan sambil menunggu ku mandi.” Sahut Laura.


Tanpa pikir panjang, Devian langsung menaiki lift untuk ke kamar Laura. Sedangkan asisten Jo di suruh tetap


menunggu di Lobby.


“ Dasar Bucin. Sampai tak pernah memikirkan perasaan ku. Pepet terus…” Ucap asisten Jo kesal dengan kelakuan Tuannya sekarang.


Devian memencet bunyi bel kamar apartemen milik Laura. Mendengar suara bel, Laura langsung bergegas membukakan pintu.


“ Silahkan masuk !  Nikmatilah makanan yang masih tersaji di meja makan. Aku ingin mandi dulu. “Ucap Laura.


Tanpa rasa malu dirinya langsung melahap semua makanan yang tersedia di meja makan. Entah mengapa *****


makan nya bertambah saat menikmati makanan buatan Laura.


Laura keluar dari kamarnya. Kini dirinya memakai dress berwarna peach yang sangat cocok dengan kulit putihnya


dan rambutnya di biarkan tergerai. Devian mencoba menelan saliva nya melihat wajah cantik sang pujaannya. Kini mereka pergi ke kantor tempat Axelle bekerja bersama.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam, kini mobil Devian sudah terparkir rapih. Sebelum ke perusahaan tempat dirinya pimpim, Devian selalu menyempatkan untuk mengantarkan kedua anak kembarnya ke tempat perusahaan Axelle pimpin.


Devian sangat bangga dengan sosok anak laki – laki nya. Meskipun anak nya masih di bawah umur, namun semangat nya untuk meraih kesuksesan seperti layaknya orang dewasa.


Axelle kini sudah duduk di bangku kebesarannya. Dan Devian kini duduk di sofa bersama Audrey dan juga Laura.


“ Lihat lah Hem sungguh kau memang seorang Mommy yang hebat untuk Audrey dan Axelle. Aku sangat bangga


padamu. Karna di balik kesuksesan dan genius yang di miliki Audrey dan Axelle itu semua karna kerja kerasmu membesarkan mereka. “ Ucap Devian yang membuat wajah Laura merona.


“ Kenangan masa lalu ku sangat buruk, aku tak ingin mereka seperti yang aku rasakan. Namun kini ada sesuatu


yang mengganjal di hatiku sampai saat ini. “ Ujar Laura yang wajah nya kini berubah mendung.


“ Ceritakanlah apa masalah mu, siapa tahu aku bisa membantumu. Percayakanlah pada sahabatmu ini. Ingat lah sekarang kita ini bersahabat. “ Goda Devian mencoba mencairkan  suasana canggung di antara mereka.


Laura terkekeh mendengar ucapan Devian. Sungguh dirinya merasa Bahagia karena kini memiliki sahabat, tempat


untuk dirinya berkeluh kesah tentang apa yang dia rasakan saat ini. Entah mengapa dirinya sudah merasa percaya dan nyaman dengan sosok Devian yang beberapa hari ini hadir di hidupnya memberikan warna baru untuk dirinya.


 


 


Aku ucapkan terima kasih atas dukungan nya selama ini buat karya - karya ku😃🤗😘😍🙏🙏