My Kids My Hero

My Kids My Hero
Kepergian ke Jepang



Makan siang selesai, dan kini Laura dan Devian memilih untuk mengobrol mengenai keberangkatan besok ke Jepang. Dan rencana nya selama 1 Minggu Laura beserta kembar dan mami berada di sana.


" Lama banget sih kamu. Bagaimana kalau aku nanti kangen sama kamu ? " Ucap Devian manja.


" Biarin sekali - sekali lah yang. Kamu juga kan sibuk kerja nanti. " Sahut Laura.


" Pasti rumah serasa sangat sepi, orang kesayangan ku pada pergi. Andai pekerjaan ku tak menumpuk, aku pasti ikut dengan kalian. " Ujar Devian.


" Sabar....ga lama ko. ." Ucap Laura sambil mengelus wajah sang suami.


Niatnya menenangkan dan memberi pengertian pada sang suami, namun justru sentuhan lembut nya membuat sang soulmate terbangun dari tidur.


" Yang...ke dalam kamar yuk ! Aku sudah ga tahan. " Ucap Devian yang kini sudah mulai memanas aliran darah ingin segera melakukan pelepasan.


Devian langsung menarik tangan Laura untuk masuk ke dalam ruangan pribadinya, namun sebelum nya Devian menekan tombol remote untuk mengunci pintu ruangannya.


Dengan tergesa - gesa Devian langsung membuka pakaian yang menempel di tubuhnya dan melempar nya begitu saja. Dapat Laura lihat kini sang soulmate sudah menjulang tinggi dan siap menerkam.


" Buka semua pakaian mu, aku sudah tak tahan sayang. " Ucap Devian di ikuti Laura. Kini kedua nya sudah sama - sama polos.


Devian merebahkan tubuh istrinya di ranjang dan langsung mengungkung nya memberikan kecupan bertubi-tubi di bibir dan lehernya. Hingga suara de***** keluar dari bibir Laura.


" Sayang aku sudah tidak tahan. " Devian memilih mempersingkat melakukan foreplay.


" Aaah..." Teriak Devian saat soulmate sudah masuk ke lubang kenikmatan milik istrinya.


" Sayang...aku percepat ya permainannya. Aku seperti cepat keluar. " Ucap Devian yang nafas nya sudah ngos-ngosan.


Jantung nya berdegup sangat kencang, nafasnya terasa sangat cepat. Keringatnya sudah bercucuran. Laura sangat mengerti bahwa hasrat suaminya sedang meninggi.


Kring...kring... Suara ponsel Devian terus berbunyi, namun Pemilik nya masih asyik berolahraga ranjang.


" Huhft...pasti mereka sedang asyik bercinta. " Gerutu Jo yang belum juga mendapat respon dari Devian.


" Sayang...ponsel mu berbunyi terus dari tadi. Takut jika ada yang penting. " Ucap Laura, namun tak di pedulikan oleh Devian.


Suaminya masih terus memompa nya dengan penuh semangat, hingga akhirnya cairan hangat menyembur rahim Laura.


" Terima kasih sayang...ku mohon jangan pulang lama - lama, aku tak kuat menahan rindu ." Ucap Devian sambil mengecup kening istrinya.


" Sayang...apa kau tak mendengar sejak tadi ponselmu terus saja berbunyi ? " Ujar Laura yang sambil merapikan pakaiannya lagi.


" Ya aku dengar, bahkan hampir saja membuat konsentrasi ku buyar. " Sahut Devian kesal.


Kini Devian sudah dalam keadaan rapih lagi, dirinya langsung kembali ke kursi kebesarannya dan menghubungi Jo yang sejak tadi menghubungi dirinya sejak tadi.


" Ganggu saja. Ada apa terus menerus menghubungiku ? " Ucap Devian ketus.


" Maaf Tuan, saya terpaksa menghubungi anda . Karna Tuan Andre ingin bertemu anda sore ini. " Jelas Jo.


" Jika tidak ada urusan penting, aku juga tak akan menghubungi mu. " Umpat Jo dalam hati.


" Baiklah... Jemput saja aku nanti ! " Sahut Devian.


*******


Hari yang di nanti telah tiba. Kembar, mami Leli, Laura, dan juga baby sister anak - anaknya sudah bersiap untuk segera berangkat. Mereka akan menaikkan jet pribadi.


" Hai...jagoan Daddy. Semangat terus ya meraih kesuksesan, Daddy doakan semoga kamu meraih juara ! Maaf Daddy tak bisa ikut bersama kalian. " Ucap Devian merangkul tubuh anak laki - lakinya.


" Pastinya Dad ! Aku akan bawa kemenangan hadiah untuk Daddy. " Ujar El.


Kini rangkulannya berpindah ke putri nya, Audrey.


" Jangan nakal ya anak pintar Daddy ! Jangan buat Mommy mu pusing ! " Devian terkekeh, karna meskipun Audrey telah memiliki adik dirinya masih sangat bersikap manja pada Mommy nya.


" Eeehhhhmmm.." Jawab Audrey kesal karna pesan Daddy nya pada dirimu.


" Berat rasanya aku melepas kalian ! Aku yakin baru sebentar kalian berangkat, aku pasti sangat merindukan kalian. " Ungkap Devian.


" Sudahlah jangan pikir terlalu jauh. Kami berangkat dulu ya ! Ingat jangan nakal aku tak ada. " Bisik Laura.


*******


" Jo, apa saja jadwal ku hari ini ? " Tanya Devian lesu. Entah saja tiba - tiba hilang gairah bekerja. Dirinya sangat sadar bahwa keluarga nya adalah penyemangat hidupnya.


Jo menjelaskan semua jadwal pekerjaan Devian hari ini.


" Benarkah Devian sedang sendiri ? " Tanya Monik dengan mata berbinar-binar.


" Ya aku mendapat informasi dari orang suruhan ku yang mengawasi keluarga Devian. Mereka menginfokan bahwa Laura beserta anak dan mami Devian sedang melakukan perjalanan ke Jepang. Jadi ini kesempatan buat mu untuk mendekati Devian lagi. " Ujar Michael.


" Suruh lah orang yang berpura - pura akan melakukan kerjasama dengan Devian, namun lakukan di club malam pertemuannya. Lalu ajak Devian minum hingga mabuk dan campurkan obat perangsang dosis tinggi. Lalu bawa dia ke hotel, dan di sana aku akan menunggu nya ! " Ujar Monik licik.


" Tapi bagaimana jika Jo terus mengikutinya. Bukankah mereka selalu pergi satu paket ? " Sahut Michael.


" Berikan dia juga seorang ja****, agar terlupa dengan bos nya ! " Ucap Monik


" Baiklah aku coba ! " Michael langsung menuruti kemauan Monik tanpa berpikir lagi dampak yang akan dia terima.


*****


" Tuan ada undangan malam ini di sebuah club malam di daerah xxxxx. Tuan Jeremy bilang ingin bertemu anda di sana membicarakan masalah bisnis. " Ucap Jo.


" Dari perusahaan apa ? Dapat dari mana nomor mu ? Entah mengapa perasaan aku tak enak, seperti ada sesuatu. " Sahut Devian.


" Jika Tuan ragu untuk menemui nya, sebaiknya jangan lakukan ! " Ujar Jo.


" Kita lihat saja permainan siapa ini ? Kamu siapkan semuanya. Sewa orang untuk menjaga kita berdua. Tapi biarkan mereka menjalankan rencana nya dulu. Siapkan kamera perekam dan suruh anak buah El untuk merentas cvtv kemana saja kita pergi. " Ungkap Devian.


" Menurut anda siapa yang melakukan hal itu ? " Ucap Jo.


" Kita lihat saja ! Yang terpenting kita tetap waspada ! " Ujar Devian.


Jo langsung menghubungi tim yang terkait untuk acara penggerebekan malam ini.


Laura sudah mengabari bahwa mereka telah sampai di Jepang.


\=\=\=\=\=\=\=\=


Devian berjalan dengan gagah memasuki club malam di ikuti sang asisten.


" Selamat malam Tuan Devian. " Ucap seorang pria yang mengaku sebagai Jeremy yang akan melakukan kerjasama.


" Silahkan duduk ! Saya pesan dulu minuman untuk anda ! " Ujar Jeremy.


" Ehm. ". jawab singkat Devian.


" Tetap waspada ! Kita mulai berperang ! Mulai aktifkan sekarang ! " Devian dan Jo mulai menekan tombol hitam yang berada di belakang jam tangannya dan juga ikat pinggang miliknya. Sebuah alat untuk merekam dan juga merupakan sebuah kamera tersembunyi.


Jeremy mulai membuka obrolan untuk membuat Devian dan Jo tak curiga. Seperti layaknya seorang yang berniat bekerja sama.