
Jo memberikan isyarat pada Tuan nya agar tak meminum minuman yang di berikan oleh Jeremy, namun Devian tetap membandel.
" Ku yakin minuman itu sudah di berikan obat sesuatu. Entah mengapa aku merasa hal ini hanya sebuah jebakan. Namun kau tak mempedulikan kode dari ku. " Jo terus mengumpat dalam hati.
Dan benar saja setelah meminum, Jo melihat wajah Tuannya mulai berubah. Wajah nya kini berwarna merah seperti seseorang sedang menahan.
" Apa Tuan Devian dan Tuan Jo membutuhkan seorang ja**** ? " Jeremy terkekeh.
" Tidak terima kasih. Tuan saya pulang dulu ya ke apartemen, nanti kabarin saja jika mau pulang ! " Ujar Jo bersikap biasa untuk melancarkan aksinya.
Padahal Jo tidak benar-benar pergi dari club itu. Dirinya akan menunggu di luar memantau perkembangan Tuannya. Bahkan Jo juga mengutus anak buahnya untuk memantau Devian di dalam.
Dan benar saja, selang beberapa menit dirinya melihat Tuannya yang sedang di papah oleh dua orang tak di kenal dan memasukkan Devian ke dalam mobil, dan terlihat Devian sudah meracu tak jelas karna sudah dalam keadaan sangat mabuk.
Orang suruhan Jo langsung mengikuti ke mana Tuannya di bawa. Dan kini mobil yang membawa Devian telah sampai di sebuah hotel. Orang suruhan Jo terus mengikuti sampai Devian sudah masuk ke dalam.
Jo yang kini juga sudah sampai di hotel. Masih terus memantau kamera tersembunyi. Perlahan tapi pasti tim sukses sudah berpencar masuk secara bergantian agar tak membuat curiga akan terjadi penggerebekan.
Kini Devian sudah di baringkan di ranjang dan Monik sudah hadir di sana dengan pakaian yang sangat sexy. Hingga hasrat Devian semakin memuncak tak terkendalikan.
" Halo Baby... akhirnya malam ini kamu akan jatuh juga ke pelukanku. Meskipun kamu sudah cukup tua dan memiliki anak banyak, namun bagi ku pesona mu tak pernah hilang... Hahahah...." Monik terus tertawa seperti orang yang tak waras.
Devian yang dalam pengaruh minuman dan obat perangsang ,tak memandang lagi jika yang saat ini bersamanya adalah Monik.
Devian menarik tangan Monik dengan kasar dan mengukungnya. Hingga membuat Monik tersenyum licik.
" Calm down Baby...Rupanya kau sudah tak sabar bercinta padaku ? " Bisik Monik sensual membuat Devian sudah tak tahan melampiaskan hasratnya.
" Siap semuanya, berkumpul di sini ! Dalam hitungan tiga kita langsung dobrak pintu itu ! " Ucap Jo memberi aba - aba untuk menyelamatkan Tuannya. Bahkan kini tim polisi juga sudah siap siaga.
" Satu...Dua...Tiga..." Pintu kamar terbuka dan Jo melihat penampakan Tuannya yang sudah dalam keadaan polos dan siap menerkam Monik.
" Ya Tuhan jika Nyonya Laura tau, aku tak tahu apa yang akan terjadi. Bisa - bisa nya dia enak - enakan, sedangkan aku di repotkan.
Polisi langsung menangkap Monik dan juga anak buahnya. Sedangkan Michael belum datang ke sana. Monik di bawa oleh tim polisi ke kantor polisi.
Cepat - cepat Jo memakai pakaian Devian kembali. Bukan hanya itu saja dirinya juga membantu Tuannya untuk terlepas dari pengaruh obat perangsang. Jo langsung memberikan obat penawar nya.
" Bikin susah ku saja, waktu nya aku bisa tidur nyenyak, tapi justru aku harus mengurus. " Gerutu Jo.
Orang suruhan Jo membopong Devian untuk pulang. Devin sudah tak sadarkan diri.
" Katanya pengusaha, tapi bodoh ko di pelihara. " Umpat Jo. Memang ini semua Devian lakukan agar Tim polisi bisa menangkap nya,
*******
Berbeda hal nya apa yang di lakukan kembar, Laura dan maminya. saat ini mereka sedang menikmati Liburan . Bahkan kedua anak nya sangat senang. Dan kini sudah tertidur pulas.
" Daddy ke mana Ya ? Ko ga ada kabar, bahkan berkali-kali aku hubungi, tak di angkat. " Umpat Laura gelisah. Dia ngerasa seperti ada yang tak beres pada suaminya.
Sedangkan Jo kini sudah membawa Devian pulang ke rumah nya.
Setelah Devian lebih terlihat rileks, Jo langsung menghubungi pengacaranya untuk mengurus perkara ini, dan dia juga meminta agar pengacaranya mengusut tuntas kasus ini.
*****
Kini tiba saatnya hari yang di nanti, Pertandingan yang di ikuti segera di mulai. Axelle melakukan yang terbaik, dengan lihai dirinya mengotak Atik laptop dan juga sebuah robot yang dia ciptakan.
Bahkan semua yang hadir di sana bertejuk kagum melihat kemahiran Axelle. Bahkan mereka sempat ragu, jika Axelle bukan pembuatnya. Namun seiringnya waktu mereka memuji kecerdasan Axelle, dan juga anak yang genius.
" Kemana ya Daddy, ko masih ga ada kabar . Apa aku hubungi Jo aja ya. Pasti Jo tau. " Ucap Laura yang sejak semalam hati nya merasa tak tenang.
Serangkaian perlombaan sudah di lakukan, dan juri memutuskan bahwa Axelle sebagai pemenang dalam perlombaan itu.
Rasa bangga pihak sekolah semakin bertambah karna Axelle adalah peserta termuda, namun tingkat kesulitannya cukup tinggi hasil karya Axelle.
" Selamat ya sayang...kau anak yang hebat. Terima kasih selalu membuat kami bangga. " Ucap Laura sambil memeluk erat sang anak.
Sedangkan di tempat berbeda Devian baru terjaga dari tidurnya.
" Mengapa aku bisa ada di sini ? Siapa yang membawaku ? " Devian bertanya pada hatinya. Karna yang dia ingat terakhir kali dirinya sedang mengobrol tentang kerjasama dan selanjutnya dia tak ingat sama sekali.
Jo datang menghampiri Tuannya.
" Apa Tuan sudah membaik ? Ucap Jo yang tiba - tiba saja masuk.
" Apa yang terjadi semalam ? Jelaskan ! " Ucap Devian tegas."
" Benar seperti dugaan.ku. Mereka sudah menjebak anda dengan memberikan obat perangsang. Agar anda jatuh ke dalam pelukan Monik. " Uja Laura.
" Apa ? Benarkah ? Mati aku jika Laura tahu. Apa aku sampai melakukan nya dengan Monik tadi malam ? " Devian mencoba mencari tahu.
" Apa aku kerjain saja ya ? Aku bilang dirinya sudah memperkosa Monik, biar sekalian dia frustasi karna merasa takut jika Nyonya Laura. " Jo tertawa geli dalam hati.
" Mengapa kau diam saja ? Jawab pertanyaan ku ! " Suara Barito Devian membuat nya nyali Jo mendadak menciut.
" Tidak. Kami datang tepat waktu saat anda hampir saja melakukan nya. Aku datang Tuan sudah sama - sama dalam keadaan polos dan anda sudah mengukungnya dan siap menerkam. " Jelas Jo.
" Untungnya. Jika tidak bisa mati aku, Laura akan meninggalkan aku. Kerja yang hebat ! " Devian merasa bahagia.
" Apa Tuan mau ikut saya mengurus kasus ini ke kantor polisi ? " Ucap Jo.
Melihat pergerakan lucu Devian , membuat Jo terpingkal tertawa geli.
Kring ..kring
" Nyonya Laura ? " Ucap Laura namun masih terdengar jelas oleh Devian.
" Hai Jo. Kamu tau tidak Daddy nya anak - anak ke mana ? " Ucap Laura serius.
" Maaf Nyonya, semalam ponsel Tuan Devian rusak. Namun sekarang sudah benar dan keadaan Tuan Devian baik - baik saja. Sekarang dia sedang bersama saya. " Jelas Jo kepada Laura.