
Aku Mencintaimu
Laura dan Devian kini sudah sampai di rumah sakit tempat Laura akan memeriksakan kandungannya. Tak butuh waktu lama, nama Laura di panggil. Pihak Dokter menyuruh Laura untuk membaringkan tubuhnya di ranjang rumah sakit kemudiaan sang dokter memberikan gel di perutnya untuk mulai melakukan usg.
“ Selamat Nyonya Laura..memang benar Nyonya Laura saat ini sedang hamil. Tuan, Nyonya, ini calon bayi kalian. Kini sudah berusia 3 minggu dan dalam keadaan sehat. “ Ucap Sang Dokter membuat Laura meneteskan air mata harunya.
Karna akhirnya dirinya bisa mewujudkan keinginan suaminya untuk memilik anak kembali. Namun sayangnya sang ayah mertua belum sempat melihat calon cucunya terlahir ke dunia.
“ Ini ada resep vitamin, obat mual, dan juga obat penguat kandungan yang harus di tebus di apotik. Apa ada keluhan yang Nyonya rasakan selama ini ? “ Tanya Dokter Meli.
“ Hanya sedikit pusing saja dan jika pagi akhir - akhir sering terasa mual dan baru merasa lega jika sudah mengeluarkan semua isi perut ku seperti tadi pagi sebelum ke sini . “ Ucap Laura.
“ Apa Tuan Devian merasakan kembalikehamilan simpatik seperti kehamilan pertama dulu ? “ Tanya Dokter Meli yang dulu menangani Devian saat kehamilan kembar.
“ Sepertinya tidak. Karna sampai saat ini aku merasakan baik – baik saja. “ Sahut Devian.
“ Owh,…berarti kehamilan kali ini, anda tak mengalami kehamilan simpatik. Namun justru Nyonya Laura yang merasakan hal itu. “ Ungkap Dokter Meli.
“ Pada tri semester pertama, kondisi kandungan masih sangat rentan. Jangan terlalu cape dan juga stress. Bukan itu saja, lebih baik aktivitas ranjang sebaiknya di tunda dulu, namun jika terpaksa boleh lakukan secara lembut dan jangan terlalu lama. “ Ucap Dokter Meli.
Dokter Meli sangat tahu apa yang ada di pikiran Devian. Devian pasti tak akan sanggup jika harus berlama – lama menahan hasrat ke lelelakiannya, makannya sebelum Devian bertanya Dokter Meli sudah mengungkapkannya.
Setelah merasa puas dengan ucapan sang dokter , Devian dan Laura berpamitan pulang dan segera pergi ke apotik untuk membeli obat yang ada di resepnya.
Setelah semua nya selesai, Devian dan Laura kini pergi meninggalkan rumah sakit untuk pulang. Kedua pasangan itu kini sudah berada di dalam mobil mereka.
“ Love You My Wife…” Ucap Devian sambil menggenggam tangan istrinya.
“ Terima kasih sudah mau menjadi istri untukku dan juga ibu bagi anak – anak ku. Aku mencintaimu… “ Ucap Devian sambil mencium kening sang istri.
“ Aku juga mencintaimu. Terima kasih sudah menjadi suami yang baik untukku dan juga Daddy yang baik untuk anak – anak kita. “ Balas Laura.
Tak ada yang melebihi rasa Bahagia kala kita merasa di cintai oleh pasangan kita. Laura tak pernah menyangka, jika pria yang dulu menjadi idolanya , kini memperlakukan dirinya dengan baik.
“ Jaga anak kita baik -baik ! Aku tak mau kamu kelelahan. Untuk sementara waktu biar perusahaan Daddy Ronald di pegang orang kepercayaan ku, kamu hanya perlu memantau nya saja. “ Ucap Devian sambil mengelus perut rata sang istri.
“ Tapi aku boleh kan mengantar kembar ? Aku merasa bosan jika harus berdiam diri di rumah. “ Ujar Laura.
“ Boleh saja…yang penting lebih berhati – hati. Jika kau bosan, kau boleh ikut ku bekerja. “ Sahut Devian.
“ Tapi sepertinya untuk sementara waktu aku memilih untuk tidak ke kantor mu. Karna aku tak ingin membuat dirimu menerkam ku. “ Kekeh Laura membuat Devian mengerucutkan bibirnya.
“ Tidak hanya di kantor, aku bisa saja melakukan hal itu kapan pun dan di mana pun aku mau. “ Sahut Devian kesal.
“ Apa kau tega menyiksaku untuk menahannya ? “ Ucap Devian.
Cup…
Laura langsung mengecup bibir Devian sekilas membuat Devian tersenyum Bahagia.
“ Terima kasih sayang….cukup tiga bulan nanti setelah dirimu melahirkan, diriku terpaksa harus menahannya. Namun untuk saat ini biarlah aku menikmatinya. Aku mencintaimu, bahkan sangat mencintaimu. “ Ujar Devian.
Mobil Devian sudah sampai di Gedung Abraham Group. Devian berjalan dengan menggandeng mesra tangan Laura. Bahkan dirinya terlihat sangat posesif.
“ Sayang…lebih baik kamu selonjoran dulu di sana. Aku akan memeriksa pekerjaan dulu. “ Ucap Devian sambil membantu Laura untuk duduk.di sofa.
“ Eeeehhhhmmmm.” Sahut Laura dan memilih mengikuti keinginan suaminya.
Laura merasakan kantuk yang sangat luar biasa, hingga dirinya memilih untuk beristirahat tidur. Devian menyunggingkan senyum Bahagia saat dirinya melirik ke arah istrinya yang semakin hari baginya bertambah cantik.
“ Aku mencintaimu, dan akan selalu mencintaimu. Karna bagiku kamu bukan hanya seorang pendamping untuk ku, namun posisi mu sangat berarti di hidupku. “ Gumam Devian dalam hati saat memandang Laura dari meja kerjanya.
Tok….Tok…Tok…
“ Maaf Tuan…mengganggu waktu anda sebentar. Di Lobby ada Tuan Michael, dia ingin bertemu dengan anda. “ Ucap Jo, namun sempat melirik ke arah Laura yang masih tertidur pulas, bahkan tak terganggu meskipun hadirnya Jo.
Melihat sikap asistennya, Devian sempat memberikan tatapan tajam. Karna dirinya tak suka jika ada satu orang pria pun berani memperhatikan istrinya termasuk asistennya.
“ Ehem. Berani – berani nya dia ke sini. Memangnya ada perlu apa ? Lebih baik kau saja sana yang menemuinya ! Aku tak ada waktu untuk menemui orang yang bagiku tak penting.Terlebih saat ini istriku sedang tidur pulas, aku tak mau mengganggunya.“ Ucap Devian ketus.
“ Baiklah jika begitu. Aku akan yang menemuinya. “ Sahut Jo.
“ Selalu saja aku yang di repotkan…Semoga aku selalu memiliki stock sabar yang banyak. “ Gerutu Jo dalam hati.
“ Tuan…maaf. Mari ikut saya ! “ Ucap Jo membuat Michael menoleh dan mengikuti ucapan Jo.
“ Silahkan duduk Tuan Michael ! Maaf ada perlu apa anda mendatangani kantor kami ? “ Ucap Jo dingin, karna tanpa di sadari asisten Jo adalah duplikat Devian. Bukan hanya sikap dingin nya, namun asisten Jo memiliki wajah tampan yang tak beda jauh dari Tuannya.
“ Maaf…apa saya bisa bertemu dengan Tuan anda ? “ Tanya Michael menyelidik.
“ Maaf Tuan, untuk saat ini Tuan Devian tidak bisa di temui. Karna sedang ada urusan penting yang tak bisa di
tinggalkan. Jadi lebih baik anda ungkapkan saja maksud dari kedatangan anda! “ Ungkap Jo membuat Michael hanya ber o ria mendengarnya.
“ Kedatangan saya kali ini. Ingin menawarkan sebuah kontrak kerja sama. “ Sahut Michael sambil menyerahkan sebuah proposal kepada Jo.
Dapat ketahui bahwa Perusahaan Michael tak sebesar perusahaan milik Devian. Bahkan Michael pun tak sesukses seperti Devian, bisa di katakan Michael hanya anak bawang. Terlebih perusahaan papi nya sempat mengalami bangkrut karna dirinya tak serius menjalani perusahaan tersebut.
“ Baiklah…akan kami pelajari terlebih dahulu proposal ini. Nanti akan kami hubungi anda, jika perusahaan kami tertarik. “ Ujar Jo dan langsung mendapatkan anggukan mengerti dari Michael.