My Kids My Hero

My Kids My Hero
Salah Paham



Salah Paham


Michael pergi meninggalkan Devian dengan penuh bahagia. Meskipun dirinya tak berhasil membuat kacau Perusahaan Devian, paling ga dirinya sudah merasa puas dengan membuat kacau hubungan pernikahan Devian dengan Laura.


Devian duduk termenung di kursi kebesarannya, dirinya teringat akan ucapan Michael padanya tadi. Devian mencoba mencerna dengan baik semua ucapan Michael tentang istrinya. Devian berpikir apa mungkin sang istri berbuat selingkuh di belakang nya. Tidak cukup kah 3 orang anaknya yang menjadi bukti cinta mereka. Bukan itu saja dirinya selama ini selalu membuat Laura bahagia, tapi bisa - bisa nya sang istri mencari kebahagiaan dengan pria lain.


" Apa mungkin anak di kandung Laura adalah anak Michael ? Sungguh tega yang di lakukan Laura bila kenyataannya seperti itu. " Gumam Devian dalam hati.


Jo masuk ke dalam ruangan Devian, dan dirinya mendapati Tuannya yang sedang termenung dengan pikiran yang melayang, bahkan saat dirinya masuk Devian tak menyadarinya.


" Maaf Tuan...mengganggu. " Ucap Jo membuat Devian tersentak.


" Ada apa Jo ? " Tanya Devian.


Melihat ekspresi wajah Tuannya yang lesu tak bersemangat membuat asisten nya bertanya dalam hati. Karna baru kali ini Devian seperti ini setelah bertemu dengan Laura.


" Saya hanya ingin memberi tahu, malam ini kita ada pertemuan dengan Tuan Arnold di hotel xxxx. Kita harus sampai sana sebelum jam 19. Ucap Jo menjelaskan pada Tuannya.


" Baiklah kamu atur saja ...! " Sahut Devian singkat.


Devian langsung meraih tumpukan pekerjaan yang harus dia tanda tangani. Sayangnya saat Michael datang, Jo sedang tidak ada. Hal itu membuat dirinya tak mengetahui permasalahan yang di alami tuannya.


Di tempat berbeda saat ini Laura merasa bingung karna sejak tadi dirinya berusaha menghubungi sang suami tapi sampai saat ini tak ada respon sama sekali dari suaminya.


" Kenapa dari tadi suamiku tak bisa di hubungi ya ? Apa yang terjadi dengannya ? " Laura mencoba menerka - nerka.


Akhirnya dirinya berniat untuk menanyakan sang suami lewat ponsel asisten nya.


" Ya Nyonya...maaf ada apa ? " Ucap Jo di panggilan telepon, namun saat mengucap nama Laura yang menghubungi Devian langsung memberi tahu padanya bilang dirinya sedang tak bersamanya.


" Mengapa Tuan bicara seperti itu nya ? Apa yang sebenarnya terjadi di antar kedua pasangan ini ? " Ujar Jo penuh tanya.


Lagi - lagi Laura mendapatkan jawaban yang tak membuat dirinya puas. Sungguh aneh, apa mungkin suaminya pergi tanpa mengajak asisten nya. Dan kemanakah suaminya pergi tanpa sepengetahuan sang asisten. Banyak pikiran tentang keberadaan sang suami yang kini menari di otak Laura.


" Bagus akting mu ? Akan aku beri bonus. Aku yakin pasti Laura sedang kebingungan. " Ucap Devian pada sang asisten.


" Kalau boleh tau, memang nya ada permasalahan apa antara Nyonya dengan Tuan ? " Tanya Jo menyelidiki.


" Ini bukan urusan mu, ini urusan seseorang yang sudah menikah. " Celoteh Devian membuat Jo kesal.


" Jika begitu tak perlu libatkan aku di permasalahan rumah tangga anda. " Ucap Jo kesal dalam hati.


" Ada yang ga beres ni... " Sambung Jo dalam hati.


Laura merasa sedih dengan sikap sang suami yang tiba - tiba saja berubah. Entah apa penyebabnya dirinya tak tahu. Padahal sebelumnya tidak terjadi apa - apa di antara mereka.


Mobil yang membawa kembar sudah sampai di kediaman Tuan James. Sampai saat ini Laura masih tinggal di sini untuk menemani Mami Leli agar tak merasa kesepian setelah meninggal nya papi James.


" Mom...mom kenapa ? Apa yang terjadi pada Mommy ? " Ucap El yang kini memandang wajah sendu Mommy nya.


" Hiks...Hiks..." Bukan nya menjawab pertanyaan anaknya, Laura justru malah menangis.


Audrey berusaha menyeka air mata yang mengalir di wajah Mommy...


" Mommy kenapa ? " Ucap Audrey sambil memandang wajah sang Mommy.


" Daddy ga ada kabar.... Padahal Mommy sudah berusaha menghubungi nya berkali - kali bahkan Mommy juga sudah menghubungi Daddy namun kata om Jo Daddy tak bersama nya...Hiks...Hiks..." Ungkap Laura yang masih sedih.


" Kak..cari keberadaan Daddy sekarang di mana ! Bukankah Kakak bisa melacaknya ? " Ucap Audrey memandang ke arah sang kakak.


" Mommy...tenang ya ! Aku akan mencari keberadaan Daddy saat ini, ku yakin pasti bisa segera menemuinya. " Ujar Axelle mencoba menenangkan sang Mommy.


" Mommy tenang saja...Kak El kan sangat ahli dalam hal seperti itu. Kak El itu anak genius. Apa Mommy tak ingat hal itu ? " Ucap Audrey.


" Begitu bodohnya Mommy, sampai - sampai tak bisa berpikir kalau Mommy memiliki anak yang genius. Daddy kalian bikin Mommy khawatir saja . " Laura terkekeh.


Dengan cepat Axelle langsung masuk ke dalam kamarnya dan segera dirinya melacak keberadaan sang Daddy. Namun Daddy nya terkejut saat dirinya mengetahui bahwa sang Daddy saat ini sedang berada di kantornya.


" Mengapa Daddy seperti ini ? Apa yang sebenarnya terjadi ? Sepertinya terjadi salah paham di antara Mommy dan Daddy. Pusing jika harus memikirkan orang dewasa...." Ucap Axelle dalam hati.


Axelle keluar dari kamarnya untuk menemui sang Mommy untuk menenangkan sang Mommy kalau saat ini Daddy nya berada di kantor.


" Mom...Mom...Mommy di mana ? " Axelle terus memanggil sang Mommy yang tak ada di kamarnya.


" Owh...Mommy sedang di kamar mandi. " Gumam Axelle saat mendengar gemercik air dari dalam kamar mandi.


Laura keluar dari kamar mandi dan menemui Axelle yang berada di kamarnya.


" El...kenapa sayang ? " Ucap Laura sambil berjalan mendekati sang anak.


" Mommy ga usah stres ya ! Aku sudah tau keberadaan Daddy, saat ini Daddy di kantor. Mungkin saja Daddy saat ini sedang sibuk jadi tak sempat mengangkat telpon dari Mommy, dan mungkin saja om Jo sedang berada di luar tak bersama Daddy. " Ujar Axelle untuk meredakan ke salah pahaman di antara kedua nya.


Sedangkan sang Mommy hanya ber o ria mendengar penuturan sang anak.


Dirinya bisa bernafas lega karna mungkin benar yang di katakan anaknya Axelle.


Namun jam menunjukkan sudah pukul 20.00, Devian belum juga pulang. Bahkan sampai saat ini Devian tak juga memberi kabar padanya. Ada perasaan cemas dan gelisah yang di rasakan Laura. Bahkan hal itu membuat perutnya merasa kontraksi karna stres memikirkan sang suami yang tiba - tiba bersikap aneh. Tak seperti biasanya sang suami seperti ini yang selalu menghubungi dirinya walaupun hanya sekedar memberi tahu jadwal kerjanya dan memberi tahu bahwa dirinya sedang sibuk.


Rasa lelah yang di rasakan Laura membuat dirinya merasa kantuk hingga akhirnya dirinya tertidur pulas.


Sedangkan di tempat berbeda, Devian bersama Jo masih berada di sebuah Hotel xxxx di kawasan Kuningan Jakarta. Dirinya sedang mengadakan sebuah pertemuan dengan Tuan Ronald. Namun siapa sangka dari jarak jauh Michael sedang memfoto Devian yang sedang berduaan dengan seorang wanita cantik dan sexy. Wanita itu adalah partner ranjang Michael dan juga teman nya sewaktu SMA. Dan tak di sangka bahwa Monik adalah anak dari Tuan Arnold.


Saat pertemuan berlangsung, Tuan Arnold membawa sang anak. Tuan Arnold tak mengetahui rencana jahat sang anak, tak mengerti maksud sang anak yang menginginkan sang ayah untuk melakukan pertemuan dan berencana akan mengadakan kerja sama dengan Devian.