
" Jo...ayo kita berangkat sekarang ! " Ucap Laura sambil menggandeng kedua buah hatinya.
Mata Jo sekilas terpanah melihat kecantikan Laura. Pantas saja Tuan nya begitu menggilai wanita yang di hadapannya. Laura begitu sempurna. Tak hanya cantik untuk di jadikan seorang istri, namun juga Mommy yang luar biasa untuk kedua anaknya. Hot Mom mungkin itu kata yang pantas untuk Laura, Jo terkekeh dalam hati nya sendiri. Andai saja ada stok lain seperti itu, Jo akan segera menikahi wanita itu.
Mobil yang membawa Laura dan kembar kini sudah sampai di sebuah hotel berbintang. Rencana nya Devian akan mengadakan jumpa pers di tempat itu pukul 10, namun dapat terlihat para wartawan sudah berkumpul di sana sudah tidak sabar untuk mencari berita.
Laura berjalan sangat anggun di dampingi kedua anak nya yang terlihat cantik dan juga tampan. Kecantikan dan ketampanan mereka berdua jelas menurun dari kedua orangtuanya.
Devian menghampiri Laura dengan mesra. Memperlihatkan kemesraan nya di depan publik dengan tanpa malu mencium bibir mungil milik istri cantik nya.
Kini Laura sudah duduk di sebelah Laura begitu juga dengan kedua anaknya yang duduk di sebelah mereka. Audrey duduk di sebelah Devian dan Axelle duduk di sebelah Laura.
Dengan bangga nya Devian mulai membuka jumpa pers itu. Mengungkapkan bahwa Laura istri tercinta nya yang telah dia nikahi dan di samping mereka adalah kedua anaknya yang terlahir dari rahim istri tercinta nya.
Laura terpanah melihat antusias Devian yang begitu semangat mengungkapkan kebenaran yang selama ini tertutup dari publik.
" Aku bangga memiliki mu. " Gumam Laura dalam hati sambil memandang wajah tampan suami tercinta nya.
Semua seperti mimpi, laki - laki yang dulu adalah idola nya kini telah resmi menjadi suaminya. Laura berusaha akan terus membuat Devian selalu mencintai nya, karna dia yakin banyak wanita lain yang sangat tergila-gila pada suami tampan nya itu bahkan mungkin dengan rela memberikan tubuhnya untuk di nikmati suaminya. Padahal hal itu pun yang di rasakan Devian, dia akan selalu membuat Laura hanya mencintai dirinya. Dia tidak akan pernah rela jika ada laki - laki lain yang akan berusaha merebut Laura dari dirinya. Termasuk George dan Michael.
Saatnya sesion foto bersama, Devian merangkul tubuh istrinya dan kedua anaknya berdiri di hadapan mereka. Banyak sesi pemotretan yang menampilkan kebahagiaan dan keromantisan mereka. Membuat semua orang yang hadir di sana ikut merasa bahagia termasuk asisten Jo yang sangat tahu perjuangan cinta mereka hingga ke tahap sekarang.
Jumpa pers selesai. Para wartawan satu persatu meninggalkan tempat tersebut. Namun sebelum nya mereka menikmati terlebih dahulu santapan makan siang yang sudah Devian pesan untuk para wartawan yang hadir.
Semua pemberitaan tentang Devian di semua saluran televisi maupun media cetak. Membuat saat Michael melihat nya hati nya bertambah sangat panas untuk segera merebut Laura dari pelukan Devian.
Mami dan papi Devian yang melihat tayangan live tadi membuat hati mereka bahagia. Di akhir hidupnya dia bisa melihat anak semata wayangnya bisa hidup bahagia bersama istri dan anak - anaknya.
Begitu juga yang di rasa Bi Inah, dirinya ikut merasakan bahagia karna akhirnya anak majikannya bisa merasakan kebahagiaan setelah penderitaan yang Laura rasakan di masa lalunya. Bi Inah sangat tahu penderitaan Laura dulu. Setelah kehilangan Mami Hera kehidupan penderitaan Laura silih berganti. Bi Inah juga merasa senang karena akhirnya Mira ibu tiri Laura kini mendekam di penjara.
Banyak mata mata laki - laki yang terus memperhatikan sang istri termasuk sang asisten membuat Devian geram. Jo tersadar jika perbuatan nya itu membuat Tuan nya memberikan tatapan tajam.
" Dulu dendam, sekarang bucin..." Kekeh Jo untuk Tuannya.
" El kamu mau ke kantor mu ? " Tanya Devian.
" Ya Dad...Om Jo anterin aku ya ke kantor ku ! " Ujar Axelle.
" Jo, antar kami ke kantor Axelle. " Sahut Devian.
Devian terus memperhatikan Laura yang sejak tadi asyik bercanda dengan Audrey. Sedangkan dirinya saat ini merasa tak jelas. Mood jeleknya hadir untuk bekerja. Yang dia inginkan saat ini yaitu menerkam sang istri yang selalu menjadi mood booster untuk dirinya. Namun dia masih berpikir alasan apa yang harus dia lakukan.
Selang beberapa menit dirinya mendapat ide meskipun terlihat sedikit konyol tapi ini masuk akal.
" Sayang... katanya kamu hari ini mau ke makam mami terus mengunjungi rumah Daddy ? Lebih baik kita berangkat sekarang berdua biar Jo yang menemani kembar. " Ucap Devian membuat Laura mengerutkan keningnya dan Jo menelan Saliva nya.
Devian langsung menarik tangan Laura memberikan kode untuk nya untuk mengikuti tujuannya. Dengan terpaksa akhirnya Laura mengikuti kemauan Devian dan berpamitan pada kedua anak nya dan juga Jo.
" Ku tau maksud anda Tuan..Pasti kau ingin bersayang - sayang dengan Nyonya Laura kan. Pasti anda sudah tidak tahan sejak tadi melihat keseksian Nyonya Laura hingga tak sabar ingin menerkam nya. " Gumam Jo dalam hati.
Kini Laura dan Devian sudah berada dalam mobil.
" Seperti nya aku tak pernah bicara seperti itu pada mu ? Mengapa kau berbohong seperti itu ? Memangnya kita mau ke mana sih ? Kasihan anak - anak aku tinggal. " Ucap Laura memandang wajah suaminya.
" Hotel...Aku Sudah tidak tahan dari tadi melihat mu. Soulmate ku sudah mengeras sejak tadi membuat ku tak bisa konsentrasi untuk bekerja. Apa kau tak kasihan pada ku. " Ucap Devian sambil menyengir.
" Dasar mesum...Kan nanti malam bisa. Kenapa harus begini sih. " Sahut Laura.
Devian langsung menarik tangan Laura dan mengarahkan pada soulmate nya yang sudah mengeras. Laura yang merasakan hal itu membuat wajah nya merah merona dan menahan Saliva nya.
" Aku bangga memiliki mu, karna kau selalu membuat ku bahagia termasuk soulmate ku yang sudah menggilai dirimu. " Kekeh Devian dan langsung mendapatkan Capitan di pinggang dari Laura.
" Aku malu sayang jika ke hotel siang begini. Apa kata orang, niat banget sampe ke hotel. " Ujar Laura sambil mencibirkan bibirnya.
" Ya udah kita ke apartemen milik ku saja. Sudah lama aku tak ke sana. " Ucap Devian yang sudah tak tahan ingin segera menuntaskan hasratnya.
Laura menggedikan bahu nya memberi petunjuk terserah Devian saja.
Kini mereka sudah di apartemen milik Devian. Devian terpanah melihat apartemen yang selama ini Devian tempati. Interior yang mewah dan juga terlihat sangat maskulin.
Tanpa basa basi, Devian langsung membuka pakaian yang menempel satu persatu dan mendekati Laura membuka pakaian yang Laura kenakan. Kini mereka sudah dalam keadaan polos. Devian langsung menggendong tubuh Laura dan membaringkan Laura di tempat tidur.
Lagi - lagi Laura tak bisa menolak keinginan suaminya. Dia memilih untuk mengikuti keinginan suaminya dari pada suami nya harus menuntaskan pada wanita lain.
Laura menikmati setiap sentuhan lembut dari sang suami. Perlahan suara merdu dari keduanya terdengar sangat indah. Keduanya mengerang nikmat. Kegiatan panas itu terjadi kembali.
Author minta dukungan dari kalian ya🙏🙏😍😘