
Kemarahan Laura
Devian hanya bisa menghela nafas panjang saat mendapatkan penolakan dari istrinya untuk tidur satu ranjang. Laura mengusir Devian untuk berdekatan dengan nya. Apa Devian tak mengetahui kalau mood ibu hamil itu kurang baik dan lebih sering sensitif.
" Sayang...apa kamu tega menghukum ku seperti ini ? Ku mohon maafkan aku ! Aku janji tak akan seperti ini. Pasti Dede kangen kan pengen di tengok Daddy ? " Tanpa malu nya Devian merayu sang istri yang sedang marah.
Namun kali ini rayuan nya tak mempan. Laura tetap merajuk. Tak mempedulikan ucapan suaminya. Dan memilih untuk tidur karna matanya sudah mengantuk kembali.
Devian hanya bisa menikmati malam ini tidur di sofa. Tidur memeluk guling bukan sang istri.
Laura terbangun dari tidurnya karna menginginkan buang air kecil. Pandangan nya beralih ke arah suaminya yang saat ini tidur di sofa.
Devian yang mendengar pergerakan sang istri membuat dirinya ikut terbangun.
" Sayang...boleh ya aku tidur bersama mu ? Aku kedinginan. " Ucap Devian mengiba.
" Eemmmm. " Kata yang keluar dari mulut Laura.
Namun lagi - lagi sang istri menolak untuk di sentuh meskipun dirinya di perbolehkan tidur di ranjang bersamanya .
Hari telah pagi. Matahari sudah terbit dan menerobos jendela kamar hingga dua orang yang sedang tertidur menjadi terusik tidurnya.
Laura mengerjapkan matanya lebih dulu. Dirinya bergegas untuk bangun dan mandi. Merasakan ada gerakan di ranjang nya membuat Devian ikut terbangun dan menyusul sang istri masuk ke dalam kamar mandi.
" Mau apa ke sini ? Aku mau mandi, keluar kamu ! " Ucap Laura ketus.
" Izinkan aku mandi bersama...." Sahut Devian mengiba.
Namun lagi - lagi dirinya menolak untuk mandi bersama. Laura bangkit dari bathtub dan menghampiri sang suami lalu mendorong paksa suaminya keluar dan membanting pintu kamar mandi dengan kasar membuat Devian terkaget.
" Astaga...ternyata di balik kelembutan mu tersimpan sifat galak mu..." Ucap Devian sambil mengelus dada nya yang kaget.
Laura dari kamar mandi dengan wajah yang siap menerkam. Padahal sejak tadi Devian sedang menahan Saliva dan hasratnya melihat sang istri yang sudah dalam keadaan polos. Dan dirinya bertambah tersiksa saat sang istri keluar hanya menggunakan bathrobe dan rambut yang masih keadaan basah, yang terlihat sangat seksi hingga sang soulmate sejak tadi mengamuk tak karuan.
Devian terus memperhatikan gerak gerik yang istri yang baginya sangat menyiksa.
" Apa lihat - lihat ? Bukankah kamu tak Sudi dekat wanita murahan ? " Ucap Laura ketus.
" Aish...masih saja kamu mengungkitnya. Aku kan sudah meminta maaf atas semua ke salah pahaman yang ada. Ku mohon maafkan aku, jangan buat ku tersiksa seperti ini ! Apa kamu mau membuat impoten karna harus menahan hasrat ini ? " Sahut Devian.
Lagi - lagi Laura memilih pergi meninggalkan Devian, tak mempedulikan ucapan suaminya.
" Sabar...mood wanita hamil sangat lah buruk ! " Ucap Devian menenangkan hatinya dan memilih untuk mandi.
" Daddy sedang mandi...tunggu saja ! " Ujar Laura dingin.
" Huhft seakan dunia runtuh jika dirinya marah. Bukan hanya kesejahteraan soulmate yang tak terpenuhi, namun diriku harus menyiapkan pakaian sendiri dan harus sabar dengan sikap nya kepada ku. " Gumam Devian sambil mengambil pakaian di lemari dan memakainya.
Devian sudah tampak rapih, dirinya menuruni anak tangga dan langsung menutup meja makan untuk makan bersama anak dan istrinya.
" Hai...anak Daddy yang ganteng dan cantik..." Ucap Devian sambil menghampiri kedua anaknya secara bergantian untuk mencium kedua anaknya.
Tak ada pembicaraan Antara Devian dan Laura. suasana terlihat hening.
Semua sudah selesai makan dan Devian berpamitan berangkat ke kantor kepada Laura. Sebelum ke kantor Devian akan mampir mengantar kembar ke sekolah.
Tak ada ciuman dari Laura bahkan Laura juga tak mencium tangan suaminya.
Jo yang melihat hal aneh yang terjadi, membuat dirinya terkekeh dalam hati.
" Pasti masih bertengkar. Terjadi ke salah pahaman di atas mereka. Sapa suruh jika Tuan nya berbuat kesalahan tak mempercayai istrinya dan bahkan menuduh jika anak yang di kandung nya sekarang bukanlah anaknya. Istri mana yang tak akan sakit hati jika suaminya menuduhnya berkhianat. " Gumam Jo dalam hati.
" Dad...Apa ada hubungannya dengan Daddy tak ada kabar seharian. Hingga Mommy menjadi sangat marah sama Daddy ? Memangnya ada apa dengan Daddy ? Mengapa Daddy bersikap seperti itu kemarin. Berada di kantor namun tak mengabari Mommy. Apa begitu sibuknya Daddy hingga tak mempedulikan perasaan Mommy. " Ucap Axelle menyelidik.
" Memang benar semua ini karna salah Daddy, hingga membuat Mommy semarah ini. Ucap Axelle kembali.
" Padahal Daddy sudah meminta maaf, tapi sayangnya Mommy belum juga memaafkan kesalahan Daddy.
Mobil yang membawa Kembar sudah sampai di sekolah Internasional nya. Devian menggandeng kembar dan mengantarkan Kembar ke dalam sampai bertemu dengan gurunya. Setelah itu dirinya baru pergi ke kantor bersama sang asisten.
Devian kini sudah sampai di perusahaan miliknya. Tak ada perasaan curiga sedikit pun kepada Monik. Jika Monik bertujuan merebut dirinya dari Sang istri. Bahkan pagi ini Monik telah sampai di perusahaan nya meskipun saat ini baru menunjukkan pukul 08.00 pagi.
" Hai Dev...kamu baru datang ? Padahal sudah cukup lama aku menunggu mu. " Ucap Monik mesra.
Sebenarnya di lubuk hati Devian yang paling dalam dirinya merasa risih dan terganggu dengan sikap Monik yang berusaha mengejar dirinya. Dirinya tak mau terjadi salah paham dengan sang istri lagi. Baru sebentar saja dirinya sudah merasa tersiksa.
" Apa kau tak ada kerjaan. Masih pagi begini sudah bertamu ke perusahaan ku. " Ucap Devian ketus.
Meskipun Devian tidak mempersilahkan Monik untuk masuk, namun dirinya tetap mengekor di belakang Devian dan bahkan meskipun Devian ketus padanya dirinya tetap semangat untuk mengejar cinta Devian.
Sungguh tak pernah di duga jika Devian adalah suami dari Laura, wanita yang di kejar Michael partner ranjangnya. Monik jatuh cinta sejak pandangan pertama saat bertemu Devian dulu sebelum hadir nya Laura di hidup Devian. Monik juga pernah hampir menjadi partner ranjang Devian, namun setelah malam panas bersama Laura. Sang soulmate tak mau bersarang di wanita lain. Sang soulmate tak mau bangkit meskipun Monik sangat cantik dan sexy.
Akhirnya Devian menjadi frustasi dan memutuskan untuk tidak bermain wanita lagi dan mencari keberadaan wanita yang telah mengobrak Abrik hati dan hidupnya. Hingga dirinya memilih hidup sendiri dan bermain dengan wanita kembali.
Dan Monik mencari kehangatan dengan pria lain yang tak lain Michael sahabat nya saat SMA. Monik adalah anak dari Tuan Arnold yang memiliki hubungan baik dengan Devian. Bukan hanya sebagai rekan bisnis, namun Devian sudah menganggap Tuan Arnold seperti ayahnya selain papi James dan mereka sempat di jodohkan namun saat perusahaan nya terkalahkan dengan perusahaan Axelle di Inggris, menjadi dirinya lebih fokus pada perusahaan nya dan melupakan keberadaan Monik.