My Kids My Hero

My Kids My Hero
Liburan yang menyenangkan



Tok...Tok...


Audrey terus mengetuk kamar kedua orang tuanya dan berteriak memanggil nama mereka bergantian. Membuat Axelle merasa pusing dengan adiknya yang bawelnya luar biasa menurut nya.


" Daddy...lama banget sih bersih-bersih nya sama Mommy. Aku sudah laper ni. " Ucap Audrey dengan mode kesalnya.


" Anak Daddy ko datang-datang marah-marah sih. Coba Daddy cium dulu biar ga ngambek. " Devian langsung menggendong tubuh putri nya dan menggusel-gusel Hinga Audrey merasa kegelian.


" Ayo kita berangkat ! " Ucap Laura mengajak suami dan kedua anaknya.


" Dad...aku ingin ke Disneyland sekarang ! " Ucap Audrey manja.


" Besok pagi kita ke sana nya, kalau sekarang sudah tutup. " Sahut Daddy Devian.


" Daddy sih kelamaan di kamarnya, jadi kan ke buru tutup tempatnya. " Ucap Audrey ketus.


Kini Devian beserta keluarga sudah berada di sebuah restoran mewah yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat mereka menginap. Mereka menikmati makan malam yang sangat harmonis.


Setelah makan malam, mereka semua kembali ke hotel tempat mereka menginap. Awalnya Audrey ingin berkeliling dulu, namun akhirnya dia mengerti mengurungkan niatnya. Karna mendengarkan ucapan Daddy Devian yang memberi tahu jika hari ini baru sampai dan terasa cape, harus beristirahat.


Mereka kini telah kembali ke kamarnya masing-masing...


Laura memilih langsung membersihkan diri dan berganti pakaian, sedangkan Devian langsung sibuk mengecek ponsel nya.


Laura berjalan ke arah ranjang untuk menemani Aurel yang sudah tertidur pulas.


" Sayang....jangan tidur dulu ! Temani aku mengobrol dulu ! " Ucap Devian sambil menaruh ponsel nya di atas nakas.


Dan akhirnya mau tak mau Laura terpaksa mengikuti keinginan suaminya meskipun matanya sudah mulai mengantuk karna merasa tubuhnya yang terasa lelah.


" Ini adalah momen yang sangat membahagiakan bagiku, bisa melakukan liburan bersama keluarga tercinta. Coba papi masih ada, pasti dia sangat bahagia menikmati masa tua dirinya. Menikmati liburan bersama anak, istri, menantu, dan cucu tersayang. " Devian membuka obrolan sambil menyenderkan tubuhnya di sofa.


Ada raut kesedihan yang tersirat di wajah Devian. Mungkin jika dirinya tak pernah merasakan dendam ke Ronald Smith Daddy nya Laura, mungkin dia tak pernah merasakan hidup yang bahagia seperti ini. Berawal dari sebuah rasa dendam dan kebencian dan berakhir dengan kebahagiaan.


" Kalau aku beda dengan mu, bagiku dulu kamu idola ku. Namun tak pernah terlintas sedikitpun di benak ku untuk memiliki mu. Hanya bisa mengagumi dirimu dari jauh..." Ucap Laura.


" Makanya kamu harus bersyukur, karna one night denganku. Mimpi mu menjadi kenyataan memiliki suami yang tampan seperti ku..." Devian terkekeh.


" Aish... percaya diri sekali kamu. Aku itu kagum sama kamu karna kamu adalah pengusaha muda berbakat di usia mu yang masih terbilang masih muda, dan juga karakter kamu yang dingin membuat orang penasaran dengan sikap aslinya. Dan ternyata orang nya tak seperti di lihat dari luar. Orangnya romantis, perhatian sama keluarga, namun ternyata....mesum orangnya..." Laura terkekeh menggoda suaminya, dan Devian langsung menarik tangan Laura hingga kini kepala Laura bersandar di dada bidang milik suaminya.


" Tapi suka kan..? " bisik Devian membuat wajah Laura merah merona menahan malu.


Kini kedua nya saling menatap penuh cinta. Malam ini menjadi saksi pengakuan cinta mereka. Langit terlihat begitu indah.


" Jadilah istri ku selamanya, sampai maut memisahkan kisah. Kita arungin perjalanan cinta bersama, kita besarkan anak-anak bersama. Semoga kita di beri waktu panjang untuk membesarkan anak-anak sampai mereka menikah dan memiliki cucu. " Ucap Devian sambil menatap wajah istrinya.


" Ternyata di balik wajah kamu yang menyeramkan, kamu so sweet banget si yang. " Ucap Laura sambil menoel hidung suaminya.


Wajah mereka semakin mendekat, kini bibir Devian sudah mendarat di bibir Laura. Perlahan tapi pasti kini bibir mereka sudah saling berbelit, tubuh Laura sudah dalam keadaan polos akibat ulah suaminya.


" Aaaahhh..." Suara indah keluar dari mulut Laura saat mulut suaminya beralih di lubang kenikmatan milik nya. Untuk sementara waktu, Devian mengalah dengan Aurel. Tidak bermain di dua bukit kembar sang istri. Dan malam ini menjadi saksi pergulatan panas mereka.


\=\=\=\=\=\=\=


" Dad...Mom...." Audrey mengetuk-ngetuk pintu kamar hotel kedua orangtuanya. Hanya suara tangis adik kecilnya yang terdengar. Dan akhirnya membuat sang Mommy harus membuka matanya.


Mendengar Audrey yang terus menerus mengetuk, dan bahkan suara nya kini berubah menjadi seperti ingin menangis. Karna sudah lama dia membangunkan kedua orang tua nya, namun mereka tak juga bangun.


" Rey..." Ucap Laura saat membuka pintu kamarnya. Saat pintu terbuka Audrey langsung berlari ke tempat Daddy tidur


" Dad...bangun donk ! Katanya mau jalan-jalan ! " Ucap Audrey sambil mengguncang-guncang tubuh Daddy nya.


Dan akhirnya, akibat guncangan dan teriakan Audrey membuat Devian membuka matanya meskipun masih terasa berat karna perguncangan sofa semalam.


" Ya udah Daddy siap-siap dulu ya sayang. Kita sarapan pagi dulu baru ke Disneyland. " Ucap Devian.


Setelah mereka siap, mereka langsung menikmati sarapan pagi terlebih dahulu di hotel tempat mereka menginap baru menuju destinasi yang mereka ingin tuju.


" Dad...tempatnya bagus banget. Aku suka sekali.." Ucap Audrey sambil menarik sang Daddy untuk segera masuk. Hati nya sangat senang, akhirnya keinginannya sejak dulu bisa terwujud terlebih dirinya bisa datang bersama orang tua yang lengkap dan juga nenek tercinta.


" Sayang... pelan-pelan ! Nanti kita jatuh ni ! " Ucap Devian yang hampir saja terjatuh karna ulah Audrey yang menarik sang Daddy mengikuti kemana dia melangkah.


Keluarga Devian menjadi pusat perhatian publik, yang begitu senang dengan keharmonisan mereka. Terlihat sekali anak dan kedua orang tua yang menghangat. Aura bahagia juga tergambar dari wajah mereka.


Semua arena bermain di sana, Audrey dan Axelle coba. Devian dan Laura bisa lihat jika karakter sang anak terlihat jelas dengan arena bermain yang mereka jadikan favorit. Axelle lebih suka ke wahana permainan yang menguji adrenalin, bekerja saraf motorik, dan sport. Sedangkan Audrey lebih ke wahana yang lembut, wanita banget, dan layaknya seusia dia.


Dengan sabar Devian dan Laura mendampingi kedua anaknya. Bahkan sang adik Aurelia sudah mulai mengerti, dan senang saat melihat boneka yang ukuran besar. Senyum manis dan tawa nya membuat orang melihatnya ikut gemas.


Tak terasa waktu sudah berganti hampir senja, mereka sudah puas menikmati. Mereka kembali lagi ke hotel untuk membersihkan diri dan makan malam.


\=\=\=\=


Hari terus berganti, sudah tujuh hari mereka menikmati liburan yang menyenangkan. Dan hari ini mereka akan kembali ke tanah air.


" Dad... kapan-kapan kita main ke sini lagi ya ! " Ucap Audrey pada sang Daddy.


" Ya nanti Daddy akan atur waktu liburan kita, tapi nanti kita cari destinasi yang bagus lagi. Daddy juga sedang mempersiapkan waktu untuk kita berliburan ke Inggris. Daddy ingin menuruti permintaan kak Axelle. " Ucap Daddy Devian.


Berikan Like, vote, comment , dan hadiah untuk karya ini agar Author semakin bersemangat ngetiknya...😍😄😘🤗🙏🙏😀


Author ucapkan untuk semua yang sudah mendukung karya ini ! 🙏🙏🙏