
Anak Genius ku, Hero Ku
" El...mengapa kau belum tidur ? " Ucap Devian menghampiri sang anak dan duduk di samping sang anak.
" Belum Dad....masih ada yang harus aku kerjakan. Apa Daddy tahu kejahatan sekarang - sekarang ini di dunia maya ? Rasanya aku sudah tidak sabar untuk memberantasnya. Dan asal Daddy tau ada...saat ini ada yang berusaha untuk mencuri data perusahaan Daddy dan mencoba mengirimkan virus. " Sahut Axelle membuat sang Daddy terkejut.
" Dari mana kau tahu hal itu ? " Tanya Devian.
" Lihat lah Dad...perhatikan yang di laptop ini ! Aku akan beri tahukan Daddy jika saat ini orang itu sedang berusaha keras untuk membobol otorisasi data Daddy. " Jelas Axelle sambil menunjukkan yang ada di laptop Daddy nya.
" Namun Daddy tak perlu khawatir...aku akan berusaha untuk mencegahnya. Bahkan aku akan menangkap siapa orang yang melakukan itu. Daddy bisa melaporkan orang ini dengan bukti yang aku miliki, Aku akan melacak keberadaan orang itu saat ini. Aku yakin orang ini merupakan orang yang dekat dengan Daddy. " Ujar Axelle membuat Devian bangga.
Tangan mungil itu dengan lihai mengotak - ngatik laptop miliknya. Bahkan Axelle saat ini mempunyai misi untuk memberantas penipuan online atas dasar permainan forex dan menang undian.
Benar - benar anak genius bukan ? Anak sekecil itu sudah bisa berpikir sesuatu yang bisa merugikan negara.
Devian merangkul tubuh mungil anaknya. Sungguh dirinya merasa bangga dengan anaknya. Di mana anak seusia nya hanya memikirkan bermain, namun dirinya justru memikirkan orang banyak.
Bahkan tanpa sadar, selama ini anak nya terus memantau perkembangan perusahaan miliknya. Dan berusaha melindungi perusahaan Daddy nya.
" Anak Genius ku, Hero ku. " Ucap Devian dengan bangga.
" Ngomong - ngomong apa yang ingin Daddy bicarakan padaku ? " Tanya Axelle sambil beralih menatap wajah Daddy nya.
" Owh...ya Daddy hampir lupa. Maksud Daddy ke sini, Daddy mau sedikit bercerita padamu. Daddy baru saja menyepakati sebuah kontrak kerja sama dengan Tuan Michael, Perusahaan xxxx. Namun entah mengapa Daddy merasa curiga pada beliau. Ada perasaan yang mengganjal saat ini di hati Daddy. " Sahut Devian.
Dengan sigap Axelle langsung mencari tahu lewat laptopnya. Dan benar saja, Michael adalah pelaku yang berusaha melakukan pembobolan data perusahaan Daddy nya.
Dengan cepat anak nya sudah bisa menyerahkan data- data penyimpangan dan kejahatan yang di lakukan Michael terhadap dirinya.
Devian merasa geram dengan ulah yang di lakukan Michael, Benar saja dugaan nya, bahwa Michael bertujuan jahat dengan menggunakan kontrak kerja sama sebagai kedoknya.
Memang dirinya berusaha berdamai dengan keadaan, bagaimana pun Michael telah menolong sang istri. Namun dirinya tetap waspada dan tak langsung percaya dengan Michael.
" Ku mohon Daddy bersabar dulu. Namun aku akan terus memantaunya.
Sungguh Devian di buat melongo dengan ulah sang anak yang memilik IQ di atas rata - rata. Tak butuh waktu lama, Devian sudah mendapatkan bukti kongkrit untuk menyerang Michael. Kecerdasaan Axelle di atas rata - rata otak sang Daddy. Wajar jika dirinya banyak mempunyai klien yang membutuhkan dirinya dalam mengatasi kejahatan di bidang teknologi. Berbeda hal nya dengan dirinya yang lebih menyerahkan pada karyawannya.
Bukan hanya itu, anak kecil seperti itu bisa - bisa nya berpikir untuk membela negara. Bagaimana Axelle memperlihatkan pada sang Daddy. Bahwa saat ini dirinya lagi berusaha memberantas pencurian uang di dunia maya, perdagangan forex yang bersifat ilegal, dan penipuan online lainnya.
>>>>>
" Si****, sampai hari ini masih belum bisa juga menerobos otorisasi perusahaan Abraham. Wajar perusahaan ini di bilang perusahaan yang hebat di bidang teknologi , karna tak ada satu pun yang bisa meretasnya. " Gumam Michael yang merasa kesal karna membaca laporan dari orang suruhannya.
Pagi ini Devian akan mengantarkan kembar terlebih dahulu, baru dirinya akan pergi ke perusahaannya.
Dengan telaten Devian mengantarkan kembar hingga ke depan pintu kelas mereka dan baru meninggalkan setelah anaknya masuk memulai pelajaran.
Setelah itu dirinya melajukan mobil sport miliknya untuk sampai di perusahaan miliknya.
Kini dirinya telah sampai di perusahaan miliknya. Dirinya langsung memasuki ruangan dan melihat sang asisten yang datang lebih cepat.
" Jo...ada yang ingin ku bicarakan padamu ! " Ucap Devian sambil menyeruput kopi yang sudah tersedia di ruangan.
" Lihat lah ini ! " Ujar Devian sambil memperlihatkan bukti - bukti yang di berikan oleh anak nya Axelle.
Jo di buat bengong saat melihat data lengkap untuk menghancurkan mereka.
" Apa ku bilang, aku yakin ini hanyalah sebuah jebakan untuk menghancurkan anda. Tapi anda bilang kan mau berdamai dan tetap menginginkan kontrak kerja sama. " Sahut asisten Jo ketus.
Pasalnya dirinya merasa kesal, karna Tuannya tak mempedulikan ucapannya dan tetap menginginkan kontrak kerja sama ini berlangsung. Meskipun Tuannya tetap menyuruh mengawasi Michael.
Untungnya Devian memiliki anak genius, hero bagi dirinya yang menyadarkan dirinya untuk membongkar kedok kejahatan yang di lakukan oleh Michael.
Devian melakukan dengan hati - hati, namun tetap bersikap waspada.
Di tempat berbeda kini Michael sedang merasa geram karna masih belum bisa membobol otorisasi untuk mencuri yang dia butuhkan.
Dret...Dret....
Michael langsung mengangkat dengan cepat telepon dari Devian. Devian sengaja melakukan ini agar Michael tak menaruh curiga pada nya.
" Selamat siang Tuan Michael. Bagaimana dengan tantangan kerja sama yang saya buat ? Apa anda tetap ingin bekerja sama dengan ku. " Ucap Devian licik.
" Maksud Tuan Devian apa ya ? " Tanya Michael bingung.
" Lebih baik anda baca kembali kontrak kerja sama yang telah asisten ku berikan ! " Ujar Devian. dan mengakhiri panggilan telepon.
Michael meraih salinan kontrak yang sempat dia tanda tangani. Mata nya membulat sempurna saat melihat kontrak kerja sama yang menyatakan apabila dirinya melakukan kecurangan dan kejahatan, dirinya harus siap untuk mengikhlaskan perusahaan miliknya sebagai jaminan ganti ruginya.
" Si**....kenapa aku bodoh sekali tak membaca sampai selesai kontrak itu. Tapi tak mungkin juga jika ku membatalkannya. Terlebih aku sudah terlanjur membutuhkan kucuran dana dari Perusahaan Devian. Seperti nya aku harus bermain cantik, agar Devian tak merasa curiga padaku. Aku harus secepatnya mencari orang yang sangat ahli dalam teknologi komputer. Agar bisa memudahkan keinginan ku. Aku yakin bisa...." Ucap Michael memberi semangat pada dirinya sendiri.
Michael harusnya sadar jika di balik kesuksesan Devian adalah karna bantuan dari anak genius nya. Michael merasa percaya diri jika dirinya bisa memenangkan hal ini. Meskipun dirinya mengetahui anak Devian dan Laura sudah terkenal sebagai anak genius dalam bidang teknologi.