
MALAM PERTAMA YANG TAK INDAH
Kini Laura dan Devian sudah berada di kamar pengantin mereka. Ada perasaan gugup yang menghantui Laura kini. Saat ini Jantung nya berpacu sangat cepat. Membayangkan melakukan malam pertama dengan laki - lagi yang telah resmi menjadi suaminya. Mungkin ini bukan pertama kali dirinya akan melakukan suami istri, namun malam ini dirinya akan melakukan nya dalam keadaan sadar.
" Honey...mengapa kau hanya diam terpaku ? Apa kau tak suka dengan pernikahan kita ? " Ucap Devian.
" Tidak...aku hanya takut jika tak bisa memberikan kepuasan kepada mu terlebih aku pernah melahirkan. " Sahut Laura di yang terlihat murung.
" Tak ada yang perlu kamu takuti honey...aku akan menerima dirimu apa adanya. " Ujar Devian sambil mengecup kening istrinya.
Devian langsung menyerang Laura tiba - tiba, memberikan kecupan pada bibir mungil wanita pujaannya. Berawal dari kecupan dan berkembang menjadi sebuah *******. Dan semua terhenti saat Laura merasa sulit untuk bernafas. Melihat hal seperti itu membuat Devian melepaskan panutan itu.
" Aku ingin mandi dulu. " Ucap Laura sambil bangkit dari ranjang.
" Hei...apa kau tak ingin mandi bersama ku ? " Sahut Devian sambil menaik turunkan alisnya yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari Laura.
Laura merasa kesulitan untuk membuka resleting gaunnya hingga dirinya terpaksa meminta bantuan pada suaminya. Devian mencoba menahan Saliva nya saat melihat punggung mulus sang istri. Sang soulmate yang telah lama tak bertarung menjadi tak sabar ingin segera bertemu sarangnya.
" Tak perlu semuanya cukup membantu membukakan resleting. Terima kasih. " Ucap Laura yang langsung bangkit dan berlalu dari Devian.
Laura mencoba menenangkan pikiran nya yang sejak tadi merasa gugup. Dirinya memutuskan untuk berendam di bathtub yang sudah di tetesi aromaterapi.
Devian yang merasa khawatir dengan Laura yang tak kunjung keluar, dirinya memilih untuk mengetok pintu kamar mandi membuat Laura tersentak dan menjawab pertanyaan Devian dan segera akan berganti pakaian. Namun sayangnya dirinya lupa untuk membawa baju ganti hingga dirinya berusaha untuk memikirkan cara agar Devian tak melihat nya.
Laura merasa kaget saat dirinya perlahan membuka pintu kamar mandi namun mendapati Devian yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi dengan mode seperti orang mau menerkam membuat dirinya langsung ingin menutup pintu kamar mandi kembali. Namun sayangnya Devian lebih dulu mendorong nya.
Devian terpaku menatap bukit kembar milik Laura yang hanya di tutupi bathrobe membuat Laura salah tingkah dan bertambah gugup.
Devian langsung menarik tangan Laura hingga tubuhnya terhuyung ke dada bidang milik Devian. Tanpa aba-aba Devian langsung menggendong tubuh Laura ala bridal style.
Laura langsung mengalungkan tangannya di leher Devian dan menatap wajah tampan sang suami membuat Devian tersenyum senang.
Devian meletakkan tubuh Laura di atas ranjang dan tanpa ragu langsung membuka baju oblong dan celana boxer miliknya yang menampilkan sang soulmate yang sudah berdiri tegak mode siap.
Wajah Laura semakin memerah dan jantung nya pun bertambah tak karuan saat Devian sudah sangat polos.
" Apa aku boleh melakukan nya sekarang ? " Tanya Devian sambil mengedipkan matanya dengan genit.
Laura menganggukkan ragu - ragu. Ada perasaan takut yang dia rasakan namun ada sesuatu yang menuntut nya lebih.
"Tidak. Aku melahirkan mereka secara normal," sahut Laura.
Perlahan Devian mendekati wajah Laura dan langsung tertuju pada bibir mungil wanita yang telah resmi menjadi istrinya. Mendapatkan respon dari Laura membuat Devian semakin bersemangat. Devian mencium leher jenjang milik Laura membuat desiran hebat yang di rasakan Laura. Kini bibir mereka berpadu dalam hasrat yang sudah mengebu. Setelah pasokan oksigen hampir habis yang di rasakan mereka berdua. Laura tak dapat menahan sensasi nikmat yang di rasakan saat bibir Devian sudah berada di puncak tertinggi milik dirinya.
Desa*** pun keluar dari mulut Laura sungguh dirinya sangat menikmati permainan dari sang suami. Namun jantung nya kini terasa terhenti kala dirinya mengingat seperti pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya bersama Devian.
Laura menatap lekat wajah suaminya mencoba mencari tahu apakah ini hanya sebuah Dejavu yang di rasakan oleh nya. Perasaan sugesti saja yang dia rasakan.
Namun karena gelora hasrat Devian yang sudah tak terbendung dia tidak mempedulikan wajah istrinya yang menatap nya penuh arti.
Perlahan Devian membuka lebar kaki jenjang milik sang istri untuk memudahkan sang soulmate memasuki sarangnya.
Blep...
" Aaaawwww.." Teriak Laura. Rasanya terasa sakit meskipun tak lagi mengeluarkan darah segar saat pertama kali. Namun tetap membuat Laura meringis.
" Tahan sedikit honey, nikmati lah. Rasa sakit ini akan berubah nikmat. " Ucap Devian mencoba menenangkan sang istri untuk rileks.
Devian mencoba memacu nya dengan perlahan agar Laura mulai menikmati nya. Melihat tubuh sang istri yang sudah merespon baik, Devian segera memompa pinggulnya dengan ritme yang semakin cepat hingga desa*** demi de***** keluar dari mulut mereka. Dua insan yang sudah menahan hasratnya bertahun - tahun hingga baru di pertemukan kembali di malam ini.
" Rasanya masih sama seperti dulu. " Kata yang keluar dari mulut Devian yang membuat mata Laura membulat sempurna.
Hati nya langsung terasa sakit dan tiba - tiba saja pikiran nya melayang akan sesuatu yang terjadi bertahun-tahun lalu yan telah merenggut kehormatannya. Dirinya Sadar bahwa ini bukan hanya sebuah Dejavu yang dia rasakan saat ini, namun ini memang benar pernah dia rasakan.
Laura mendorong tubuh Devian dengan sangat keras hingga Devian terjatuh. Kini Laura menatap tajam laki - laki yang sedang berusaha bangkit. Perasaan nikmat yang sempat dia rasakan menjadi rasa benci yang begitu hebat.
" Jelaskan padaku apa ucapan anda tadi ? Apa benar anda yang telah merenggut kehormatan ku dan pergi meninggalkan ku tanpa rasa bersalah ? Bahkan tak sepantasnya anda menjadi seorang pengusaha hebat namun memiliki otak seperti bina****, hati seperti iblis. Jelaskan padaku Tuan Devian yang terhormat. " Ucap Laura yang dengan suara gemetar namun tetap terdengar tegas.
Apa yang selama ini di takut kan terjadi juga. Bahwa Laura akan murka jika mengetahuinya. Namun seperti ada yang menusuk di hati nya saat melihat wajah Laura yang terlihat rapuh dengan air mata yang terus mengalir di wajah cantiknya. Membuat Devian tak kuat melihat.
" Maaf jika selama ini aku menjadi seorang pecundang. Maaf jika dosa ku terlalu besar padamu, membuat dirimu menderita. Oleh karena itu aku ingin menebus semua kesalahan yang telah ku perbuat kepada mu. Mungkin ini terlambat yang aku lakukan kepada mu. Tapi bagi ku tak ada kata terlambat untuk mencintai dirimu. Laura Anabela aku meminta maaf padamu. Aku sangat mencintai dirimu dan berjanji tidak akan pernah menyakiti dirimu. Aku mohon terima lah maaf dari ku dan terimalah aku di hidupmu. Menjadi pendamping dan Daddy buat anak - anak kita. " Ungkap Devian yang kini sudah berlutut di kaki Laura.
" Apa kau tak merasa malu dengan ucapan mu Tuan Devian ? Apa kau tak salah bicara menginginkan kedua anak ku setelah apa yang telah kau perbuat dulu kepada kami. Susah payah ku berjuang mempertahankan anakku meskipun aku tak pernah tahu pria breng*** mana yang telah menghamili ku. Bahkan aku tertatih untuk mengurus mereka berdua. Aku ingin pernikahan kita batal karna ku tak Sudi hidup dengan laki - laki breng*** seperti mu. Dan aku tak akan pernah membiarkan kau jadi Daddy anak - anak. " Sahut Laura.
Laura berlalu meninggalkan Devian dan mengambil pakaiannya untuk memakai nya. Laura berniat pergi meninggalkan Devian. Laura bergegas meninggalkan Devian yang mencoba untuk menggagalkan dirinya pergi. Dengan sekuat tenaga Laura berhasil keluar dari kamar hotel yang menjadi saksi bisu malam pertama yang tak indah. Malam pertama yang menjadi bukti terungkapnya semua kebohongan Devian selama ini kepadanya.