
LAKI – LAKI POSSESIF
“ Hei…Mengapa kau malah terkekeh mendengar ucapan ku “ Ungkap Devian yang merasa gemas dengan Laura.
Tanpa sadar Devian menarik tangan Laura hingga tubuh Laura kini membentur dada bidang Devian. Tanpa malu Devian langsung memeluk tubuh Laura, membuat Laura mendongakkan wajahnya menatap Devian. Kini kedua netra mereka saling menatap.
“ Hehem…” Deheman asisten Jo menyadarkan kedua insan yang sedang kasmaran. Membuat mata Devian menatap tajam ke arah asistennya.
“ Dasar Tuan tak berakhlak, seperti dunia milik berdua. Tak sadar jika anak di bawah umur dan aku di sini. “ Umpat Jo dalam hati yang memilih untuk ke luar tak ingin netra nya ternodai.
Dret….Dret…
Laura mengambil ponselnya yang berada di dalam tas. Dan mengangkat telepon dari Goorge.
“ Hai…George…Gimana kabar mu di sana ? “ Ucap Laura ramah.
Laura sibuk terus mengobrol pada George tentang keadaan di Inggris. Baik rumah, usaha miliknya maupun perusahaan milik Axelle hingga melupakan sosok Devian yang berada di dekatnya.
Hal itu membuat Devian dari tadi menahan rasa cemburunya. Sungguh dirinya merasa kesal mendengar percakapan Laura dengan laki – laki yang di sebutnya George. Bahkan kini mata nya membulat saat mendengar George akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat ini.
Tanpa pamit terlebih dahulu, Devian langsung meninggalkan Laura begitu saja. Dirinya lebih memilih untuk bertandang ke Perusahaan Abraham Group.
Laura mengeryitkan keningnya kala tak melihat keberadaan Devian. Bahkan kedua anaknya pun tak mengetahui keberadaan Devian.
“ Huhft…Dasar laki – laki possesif “ Celoteh Laura dalam hati.
Sejak keluar dari kantor tadi, Asisten Jo terus memperhatikan wajah Tuan nya yang bersikap dingin dan sepertinya mood Tuannya sedang tidak baik.
“ Baru saja bermesraan, sekarang wajahnya terlihat dingin seperti orang yang menahan buang air besar saja. Bos yang aneh. “ Gerutu Jo dalam hati.
Kini mobil yang membawa Devian telah sampai di Gedung Abraham Group. Devian berjalan lurus tanpa menoleh
sedikit pun, taka da juga senyum yang menggambarkan dari wajahnya. Hal itu membuat asistennya hanya bisa mengelus dadanya.
“ Maaf Tuan saya izin keluar sebentar mau mengambil tes DNA anda dengan kembar. “ Ucap Jo hati – hati
“ Segera lah bawa hasilnya padaku. “ Sahut Devian tegas.
Setelah kepergian Jo, dirinya beranjak ke kursi kebesarannya. Menyenderkan tubuhnya dan memijat keningnya yang terasa pusing. Devian menghela nafas panjang kala dirinya mengingat wajah cantik yang beberapa hari ini hadir di hidupnya. Sungguh dirinya merasa tak rela jika Laura berdekatan dengan laki – laki lain.
Perasaan cemburu terus menghantui dirinya, bahkan saat Laura menghubunginya. Dirinya memilih tak mempedulikkannya. Dan saat ini dirinya juga tak memiliki mood untuk bekerja. Justru dirinya memilih untuk berpikir cara untuk segera mewujudkan keinginan Laura.
Ponselnya berdering kembali, Devian mencoba melihat nya.
“ Mira ? “ Gumamnya.
Otak licik nya langsung mencerna dengan baik, membuat dirinya tersenyum licik. Mungkin ini saat nya dirinya memulai permainan. Mungkin dengan dirinya dekat dengan Mira, hal yang memudahkan dirinya untuk secepatnya menghancurkan Mira. Inilah waktu yang tepat untuk membalaskan dendamnya pada Mira atas pengkhianatan yang di lakukan Mira dulu, selain itu dia bisa segera menikah dengan Laura.
Dengan rasa malas Devian mengangkat panggilan dari Mira.
“ Halo…Ya ada perlu apa kau menghubungiku ? “ Ucap Devian santai, sungguh dirinya sebenarnya merasa jijik mendengar suara Mira yang mencoba menggodanya.
“ Sudahlah Mira tak perlu kau berbasa basi. Aku sedang sangat sibuk tak ada waktu jika hanya untuk mendengar
ucapan kamu yang tak penting. “ Ujar Devian tegas.
“ Sayang…Apa kau bisa membantuku mengurus perusahaan milik si tua bangka Ronald. Aku sadar tak akan pernah bisa mengurusnya. Aku hanya ingin menikmati hasil dari perusahaan itu. Apa kau ingin menikah dengan ku? Terlebih sudah cukup bagi kamu selama ini setia menunggu ku sampai janda. Ku yakin keluarga mu terutama mami mu pasti akan merestui hubungan kita karna aku sekarang sudah kaya raya…” Ucap Mira di barengin dengan tawa yang keras.
“ Yes…selamat datang, kau sudah masuk perangkapku. “ Gumam Devian dalam hati.
“ Ok juga tawaran mu. Sebaiknya jadikan Perusahaan laki – laki itu menjadi nama ku anggap saja kau sudah menjual padaku hingga tak membuat curiga publik. Kamu akan mendatapkan royalti dari hasil perusahaan itu. Bila ku menikah dengan mu, aku tak ingin menempati rumah itu, lebih baik kau jual saja rumah itu. Nanti kau akan menempati rumah baru. Sebelum kau merasakannya kau lebih dulu aku jebloskan ke penjara. Anggaplah semua ini hanya mimpi mu.” Devian utarakan namun ada juga yang di ucapkan dalam hati.
“ Baiklah sayang…atur lah sesuai keinginannmu. Aku ikut saja….Rasanya sudah tak sabar aku menikah denganmu dan memberikan anak untukmu. “ Ungkap Mira membuat Devian tertawa geli dalam hatinya.
“ Nanti aku akan mengurus semuanya dengan pengacara ku. Aku akan memberikan kompensasi pembayaran sebesar 1 trilyun untuk perusahaan kepemilikan perusahaan itu.” Ucap Devian yang membuat mata Mira berbinar – binar mendenganya.
Devian mengakhiri panggilan dengan Mira. Karna dirinya sudah tidak tahan untuk menahan perutnya yang tertawa geli dalam hati.
“ Dasar Wanita bodoh…Makan tuh 1 Trilyun. Aku harus segera memberi tahu Axelle untuk mengeruk tabungan Wanita itu setelah ku menyerahkannya. Aku akan menyuruh Axelle membeli rumah itu. “ Ucap Devian.
\======
“ Tuan ini amplop berisi hasil Tes DNA anda dengan kembar. “ Jo menyereahkan sebuah amplop putih kepada Devian.
Dengan semangat Devian langsung membuka amplop itu dan membaca hasil dari DNA itu.
“ Jo aku Bahagia banget. Axelle dan Audrey benar anak – anak ku. “ Ucap devian dengan mata berbinar – binar memperlihatkan hasil dari DNA itu kepada asistennya.
“ Selamat Tuan…Anda memang laki – laki hebat. Segeralah nikahi Nyonya Laura agar anda tak hidup sendiri lagi. Anda sekarang sudah resmi menjadi Daddy. “ Ucap Jo.
“ Aku sudah tidak sabar untuk memberitahukan hal ini pada kedua anak ku. Namun sayangnya aku belum ada keberanian untuk mengungkapkannya pada Laura. “ Sahut Devian yang wajahnya berubah mendung kala merasa takut Laura akan menolak bahkan membenci dirinya.
“ Aku harus menemukan cara untuk bisa berbicara pada kedua anak kembar ku untuk melanjutkan rencana
selanjutnya. “ Ujar Devian mencoba berpikir.
Ponsel Devian berbunyi, dirinya langsung meraihnya. Ternyata nama Laura yang terpampang di panggilan ponselnya.
“ Ya… Halo. Maaf saya baru bisa mengangkat panggilan dari anda. “ Ucap Devian datar.
“ Maaf Tuan mengganggu waktunya. Apa saya bisa menitip sebentar anak – anak ke sekertaris anda. Saya ingin keluar sebentar mencari apartemen buat teman ku dari Inggris yang besok datang ke sini. “ Ungkap Laura yang membuat bola mata devian hamper saja keluar mendengar penuturan dari Laura.
“ Tunggulah sebentar, jangan biarkan anda pergi sendiri. Asisten saya akan mengantarkan ke mana pun anda
pergi. Saya juga akan ikut ke sana. Tak akan saya biarkan kembar hanya berduaan saja di sana. “ Ucap Devian possesif membuat Laura mengeryitkan keningnya mendengar ucapan Devian.
“ Baiklah…” Sahut Laura.
“ Dasar laki – laki possesif bukan siapa – siapa aja selalu saja mengatur sesuai keinginannya. “ Umpat Laura dalam hati.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian di karya recehku...