My Kids My Hero

My Kids My Hero
Permintaan Maaf



Permintaan Maaf


Pertemuan malam ini dengan Monik dan Tuan Arnold telah selesai. Devian dan sang asisten melenggang keluar menuju mobil nya meninggalkan hotel.


Devian tak menaruh curiga sedikitpun jika semua itu hanya lah rencana Monik. Mobil mereka telah keluar dari Hotel menuju rumah orangtuanya.


" Apa yang sebaiknya aku lakukan untuk menghadapi Laura ? Rasanya hati ku masih merasa sangat sakit. Apa lebih baik malam ini aku tidur di apartemen ku dulu sebelum menikah dengan Laura ? " Ucap Devian mencoba menimbang nimbang.


" Jo, antar aku ke apartemen milik ku dulu ! Aku akan menginap di sana malam ini. Jika Laura mencari keberadaan ku bilang saja kau tidak mengetahuinya keberadaan ku ! " Ujar Devian yang saat ini masih merasa kesal dengan sang istri.


Jo pun merasa bingung dengan sikap Tuannya. Akhirnya dirinya ingin ikut campur dalam permasalahan ini. Tak mungkin Tuan nya seperti ini, menyakiti hati Laura. Jo merasa iba dengan Nyonya nya yang saat ini


sedang hamil namun hrs menangis


"Tuan sebenarnya apa yang terjadi pada anda dan Nyonya ? Mungkin saja aku bisa membantunya. Kasihan Nyonya Laura sedang hamil, jangan buat dirinya sakit memikirkan anda. Ucap Jo memberanikan diri.


" Sekarang ku tanya padamu, apa kau tak merasa kecewa dan marah jika istri mu berselingkuh dari mu mengkhianati cinta kalian. Dan mungkin saja anak yang di kandung istri kamu itu anak dari pria lain. " Ujar Devian membuat Sang asisten terkejut mendengar penuturan Tuannya.


Bagaimana tidak, bisa - bisa nya Tuan nya mencurigai sang istri. Padahal hari - hari sang istri selalu dengannya atau di sibukkan dengan aktivitas di rumah.


" Pasti ada yang tak beres ini ! " Ucap Jo dalam hati.


" Apa anda telah menanyakan kecurigaan anda pada Nyonya Laura ? Rasanya tak adil jika Nyonya Laura harus menanggung yang bukan menjadi kesalahan nya. " Ucap Jo.


Devian menggeleng kan kepalanya karna ada benar nya juga yang di katakan sang asisten. Bagaimana bisa dirinya tak mencari kebenaran lebih dulu dan langsung menelan mentah-mentah ucapan Michael yang belum tentu benar.


" Ingatlah perjuangan anda dulu ! Apa anda tak takut jika Nyonya Laura akan meninggalkan anda karna tak terima dengan tuduhan anda. Memang nya siapa yang memberitahu Anda tentang hal ini ? " Ucap Jo.


" Mungkin lebih baik aku menceritakannya pada Jo agar aku tak menyimpannya sendiri. " Gumam Devian dalam hati.


" Michael yang memberi tahu padaku siang tadi. Jika Laura mendatangi kantornya dan tak lama Laura jatuh pingsan hingga harus di larikan ke rumah sakit. Namun yang lebih menyakitkan lagi saat Michael mengungkapkan bahwa hanya dirinya yang Laura cintai. " Ucap Devian.


Jo langsung tertawa keras mendengar penuturan Tuan. Bisa- bisa nya dirinya bersikap bodoh langsung ke makan ucapan dari Michael.


" Tuan ini sangat lucu, bagaimana bisa lebih mempercayai orang lain yang berniat menghancurkan rumah tangga anda di banding istri anda sendiri. " Ucap Jo membuat Devian tersentak.


" Jo kembali ke rumah papi, putar balik ! " Perintah Devian.


Jo terkekeh dengan kelakuan Tuannya. Tapi marah - marah sekarang takut kehilangan.


" Tuan kan tau sendiri gimana jahat nya Michael, bagaimana bisa anda langsung percaya begitu ? Aku yakin ini semua ulah Michael yang mau menghancurkan rumah tangga anda." Ujar Jo membuat Devian menyadarinya.


Dirinya terus mengerutuki dirinya sendiri yang sudah berbuat bodoh, tak mempercayai sang istri. Menuduh sang istri berselingkuh mengkhianati dirinya.


Laura terbangun dari tidurnya dan tak menemui sang suami di sampingnya.


" Belum pulang juga...kemana sebenarnya dirinya. " Ucap Laura dalam hati.


Tak lama mobil yang membawa Devian telah sampai di depan rumah. Devian melangkahkan kaki nya untuk segera masuk ke dalam.


Laura yang mendengar suara mobil Devian, langsung berniat pura - pura tidur.


Devian membuka pintu kamarnya perlahan. Ada perasaan bersalah saat ingat apa yang dia perbuat pada istrinya. Bisa - bisa nya dia mempercayai ucapan Michael.


Devian menghampiri sang istri yang tertidur pulas. Dan mengecup kening sang istri.


Karna rasa cemburu yang berlebihan, hingga akhirnya dirinya sempat tertutup hatinya menyakiti hati istri nya.


" Breng*** bisa - bisa nya kamu berniat menghancurkan rumah tanggaku. Apapun yang terjadi aku tak akan pernah mau memberikan istriku kepada kamu !


Laura yang pura - pura tidur bisa mendengar semua ucapan Devian. Hatinya terasa sakit kala sang suami meragukan cintanya dan menuduhnya berkhianat.


" Sayang..aku ingin meminta maaf atas kesalahan yang aku perbuat padamu. " Ucap Devian sambil mengelus rambut Laura.


Laura melenguh panjang kala tidurnya terusik dengan perbuatan suaminya.


Kini mata mereka saling menatap. Mencoba mencari tahu kebenaran yang terjadi.


" Maaf jika hari ini telah membuat mu kesal, marah, kecewa karna aku telah mengabaikan dirimu. " Ucap Devian sambil merangkup wajah sang istri.


" Lepaskan aku ! Bisa - bisa nya kamu semudah itu meminta maaf padaku setelah yang kamu perbuat. Asal kamu tau, seharian ini aku panik karna tiba - tiba saja kamu menghilang begitu saja tak ada kabar. Bahkan berkali-kali aku menghubungi dirimu, namun dirimu tak merespon nya. Sampai - sampai aku harus terus menangis memikirkan takut terjadi sesuatu pada dirimu. " Ucap Laura kesal.


Devian memohon di bawah kaki istrinya, meminta kepada istri nya agar mau memaafkan kesalahan yang dia perbuat hari ini.


" Jujur aku merasa cemburu saat Michael mantan kekasih mu datang menghampiri ku ke kantor dan menceritakan bahwa kamu menemui dirinya karna sudah tak sanggup menahan rindu karna ingin bertemu. Dirinya juga bilang bahwa hanya dia yang kamu cintai. Dan dia juga bilang jika anak dalam kandungan mu itu anaknya. Bagaimana aku tak cemburu jika harus mendengar hal seperti itu. " Ucap Devian.


Ucapan Devian membuat Laura terkejut. Antara marah , kesal ,dan lucu. Bisa - bisanya seorang pebisnis dan pengusaha hebat semudah itu bisa di bohongi dan tertipu tanpa mencari tahu lebih dalam.


" Bagaimana sayang apa kau sudah memaafkan diriku ? " Ucap Devian memelas.


" Tidak. Tidak semudah itu. " Jawab Laura singkat.


" Lantas apa yang harus aku perbuat untuk bisa menebus semua kesalahan yang telah aku perbuat. Ku mohon sayang...jangan siksa ku ! " Ujar Devian dengan wajah mengiba.


Keputusan Laura sudah bulat. Dirinya akan memberi pelajaran pada suaminya yang semudah itu menuduh dirinya berkhianat. Menganggap dirinya seperti wanita murahan. Tak menyakini cintanya yang besar untuk dirinya. Meskipun hal ini bukan semuanya kesalahan suaminya. Mungkin jika dirinya dari awal tak merahasiakan tentang dirinya menemui Michael karna tujuan agar Michael tak mengganggu hubungan pernikahan nya dengan Devian, pasti semua ini tak akan terjadi. Tapi untungnya ke salah pahaman itu sudah berlalu.