
“ Halo, Tuan Axelle apa anda sudah berada di Indonesia saat ini ? “ Tanya Jo di panggilan telepon.
“ Ya aku sudah berada di Indonesia. Besok jam 08.00 tepat silahkan anda menjemput kami di lobby apartemen xxxx di daerah xxxx ! “ Ucap Axelle tegas.
“ Gaya bicara nya sangat sama dengan Tuan Devian. Dad and Son. “ Ucap Jo dalam hati.
“ Baiklah besok aku akan menjemput kalian tepat pukul 08.00 pagi. “ Sahut Jo mengakhiri percakapan dengan Axelle.
Laura tak membuang waktu lagi, saat ini dirinya akan ke makam mami nya dan untuk pertama kali mengunjungi
makam mami bersama kedua anaknya. Ibarat sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Dirinya bisa sekalian mengunjungi makam Daddy nya yang letaknya bersebelahan dengan sang mami. Laura berjanji di depan pusara makam kedua orang tuanya, akan mengambil yang menjadi haknya. Dia akan merebutnya dari tangan Tante Mira.
Selama ini Tante Mira hidup tenang menikmati kemewahan harta dari Ronald. Dia tidak pernah menyangka jika Laura akan kembali ke Indonesia. Tante Mira yakin untuk bertahan hidup saja mungkin Laura sangat berat. Tante Mira tak sadar jika Laura memiliki otak yang cerdas dan bahkan kini memiliki kekuatan dengan lahirnya anak genius yang akan membantu dirinya. Hero bagi dirinya.
Malam ini juga. Laura berniat akan mengunjungi kediaman pengacara Daddy nya. Dirinnya berharap pengacara nya dapat membantu dirinya.
Laura sangat senang, setelah sekian lama dirinya pergi dari Indonesia, kini dirinya bisa kembali merebutnya. Laura akan mengatur siasat untuk menghancurkan Tante Mira dengan menjebloskan nya ke pengacar dan mengambil alih harta milik Daddy nya.
Sungguh benar – benar anak yang cerdas. Anak seusianya yang pasti akan bersikap cuek mendengar ucapan
orang dewasa, namun berbeda hal nya dengan Axelle. Bahkan dirinya banyak bertanya tentang selak seluk perusahaan Garndpa dan harta kekayaan yang kini sedang di kuasai Tante Mira.
Laura yang melihat antusias Axelle melakukan banyak pertanyaan terhadap pengacara grandpa nya , membuat
Laura bergedik ngeri. Dia sangat yakin anak nya Axelle akan membuat sesuatu hal yang fantastis yang terkadang di luar nalar dirinya. Laura memberikan kepercayaan Axelle, namun dirinya akan tetap mengawasinya. Terlebih Axelle masih sangat di bawah umur, dia sangat takut Axelle melakukan hal yang melewati batas.
Setelah dirinya puas perlahan mewujudkan keinginannya, dirinya memilih untuk tidur mempersiapkan tubuhnya untuk pertemuan besok. Sampai saat ini dirinya tak tahu jika perusahaan yang akan bekerja sama dengan Axelle adalah perusahaan milik Devian Abraham. Memang Devian sangat pintar dalam kontrak kerjasama ini, dirinya menggunakan nama perusahaan baru.
Laura dan Audrey kini sudah tertidur pulas. Namun berbeda hal nya yang di lakukan Axelle, saat ini Axelle masih mengotak ngatik laptop miliknya. Dirinya melakukan tracking data milik perusahaan milik grandpa nya. Dia juga sudah bisa mentracking rekening bank dan harta lain yang di milik Tante Mira. Setelah kematian Ronald, dengan liciknya Mira merubah hak pengalihan hak waris kepada dirinya. Dirinya membuat kebohongan bahwa Laura pergi entah ke mana dan saat dirinya juga sudah memalsukan tanda tangan Ronald.
Axelle berusaha mencari tahu secepatnya, agar dirinya tidak merasa terlambat dalam menangani kasus ini. Terlebih dirinya tahu Perusahaan grandpa di ujung tanduk kebangkrutan, rumah yang di tempati Tante Mira pun bisa di sita bank. Karna gaya hidup mewah Tante Mira, membuat Tante Mira menghambur – hamburkan uang, terlebih dirinya tak mengerti sedikit pun dalam mengurus perusahaan. Banyak transaksi penyelewengan yang di lakukan Tante Mira selama ini.
“ Yes semua sudah lengkap, tinggal aku menjalankan. Aku harus membicarakan dulu dengan Mommy. Semoga Mommy bisa Bahagia dan bangga karena aku bisa mewujudkan keinginan Mommy…Love You..Mi. “ Ungkap Axelle sambil memandang Sang Mommy yang sangat teduh.
Setelah pekerjaannya selesai, Axelle pun ikut naik ke atas ranjang dan memeluk Mommy nya. Sungguh kalau seperti ini, Axelle terlihat seperti anak seumurnya yang bersikap manja dan membutuhkan pelukan hangat dari sang Mommy.
Dan kini Axelle sudah tertidur pulas mengikuti jejak Mommy dan adiknya ke alam mimpi.
****
Devian telah sampai dulu di Perusahaannya. Sedangkan Jo kini sedang menjemput Laura dan juga Axelle ke apartemen yang di infokan Axelle kemarin.
Axelle dan Laura memang contoh seorang pengusaha, karna memiliki displin waktu. Sebelum Jo sampai, mereka
telah sampai di Lobby habis melalukan sarapan pagi.
Dari jauh Jo sudah bisa melihat keberadaan Axelle dan Laura. Namun pandangannya juga kepada gadis kecil di samping Lura. Sungguh Tuan yang sangat subur, bahkan satu malam saja sudah bisa menghasilkan dua anak sekaligus. Dia sangat yakin kedua anak yang berada di samping Laura, adalah anak Tuannya.
Jo menghampiri dan menyapa Axelle, membuat Laura dan kedua anaknya menengok ke arah Jo. Laura mengerutkan dahinya saat mengingat wajah laki – laki di hadapannya. Dia sangat ingat sekali jika laki – laki itu adalah asisten dari Devian Abraham, pengusaha hebat yang dulu menjadi idola nya saat dirinya masih di Indonesia.
Laura menanyakan kepada Jo secara jelas apa hubungannya dengan pertemuannya hari ini. Namun tak banyak
bicara, Jo lebih mengajak Laura untuk segera ikut dengannya. Karna dirinya akan menjelaskan semuanya di kantor milik Devian Abraham.
Selama perjalanan entah mengapa pikiran Laura melayang tak jelas. Mata nya terus melihat ke arah jalanan yang kini cukup macet di padati dengan banyak kendaraan. Laura mencoba menetralisir perasaan yang dia rasakan dirinya. Sungguh seharusnya dirinya Bahagia karna bisa bekerja sama dengan pengusaha yang selama ini menjadi inspirasinya. Karna di usia nya dulu yang masih muda, Devian sudah menjadi pengusaha yang sukses.
Berbeda hal nya dengan Axelle dan Audrey, kini dirinya seperti layaknya anak manis seusianya. Audrey merasa Bahagia bisa mendatangi negara kelahiran Mommynya. Dia terlihat sangat antusias. Berbeda dengan Axelle yang lebih bersikap dingin dan cuek. Bagi Jo, Axelle benar – benar duplikat dari Devian. Sikap dingin, tegas, dan pekerja kerasnya benar – benar menurun dari Tuannya.
Jo berharap Tuannya bisa berkumpul dan menjalani kehidupan rumah tangga. Terlebih Kedua orang tua Devian selalu berharap anaknya segera menikah dan memiliki anak. Dan kini keinginan kedua orangnya akan terwujud. Jo ingin tahu apakah Tuannya bisa gentle mengakui semuanya pada Laura.
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, kini mereka telah sampai Gedung mewah pencakar langit milik Abraham Group. Laura mengikuti langkah Jo sambil menggandeng kedua buah hatinya.
Laura terlihat sangat cantik dan sexy\, meskipun hanya berpakaian sederhana. Tak ada perubahan yang signifikan dari Laura. Meskipun usia nya kini sudah 26 tahun dan memiliki dua orang anak yang beranjak besar. Perubahan Laura hanya terlihat dari tubuh Laura yang bertambah berisi dan pa****** yang semakin padat yang membuat semua laki – laki yang melihat nya akan terpana.
Jo mengetuk ruangan Devian, Dan Devian menyuruh untuk masuk. Namun sebelumnya Devian sempat mengkondisikan degupan jantungnya yang sangat kencang. Jo masuk lebih dulu, baru di ikuti Laura dan kedua anaknya. Kini Laura dan Devian saling menatap. Kedua aliran darah mereka mengalir cepat memompa gerakan jantung mereka
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.....
Aku butuh dukungan dari kalian🙏🙏🙏🤗😘😄😍