My Kids My Hero

My Kids My Hero
Karya baru Kembalinya Sang Putri



Mampir yuk di karya author terbaru 😄



"Akhirnya aku berhasil melenyapkan kalian! Tak akan ada lagi yang mengganggu aku untuk menguasai hartamu! Justin anakku 'lah yang akan memegang perusahaan Harmes Group. Selamat jalan saudara tiri ku Fernando Harmes, semoga kau tenang di sana!" ujar Toni sambil tertawa puas.


Mobil Toni Luis pergi meninggalkan tempat kejadian bertepatan saat mobil Alberto dan mobil orang suruhannya melintas. Daerah itu terlihat sepi karena jarang sekali di lalui. Awalnya Alberto tak menaruh curiga.


"Hentikan mobil! Sepertinya ada orang yang berteriak dari bawah sana, cepat kau lihat!" perintah Alberto.


Mark turun dari mobil, sama halnya dengan mobil anak buah Alberto yang harus menghentikan perjalanan. Mereka berempat turun melihat situasi di sana. Meskipun Alberto seorang mafia yang kejam, di sisi lain dia adalah seorang dokter yang memiliki jiwa penolong.


"Tuan di bawah sana ada tiga orang korban, sepertinya mereka sudah tak bernyawa karna darah mengalir dari kepala mereka terkena benturan batu tajam dan juga ranting-ranting tajam melukai wajah dan tubuh mereka," ujar Mark.


"Breng*sek! Kau pikir kau itu Tuhan, seenaknya melenyapkan orang! Belum saja kau berhadapan dengan saya," ujar Alberto geram. Sampai-sampai dia mengepalkan tangannya. Dia yakin kalau hal ini bukan murni sebuah kecelakaan, melainkan percobaan pembunuhan. Alberto turun langsung ke tempat kejadian, dirinya merasa terpanggil.


Alberto mulai memeriksa keadaan ketiga korban. Tubuhnya terasa lemas saat mengetahui kedua korban yang dia periksa lebih dulu ternyata sudah tak bernyawa, yaitu Tuan Fernando Harmes dan juga istrinya. Alberto sempat termenung saat melihat wajah cantik Jessica yang memiliki kemiripan dengan istrinya, bahkan dirinya sampai meneteskan air matanya saat melihat wajah Jessica yang banyak luka-luka karena terkena ranting pohon dan batu yang tajam. Darah segar bercucuran di sekitar kepalanya.


"Tuan, cepat segera anda ke sini! Saya khawatir mobil tersebut akan meledak, nantinya akan membahayakan nyawa anda. Sepertinya semua korban sudah dalam keadaan meninggal." teriak Mark.


"Tidak! Saya yakin wanita ini masih hidup! Tolong kalian angkat wanita ini dan bawa ke mobil, kita harus segera membawanya ke markas! Untuk kalian berdua, segera ke rumah sakit tempat saya bekerja dan cari mayat wanita yang memiliki kemiripan dengan wanita ini dan letakkan di sini kembali agar mereka menganggap wanita ini telah mati! Hubungi pihak polisi agar mengusut kasus ini dan menguburkan kedua korban tersebut!" titah Alberto dan keempat orang suruhannya langsung menjalankan tugasnya.


Kini Alberto sedang dalam perjalanan ke markas, wajah Jessica tak lepas dari pandangan mata Alberto. Dia teringat dengan mantan istrinya yang sangat dia cintai yang telah tiada karena di bunuh oleh musuhnya. Alberto seorang duda tanpa anak, dia di tinggal Leticia 3 tahun lalu. Padahal mereka belum lama menikah. Hingga akhirnya dia menaruh dendam sampai sekarang.


"Saya akan berusaha agar kau tetap hidup! Bukan itu saja, saya akan merubah wajah kamu seperti wajah istri saya!" gumam Alberto.


"Siapkan ruang operasi! Saya akan mengoperasi seseorang dan saat ini saya sedang dalam perjalanan ke markas!" ujar Alberto kepada orang suruhannya yang berada di markasnya.


Suasana terlihat tegang di markas, Alberto seperti orang yang tak waras menganggap Jessica saat itu masih hidup. Bahkan Mark sang asisten yang melihatnya merasa miris.


"Tuan, apa anda yakin akan tetap mengoperasi wajah wanita itu? Dia sudah mati, Tuan. Jantungnya sudah berdetak dan sudah tak bernapas," ujar Mark kepada tuannya.


"Diam saja kau! Kau tak mengerti dunia kedokteran! Saya akan berusaha untuk menyelamatkan wanita ini!" sahut Alberto ketus.


"Berhasil! Sebentar lagi saya akan melihat sosok Leticia di dirimu!" gumam Alberto.


Toni menutup kasus pembunuhan tersebut, publik tak mencurigai kematian Fernando beserta keluarganya. Justin sang anak yang kini memimpin perusahaan. Seluruh harta Fernando di kuasai mereka, termasuk rumah dan perusahaannya.


Hari terus berganti, Jessica belum juga membuka matanya. Saat Alberto tak bekerja dia selalu menghampiri Jessica di markasnya, melihat keadaan Jessica dan berharap Jessica hidup kembali.


"Tuan, sebaiknya kita kubur saja wanita itu! Kasihan Tuan kalau terlalu lama!" ujar Mark. Mendengar penuturan asistennya, Alberto langsung membentaknya. Sampai-sampai anak buahnya juga menganggap kalau Alberto gila, menganggap orang yang sudah mati di anggap masih hidup.


"Bangunlah! Jangan pernah takut bahwa kamu merasa sendiri di dunia ini! Saya akan selalu ada untuk membantumu! Kembalilah, saya akan membantu kamu untuk membalaskan dendam kamu kepada mereka! Mereka pantas menderita, seperti yang kalian rasakan! Kamu harus kuat!" kata-kata yang selalu Alberto ucapkan saat mengunjungi Jessica. Wajah Jessica sekarang sudah berubah menjadi wajah istri Alberto.


Jessica kini sudah berada di alam berbeda, perasaan dendam atas yang di perbuat saudara tiri nya yang begitu kejam membuat dirinya ingin hidup kembali.


"Kembalilah ke dunia putri Daddy, kau ini sebenarnya belum waktunya mati! Kau hanya mengalami mati suri! Jangan biarkan mereka hidup bahagia, balas semua perbuatan mereka!" ujar daddy Fernando.


"Tidak, Dad! Aku ingin bersama kalian, aku akan kesepian jika aku kembali ke dunia sendiri!" sahut Jessica yang saat itu terisak tangis. Tak henti-hentinya dia meneteskan air matanya. Takdir begitu kejam, membiarkan saudara tiri daddy-nya berhasil memisahkan mereka. Sungguh hal yang sangat berat berpisah dengan kedua orang tua yang sangat dia sayangi.


Sungguh dilema yang di rasakan Jessica saat itu, tetapi masa dia di dunia masih ada. Mau tak mau dia harus kembali ke dunia melanjutkan hidupnya. Membalaskan dendamnya, mengambil kembali harta kekayaan orang tuanya.


Jessica perlahan membuka matanya, dia terbangun kembali dari mati surinya. Jessica mulai menggerakkan tangannya yang terasa kaku. Pandangannya melirik ke kanan dan kiri. Dia berada di tempat yang asing baginya. Kepalanya terasa masih sakit.


"Nona muda, syukurlah kamu sudah tersadar. Beristirahatlah dulu, saya akan menghubungi Tuan Alberto terlebih dulu!" ujar salah satu orang yang menjaga Jessica. Jessica mengerutkan keningnya, dia merasa asing mendengar nama Alberto.


Alberto yang mendengar laporan dari penjaga markasnya bahwa Jessica telah tersadar, tentu saja tak akan membuang waktu. Dia langsung menuju markas untuk menemui Jessica. Hatinya merasa bahagia, akhirnya Jessica terbangun dari tidur panjangnya. Alberto bergegas memasuki markas, menuju kamar tempat Jessica berada. Matanya terpanah melihat wajah istrinya di hadapannya.


"Syukurlah kamu sudah tersadar kembali," ucap Alberto.


"Di mana aku?" tanya Jessica.


"Kau di tempat yang aman, saya sudah merubah wajah kamu dan nama kamu adalah Leona," ucap Alberto membuat Jessica tersentak kaget.