My Kids My Hero

My Kids My Hero
KIDS DAN DAD



“ Mom…ponsel Mommy berbunyi dari tadi. “ Ungkap Audrey sambil memberikan ponsel Mommy nya.


Laura baru saja selesai mandi dan sedang memakai baju ganti. Audrey menghampiri Mommy nya dan langsung


memberikan ponselnya. Laura langsung melihat isi ponselnya, dan ternyata itu berasal dari pengacara daddy nya.


“ Halo…Maaf pak tadi saya habis dari kamar mandi. Ada apa ya pak ? “ Tanya Laura di panggilan ponselnya.


“ Maaf Nyonya Laura mengganggu waktu anda. Saya ingin membicarakan hal penting dengan Nyonya Mira yang semakin semena – mena menghabiskan Tuan Ronald. Aku harap kehadiran Nyonya Laura besok pagi. “ Ungkap sang pengacara serius.


Laura mencoba berpikir keras, apa yang harus dia lakukan. Permasalahan Mira sangat lah penting, namun besok


dirinya harus menemani anaknya untuk memulai proyeknya. Akhirnya dirinya memutuskan untuk berbicara pada sang anak dan juga Tuan Devian. Bahwa dirinya besok harus mengurus hal yang sangat penting hingga tak bisa menemani sang anak. Laura akan mempercayakan Devian dan asisten Jo. Meskipun dirinya baru mengenalnya. Laura menghampiri kedua anaknya di kamar Axelle. Saat itu Audrey sedang main ke kamar Axelle.


“ Apa yang kalian lakukan ? Ada yang Mommy ingin bicarakan pada kalian. Mommy minta maaf besok Mommy tak bisa menemani Axelle ke proyekmu, Ada urusan sangat penting yang harus Mommy lakukan. Kalian ga masalah kan hanya dengan Om Devian dan Om Jo saja ? “ Audrey kamu ikut dengan Mommy saja ya…” Ucap Laura.


“ Audrey mau ikut kak Axelle aja Mom. Aku ingin bertemu om Devian. “ Sahut Audrey.


“ Selesaikan urusan Mommy saja, tak perlu khawatirkan aku. Apa masalah Mommy ada hubungannya dengan ibu


tiri Mommy ? “ Ujar Axelle sambil menatap sang Mommy.


“ Jangan buat ulah ya Rey…Mommy titip Audrey pada kamu ya ka…Iya El, sepertinya kita harus secepatnya melakukan tindakan pada ibu tiri Mommy. Mommy membutuhkan bantuan kamu. “ Ucap Laura.


“ Baiklah Mi…Axelle akan segera mengumpulkan data – data akurat untuk menghancurkan ibu tiri Mommy. Dan


masalah Audrey, Mommy tenang saja. “ Sahut Axelle.


“ Baiklah Mommy menghubungi om Devian dulu, kamu segera lah tidur beristirahat. Besok akan banyak waktu


menyita mu. Ayo Rey, ikut Mommy. “ Ujar Laura.


“ Mommy duluan saja, nanti Rey nyusul. Aku masih ingin bermain dengan kak Axelle. “ Ucap Audrey.


Akhirnya Laura pergi meninggalkan kedua anaknya dan kembali ke kamarnya, untuk menghubungi Devian.


 


Kring…Kring…


“ Laura ? Mi, aku Kembali ke kamar ku dulu ya. Dah mami… “ Ungkap Devian dengan rona Bahagia.


Saat deringan pertama, Laura langsung mengangkatnya.


“ Maaf Nyonya Laura tadi menghubungi diriku ? Ada perlu apa ? “ Ucap Devian datar menutupi rasa groginya.


Kini hatinya sangat berbunga – bunga bisa mendengar merdu Laura. Mendengar suara Laura, membuat jantungnya


berdegup kencang. Baru mendengar suaranya saja. Devian sudah merasa Bahagia. Hal yang di rasakan sama juga dengan Laura saat ini. Andai mereka saling menatap, mungkin kini kedua nya wajah nya sangat merona.


“ Maaf mengganggu waktu anda. Besok saya tidak bisa menemani Axelle ke tempat proyek, karna ada urusan penting yang harus saya lakukan. Apa anda keberatan jika saya menitipkan Audrey dan Axelle pada anda. Setelah urusan saya selesai, saya akan langsung menyusul. “ Ungkap Laura.


“  Saya tak merasa keberatan. Justru saya merasa senang dengan kehadiran Audrey dan Axelle. Kebetulan beberapa hari ini memang saya tidak terlalu sibuk. Hitung – hitung saya Latihan. “ Sahut Devian.


“ Latihan ? Apa maksud omongannya ya ? “ Ucap Laura dalam hati.


“ Nyonya Laura bagaimana jika besok kami mengantar anda sekalian ? Tunggulah di Lobby bersama Axelle dan


Audrey. Besok pagi jam 08.00 kami akan menjemput kalian. “ Sahut Devian.


Laura menyepakatinya. Dia juga tidak akan melepas kedua anaknya begitu saja di Lobby. Dia akan menyerahkan


langsung kedua anaknya pada Devian. Setelah selasai, mereka mengakhiri panggilan.


*****


 


“ Doakan aku ya mi, semoga Laura bisa cepat aku miliki. Hari ini aku akan mendekati kedua anak ku, agar mereka bisa menerima aku sebagai Daddy nya. “ Ucap Devian yang berpamitan pada sang mami dan papi untuk berangkat bekerja.


Melihat perubahaan yang terjadi pada anaknya, membuat mami Leli merasa Bahagia. Sekian lama anak kesayangannya bersikap dingin kini wajahnya berseri Kembali. Mami Leli berharap anaknya bisa mendapatakan kebahagiaan. Bisa menikah dengan Wanita pujaannya dan berkumpul dengan kedua anaknya.


Laura dan kedua anaknya sudah bersiap – siap untuk berangkat. Mereka memilih untuk sarapan di Lobby apartemen sambil menunggu Devian menjemputnya. Setelah sampai di Lobby Devian langsung


turun menghampiri Laura dan kedua anaknya yang sudah menunggunya.


Laura terlihat selalu cantik membuat Devian tak sedikit pun mengedipkan matanya. Terpanah melihat kecantikan


dan keseksian  Laura. Ingin rasanya dirinya melarang Laura untuk pergi bertemu dengan laki – laki lain. Devian


ingin mengurung Laura di kamarnya dan melakukan olahraga ranjang mengulang masa lalu mereka. Namun sayang nya Laura belum menjadi istri sah nya bahkan sampai saat iini Laura belum mengetahui jika dirinya lah yang menghamilinya.


Audrey berlari menghampiri danberhambur ke pelukan Devian, membuat Devian tersadar. Kini mereka sedang dalam perjalanan mengantarkan Laura, baru setelah itu Devian bersama kedua anaknya melanjutkan perjalanan ke tempat proyek mereka.


Sungguh berat yang di rasakan Devian melepas kepergian Laura. Dirinya merasa cemburu. Takut pengacara Daddy Laura menyukai Laura. Devian tidak merasa ikhlas jika Laura harus berdekatan dengan laki – laki lain, meskipun karna urusan penting. Sehingga Devian berbicara pada Laura, bahwa asistennya  akan menjemput Kembali.


Rasa hangat yang di rasakan Audrey saat berada di dekat Devian. Hal serupa juga yang di rasakan oleh Axelle,


meskipun dirinya masih bersikap dingin. Namun diirnya tak bisa menghindari perasaannya.


Setelah melakukan perjalanan 1 jam, kini mereka telah sampai di peruahaan baru mereka. Devian dan Axelle


melakukan kolaborasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Sungguh seperti kids dan Daddy. Audrey dan Jo terus memperhatikan Axelle dan Devian yang terlihat sangat kompak.


Devian menjaga kedua buah hatinya dengan baik. Membuat Axelle dan Audrey merasakan kasih sayang yang di


berikan Devian kepadanya. Mereka merasa bangga dengan kepintaran dan kerja keras sang Daddy. Audrey melirik ke arah Axelle membuat kode agar sang kakak membicarakan semuanya. Karna ini adalah kesempatan bagi mereka untuk mencari tahu semuanya tentang kedua orang tuanya saat sang Mommy tak ada. Mereka sangat yakin jika Devian adalah Daddy nya terlebih wajah Axelle sangat lah mirip dengan Tuan Devian.


 


 


 


Yuk tunggu episode berikutnya ya...


Author minta terus dukungan kalian. Dan terima kasih untuk semua yang sudah sabar menunggu author update 🙏🙏🙏


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya 😄😘😍🤗