
DAD dan SON BERAKSI
“ Berangkatlah sekarang…biar kembar saya yang akan menjaganya. “ Ucap Devian tegas menutupi rasa kesalnya karna menahan rasa cemburunya pada sikap Laura.
“ Terima kasih atas kebaikan anda pada kami. “ Sahut Laura yang membuat Devian memutar bola matanya.
“ Ingat semuanya tak gratis, suatu saat kau harus membalas semuanya. “ Gumam Devian dalam hati setelah Laura
keluar dari ruangan di damping asisten Jo.
“ Sayang…ke sini lah. Daddy punya kabar baik untuk kita. “ Sahut Devian membuat Audrey langsung berlari menghampiri Devian yang kini duduk di sofa.
Dengan rasa malas Axelle pun turut menghampiri Devian , namun dirinya lebih memilih menarik bangku dan duduk
di hadapan Devian. Devian menyodorkan sebuah amplop yang berisi hasil DNA kepada Axelle. Perlahan Axelle membacanya , namun tak ada respon sama sekali masih bersikap Daddy.
“ Hei…apa kau tak ingin memeluk Daddy mu ini ? Apa kau tak senang mengetahui aku adalah Daddy mu ? “ Ucap Devian.
Berbeda hal nya dengan Audrey, dirinya langsung memeluk tubuh kekar Daddy nya dan mengucap kata Daddy berulang – ulang. Sungguh dirinya merasa senang bahwa dirinya memiliki Daddy.
“ Son…Mendekatlah ! “ Ungkap Devian yang sudah merentangkan tangannya da siap menerima pelukan dari anak
laki – lakinya.
Axelle berjalan mendekati Devian dan langsung memeluk sang Daddy membuat mata Devian kini berkaca – kaca merasa terharu bahwa kedua anak nya bisa menerima keberadaannya. Dan memaafkan kesalahannya selama ini yang tak pernah menemani hari – hari kedua anak kembarnya saat dirinya terlahir ke dunia sampai dirinya sebelum bertemu.
Audrey menghapus air mata yang menetes di wajah tampan sang Daddy.
“ Sudah Dad jangan menangis ! Aku tak ingin melihat Daddy menangis. Jangan rusak kebahagiaan kita dengan air
mata kesedihan Daddy. “ Ucap Audrey.
“ Hey…siapa bilang ini air mata kesedihan. Ini adalah air mata kebahagiaan Daddy karna telah memiliki kalian seutuhnya. Bantuah Daddy untuk mewujudkan menikah dengan Mommy. “ Ungkap Devian yang mendapatkan anggukan dari kedua anak kembarnya.
“ El…Ayo kita berkolaborasi mewujudkan keinginan Mommy.
Devian menceritakan semua rencana nya pada Axelle untuk menguasai Perusahaan milik sang kakek dan juga rumah mewah milik sang kakek. Rencana devian akan menyuruh seseorang untuk membeli rumah itu atas nama Axelle agar Mira tak merasa curiga. Sedangkan Perusahaan milik Ronald akan di ambil alih oleh Devian. Rencananya Devian akan membayar biaya kompensasi kepada Mira dengan harga yang sangat fantastis. Dan tanpa sadari Perusahaan itu akan dia berikan pada Laura. Dan tugas Axelle adalah menyiapkan semua data penyimpangan yang di lakukan Mira dan mengeruk semua uang di rekening Mira dan memindahkan uang
tersebut ke rekening Mommy nya. Setelah semua selesai, Devian akan memberi tahu Laura agar tangan Laura yang akan mengirim Mira ke penjara untuk membalas rasa sakit hati Laura.
“ Kita mulai laksanakan tugas kita masing – masing. Dad dan Son beraksi . “ Ucap Devian yang terkekeh dengan istilahnya sendiri.
Axelle berjalan mendekati laptopnya dan langsung mengeprint semua data yang di butuhkan sang Daddy untuk
menjalankan rencananya dan menyerahkannya pada Devian.
“ Kerja yang bagus…Memang anak Daddy yang Genius…Good…” Ucap devian yang kini mengacungkan jempolnya.
“ Berarti sekarang tinggal Daddy yang beraksi son…” Sahut Devian.
Inggris. Apa Daddy mau kehilangan kami lagi. “
“ Dad, seperti nya harus segera pulang bersama Audrey dan juga Mommy. Karna aku harus mengurus perusahaan inti ku di Inggris. Mommy juga di sana banyak memiliki usaha yang sudah lama di tinggal. Dan asal Daddy tahu kami memiliki rumah mewah dan harta yang melimpah di Inggris. Kami tidak mungkin terus – terusan di sini. Audrey
juga adalah bintang cilik yang sudah Go International yang sangat terkenal. Audrey memiliki job yang melimpah. Lagi pula aku harus sekolah. Sudah hamper seminggu kami tak bersekolah. Aku juga kesian dengan papi George, aku yakin dirinya merasa kesepian saat aku, Audrey dan Mommy tak di sampingnya. Ujar Axelle yang berniat mengerjai Daddy nya Dibalik sifat dinginnya namun tersimpan sifat jahilnya.
Devian langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat saat mendengar penuturan Axelle. Sungguh dirinya merasa tidak rela jika kebahagiaannya akan di miliki orang lain. Dia tidak mau jika Wanita pujaannya di miliki laki – laki lain dan dirinya harus terpisah lagi.
“ Please jangan buat Daddy kehilangan kalian lagi. Rasanya Daddy tak akan sanggup menjalani hidup lagi tanpa kalian. Tak ada artinya lagi Daddy tanpa kalian. “ Ucap Devian dengan wajah memelas.
“ Cari tahu nomor rekening ibu tiri Mommy dan juga identitasnya, aku akan mentracking nya. Bahkan jika Daddy
berani menyakiti Mommy, tanpa rasa segan aku akan segera menghancurkan perusahaan Daddy dalam sekejap. “ Ucap Axelle tegas.
“ Lakukan tugas Daddy secepatnya, sebelum aku akan membawa Mommy Kembali ke Inggris. “ Ungkap Axelle yang membuat mata Devian membulat sempurna.
“ Segera atur untuk over alih perusahaan atas nama Ronald Smith ke atas nama ku ! Dan cari lah orang sewaan untuk membeli rumah Tuan Ronald dan beli atas nama Axelle Zefanya. “ Ucap Devian lewat ponselnya kepada orang kepercayaannya.
“ Aku akan segera menepati janjiku, setelah itu aku akan menagih janji pada mu anak kecil ku yang tampan. “ Ungkap Devian sambil mencubit pipi Axelle, sungguh dirinya merasa gemas dengan tingkah anak laki – laki nya yang sulit sekali untuk di taklukan.
Tok…Tok…
“ Masuk…! “ Ucap Devian tegas.
Ternyata Laura yang mengetuk pintu ruangan Axelle dan kini sudah menduduki bokongnya di sofa. Devian mengelus dada nya karena merasa lega Laura datang saat ini sudah selesai berbincang pada anak – anaknya.
“ Maaf Tuan jika saya selalu membuat repot anda. “ Ucap Laura lirih.
“ Tidak perlu khawatir. Selama aku ada waktu. Bagaimana apa sudah mendapatkan apartemen untuk teman anda?“
Ucap Devian dingin.
“ Sudah…” Sahut Laura singkat.
“ El, apa pekerjaan kamu sudah selesai ? “ Tanya Devian dan Axelle menoleh ke arah Daddy serasa menganggukkan kepalanya.
“ Kalau gitu, ayo kita pulang. Lanjutkan lah besok ! “ Ucap Devian dan Axelle langsung merapihkan laptopnya dan membawanya menyerahkan pada sang Mommy.
Kini mereka berempat keluar ruangan di ikuti asisten Jo yang mengekor di belakang.
“ Sayang…kalian mau makan apa ? Ayo kita mampir makan dulu sebelum kalian Kembali ke apartemen kesian Mommy pasti hari ini cape. “ Ucap Devian membuat hati Laura menghangat merasakan Devian adalah suami nya dan Daddy bagi anak kembarnya hingga tanpa sadar seuntai senyuman hadir di wajah cantik Laura.
Author berharap selalu dukungan dari kalian....