My Kids My Hero

My Kids My Hero
Mari Bertarung



Mari Bertarung


" Dasar kamu....Ga mau kalah banget sama anak. Ini kan cuma sementara aja sampai Laura sudah benar - benar sehat. " Gerutu Mami Leli.


" Ya udah kamu istirahat ya sayang...! Devian ingat istri mu masih belum kuat, jangan gempur dulu. " Ujar Mami Leli.


" Tanpa mami bilang, aku juga ga akan setega itu. Dev juga ngerti mi..." Sahut Devian.


Mami Leli pergi meninggalkan kamar Devian bersama Laura.


Mobil yang membawa kembar pulang dari sekolah telah sampai. Mereka langsung berlari dengan bahagia karna melihat mobil Daddy nya yang sudah terparkir di garasi mobil. Kembar merasa bahagia karna akhirnya kedua orang tuanya sudah pulang.


**Kembar menaiki anak tangga dengan perasaan senang\, tanpa mengetuk pintu lagi mereka langsung menerobos masuk dan menghampiri sang Mommy. **


" Mommy...aku merindukanmu..." Ucap Audrey sambil memeluk tubuh sang Mommy erat sedangkan Axelle hanya bersikap biasa menunjukkan perasaan kangennya.


" Mom...apa adikku baik - baik saja di perut Mommy ? " Ujar Audrey sambil menatap ke arah perut sang Mommy yang masih terlihat rata.


 


\======


" Selesai juga surat kontrak kerja sama, Sekarang saatnya aku menemui Tuan Michael agar dirinya segera menandatangani surat perjanjian itu. Ujar Jo bicara sendiri.


" Tuan Michael apa anda ada waktu siang ini ? Aku ingin meminta anda untuk segera ,menandatangani surat perjanjian ini ! " Tanya Jo di panggilan telepon.


MIchael langsung berjingkak senang mendengar pembicaraan Jo. Namun tanpa sadari Jo tak langsung melepas  begitu saja. Dia akan berusaha keras untuk membuktikan pada Tuannya bahwa Michael berniat jelek pada Tuannya,


Siang ini Michael dan Jo akan saling bertemu. Jo akan mewakili Devian yang tak bisa hadir pada hari ini. Jo langsung menghubungi orang suruhannya untuk segera menyelidiki siapa Michael sebenarnya.


Tanpa waktu lama, mobil Michael sudah sampai di pelataran sebuah cafe mewah. Mobil Michael datang lebih awal di bandingkan mobil asisten Jo.


Kini Jo dengan Michael sudah bersama. Namun sebelum memulai Jo kembali memastikan kembali pada Tuannya apa sudah yakin dengan keputusannya. Jo mencoba mengirim pesan chat pada Tuannya.


Untungnya Devian saat itu sedang memegang handphone untuk melihat perkembangan usaha dan pekerjaan lain yang harus segera dia selesai. Melihat pesan chat dari asistennya, dirinya langsung membukanya dan membalasnya.


" Lakukan saja ! Namun tetap suruh orang suruhan kita untuk terus memantau nya ! " Devian membalas pesan chat dari asistennya.


" Mari bertarung ! Kamu pikir aku sebodoh itu, tak mengetahui kebobrokan kamu. Namun aku akan berusaha mengikuti perkembangannya, pengen tahu seberapa kuat dirimu. " Gumam Devian dalam hati.


" Aku kira kamu sebodoh itu, tapi nyatanya kau tetap menjadi orang yg licik sang pembisnis hebat yang tak akan semudah itu di bohongi dan bodohi. " Ujar Jo terkekeh dalam hati melihat kelakuan bosnya.


Dengan cepat dan bahagia, Michael lansung menandatangani surat perjanjian dengan Devia tanpa membaca lebih detail. Padahal di surat perjanjian itu tertulis, Jika di temui ada kecurangan dan penyalahgunaan dalam menjalani kontrak kerjasama, semua asset Michael semuanya akan di sita oleh Devian sebagai ganti rugi.


 


Michael menyeringai licik, namun tanpa dia sadari, asisten Jo terus memperhatikan gerak geriknya sejak tadi.


Setelah selesai semuanya, Jo langsung pergi meninggalkan Michael dan tak lupa saat dirinya sampai di mobil, Jo langsung menghubungi orang suruhannya untuk mengikuti ke mana Michael pergi.


" Mari bertarung...kita lihat siapa yang akan menang ! " Ucap Jo menyeringai licik.


Untuk merayakan kemenangannya\, seperti biasanya dirinya akan menyewa seorang ja**** untuk menemani dirinya berpesta.


Michael telah sampai di apartemen miliknya. Dirinya langsung menenggak wine, bahkan bukan hanya satu gelas aja tapi tanpa sadar dirinya terus menenggak wine berkali - kali. Dan lagi - lagi kini Michael sudah mulai mabok.


Dengan kasar Michael langsung mendorong tubuh wanita ke ranjang, bahkan Michael langsung merobek pakaian yang menempel di tubuh wanita itu dengan kasar.


" Laura...aku mencintaimu. Ku mohon kembali lah padaku..." Michael sudah mulai meracu.


Rasa nya dirinya tak sanggup bila harus memimpin permainan\, karna kepala nya sudah terasa berat\, hingga akhirnya dirinya meminta ja**** nya untuk memimpin permainan.


" Owh....Baby...Nikmat sekali rasanya. Percepat  goyangan mu....! Aaaaaahhhhh...." Teriak Michael.


Michael langsung ambruk tertidur. Namun dirinya terus saja memanggil nama Laura di dalam tidurnya.


Di tempat berbeda, Devian kini sedang berkumpul bersama dengan istri dan kedua anaknya di kamarnya untuk melepaskan kerinduan karna semalaman tak bertemu. Ini adalah sebuah kebahagiaan yang tak bisa terbayar oleh apa pun. Harta yang paling berharga ada sebuah keluarga yang utuh.


" Mom, Dad...apa aku boleh tidur di sini malam ini ? " Ucap Audrey yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang kakak.


" Jangan Rey...tidur mu itu lasak. Bisa - bisa perut Mommy ke tendang dengan mu. " Ujar Axelle ketus.


" Tapi aku kangen kak...sudah lama aku tak merasakan hal itu ! " Sahut Audrey sedih.


" JIka siang kamu boleh main di sini, namun kalau malam sebaiknya kamu temanin nenek, kasihan jika dia tidur sendiri. Pasti sangat kesepian...."  Jelas Laura lembut agar sang anak mengertui.


" Bagaimana kalau kalian tidur sekarang ? Biar Mommy bisa beristirahat. Kasihan dede bayi " Ujar Devian dan langsung persetujuan dari kedua anaknya.


kini pasangan suami istri hanya berdua saja di kamar, karna anak - anak mereka kini sudah kembali ke kamar mereka masing - masing. Selama di rumah Maminya Devian, Audrey tidur di kamar Mami Leli.


" Tidur lah sayang...nanti aku akan menyusul. Ada yang masih harus aku kerjakan ! " Ucap Devian sambil memasangkan selimut ke tubuh sang istri.


Devian memilih untuk pergi ke ruang kerjanya, agar Laura tak terusik dan mengetahui hal ini.


" Gimana Jo hasil pertemuan kalian siang tadi ? " Tanya Devian di panggilan telpon.


" Semua berjalan lancar Tuan, kita lihat saja nati siapa yang akan menang  ! Mari kita bertarung bersama !  " Ucap Jo di panggilan telpon.


" Bagus...lakukan saja yang kau bisa ! " Perintah Devian pada Jo.


Asisten Jo mengakhiri percakapan dengan Tuannya.....


" Apa kau tak ingat siapa diriku ? Aku akan membutikan padamu, siapan  aku !  " Ujar Devian dalam hati.


Michael tak menyadari, mungkin dirinya lupa atau tak peduli,  Kalau Devian adalah pemilik perusahaan Abraham Group, perusahaan IT yang terkenal bisa melacak semua perbuatan curangnya. Di tambah lagi sekarang mereka memiliki anak genius yang memiliki kemampuan luar biasa tentang teknologi komputer di bidang cyber crime yang bisa merentas kejahatan.


Devian memasuki kamar Axelle untuk mengobrol dengan sang anak. Untungnya sang anak belum tertidur, dan saat ini justru masih sibuk dengan laptopnya.