My Kids My Hero

My Kids My Hero
KAU BUKAN TANDINGAN KU



KAU BUKAN TANDINGAN KU


" Mi... Sepertinya anak - anak sudah terlihat lelah. Kami pamit pulang dulu ya..." Ucap Devian memecahkan suasana.


" Mami masih ingin berada di dekat mereka. Sering - sering lah kalian datang ke sini. " Sahut Mami yang langsung mendapatkan anggukan dari Laura.


Audrey dan Axelle langsung berhamburan ke pelukan Oma opa nya dan tak lupa mereka juga mencium kedua pipi Oma opa nya sebelum pulang.


Kembar melambaikan tangannya kepada Oma opa nya sebelum mobil mereka berlalu dari kediaman Oma opa nya.


" Mami ga nyangka Pi, anak nakal itu bisa memberikan kebahagian juga buat kita. Mami senang akhirnya Devian bisa melabuhkan hati nya juga bahkan dirinya memberikan kita cucu yang cantik dan juga tampan bukan itu saja anak mereka sangat genius..." Ucap Mami tersenyum bahagia.


Selama ini kedua orang tua Devian terus berharap jika anaknya bisa berubah. Bisa serius menjalani suatu hubungan dengan seorang wanita. Sejak dulu Mami nya berharap Devian cepat menikah dan segera memberikan mereka cucu untuk hiburan menemani hari tua mereka. Namun sayangnya hingga usia kepala tiga, Devian enggan menikah. Hal itu membuat kedua orangtuanya merasa sedih jika harus meninggalkan Devian selama - lamanya masih dalam keadaan sendiri tanpa ada seseorang yang mendampingi anak semata wayangnya.


*****


" Sayang...Pagi ini aku harus berangkat ke kantor. Karna aku harus mempersiapkan untuk meeting siang ini dengan para pengusaha. Doakan aku semoga siang ini aku bisa memenangkan tender kembali. " Ucap Devian mesra.


" Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk suamiku.." Sahut Laura sambil mengecup pipi Devian mesra.


" Hei...mengapa kamu menggoda ku. Apa kau sengaja agar aku tak jadi berangkat bekerja dan memilih untuk menikmati masa pengantin baru kita. " Ujar Devian sambil menaik turunkan alisnya.


" Hiiisss....kamu tuh bicara apa sih ? Dasar mesum...Ya sudah kalau kamu tak suka aku melakukan itu kepada mu. " Ucap Laura sambil mengerucutkan bibirnya.


" Please jangan buat ku tersiksa seperti ini. Andai saja ini bukan sesuatu yang penting, aku akan lebih memilih memanjakan mu seharian di kamar. " Ungkap Devian sambil memeluk dari belakang pinggang ramping milik sang istri.


Laura mencoba untuk melepaskan nya dan menyuruh Devian untuk segera berangkat ke kantor agar tidak terlambat berangkat. Karna jika terus berbicara urusan ranjang, bisa di pastikan suami mesum nya memilih untuk membatalkan rencana nya untuk meeting. Meskipun meeting kali ini sangat penting demi kemajuan Perusahaan milik Devian.


Laura dan Devian menuruni anak tangga bersama dengan mesra. Audrey dan Axelle yang melihat hal itu membuat mereka ikut bahagia karna akhirnya kedua orangtuanya bisa di satukan kembali dalam sebuah ikatan cinta.


Devian pergi dari dulu. Laura memilih menyupir mobil sendiri untuk ke perusahaan milik Axelle dan juga dia akan berkunjung ke perusahaan milik Daddy nya. Hari ini dia juga akan mengunjungi makam kedua orangtuanya. Laura sudah merasa sangat kangen.


Semua yang di butuhkan untuk meeting sudah di persiapkan asisten Jo. Devian selalu merasa puas dengan kinerja kerja asisten nya. Mereka berdua berjalan meninggalkan kantor untuk menghadiri undangan meeting.


Sorot mata Devian sangat tajam memandang wajah yang mencoba menjadi saingannya. Padahal dalam segala hal jelas terlihat Michael tak ada apa - apa nya dengan Devian. Devian bukan lah tandingan untuk Michael.


Devian mencoba bersikap profesional, dia berusaha untuk fokus agar dia bisa memenangkan tender besar ini.


Semua pengusaha yang hadir di sana bertejuk kagum dengan hasil persentasi yang Devian lakukan. Hanya Michael yang merasa tak suka. Akhirnya pada hari ini Perusahaan milik Devian memenangkan kembali tender besar ini. Hal ini membuat Michael tersenyum sinis. Lagi - lagi dirinya harus kalah dengan Devian.


Semua pengusaha yang hadir memberikan ucapan selamat atas kemenangan Devian. Hanya Michael yang tak melakukan hal itu. Devian tersenyum kemenangan membuat Michael semakin kesal.


" Maaf Tuan Devian ada yang ingin saya bicarakan pada anda. " Ucap Michael membuat Devian menoleh ke belakang.


Devian tersenyum sinis merasa sebegitu beraninya anak baru kemarin berbicara kepadanya dengan sombong.


" Bicaralah ! Ada hal penting apa yang kau ingin bicarakan padaku ? Waktu ku tak banyak...." Ucap Devian sambil menatap tajam Michael.


" Kau boleh kali ini memenangkan tender dan selalu beruntung memenangkan dalam hal bisnis. Tapi asal anda tau. Laura itu sangat mencintai ku, bahkan dia sangat tergila- gila padaku. Namun aku dulu pernah menyakiti dirinya. Aku bicara di sini tujuan ku untuk meminta Laura kembali pada anda. " Ucap Michael bangga.


Devian tertawa sangat keras. Baginya ini suatu hal yang sangat lucu untuk di dengar. Berani - berani nya laki - laki yang bukan tandingan nya berniat merebut yang menjadi miliknya. Terlebih dirinya sangat tahu jika sang istri tak ada sedikitpun mencinta orang itu. Itu semua hanyalah masa lalu. Bahkan saat kemarin pun Laura sudah memperkenalkan dirinya sebagai suami, Laura juga sudah memberi tahu jika mereka telah memiliki dua orang anak. Tapi bisa - bisa nya laki - laki itu menganggap istrinya hanya mencintai dia.


" Apa kau tak malu dengan ucapan mu ? Kau itu bukan tandingan ku. Bahkan sejengkal pun tak ada. Jadi jangan lah bermimpi untuk bersaing dengan ku ! " Ucap Devian geram.


" Apa kau masih mau menerima yang sudah menjadi bekas ku ? Bahkan wanita yang kau bilang hanya mencintai dirimu saat ini telah memiliki anak dari ku. Dua sekaligus. Apa kau masih meragukan jika wanita impian mu itu sangat menggilai diriku. " Ujar Devian membuat Michael mengepalkan tangannya. Michael merasa tidak terima dengan ucapan Devian meskipun sebenarnya memang benar adanya.


Devian berlalu meninggalkan Michael begitu saja. Michael hanya diam terpaku menatap punggung Devian yang perlahan menghilang.


" Apa kau lihat Jo ? Sungguh lucu bukan yang di ucap bocah ingusan tadi. Berani - berani nya dia ingin bersaing dengan Devian Abraham. Pengusaha yang hebat dan juga tampan." Ucap Devian sambil tertawa terbahak - bahak.


Jo merasa senang dengan perubahan Devian sekarang. Devian kini sering menebarkan senyum dan ramah. Jauh dari sikap dingin dan angkuh. Devian lebih sering menunjukkan rasa bahagia nya pada semua orang di sekitarnya.


" Kau itu bukan tandingan ku bocah ingusan...! " Celoteh Devian.