My Kids My Hero

My Kids My Hero
Bertambahnya Kebahagiaan



Bertambahnya Kebahagiaan


 


Sudah satu minggu lamanya, Tuan James pergi meninggalkan keluarga tercintanya. Namun kenangan tentang sosok nya tak pernah hilang.


“ Hoekk….hoek… hoek…” Laura memuntahkan semua isi perutnya.


Mendengar sang istri yang muntah berkali – kali membuat Devian terjaga dari tidurnya. Devian langsung menghampiri sang istri sang masih berada di dalam kamar mandi. Bahkan Devian berusaha memberikan pijitan lembut  di pundaknya agar sang istri bisa mengeluarkan semua rasa mualnya.


“ Sayang….kamu kenapa ? Wajahmu pucat sekali ? “ Ucap Devian sambil memapah sang istri ke ranjang untuk membaringkan tubuh sang istri.


“ Sayang…apa yang kau rasa saat ini ? “ Tanya Devian cemas.


“ Akhir – akhir ini aku merasa cepat lemas, kepala ku terasa pusing bahkan pagi ini aku sudah muntah berkali – kali


mengeluarkan semua isi perutku. “ Sahut Laura dengan suara yang terdengar masih lemas.


“ Mungkin kamu kecapean...atau jangan – jangan saat ini kamu sedang hamil. Apa kau dulu merasakan hal yang sama saat hamil kembar ? “ Tanya Devian menyelidik.


“ Iya benar seperti nya… Karna seharusnya aku sudah menstruasi, namun sampai saat ini belum.  Nanti aku akan menyuruh Lina untuk membeli tespack di supermarket agar aku bisa memastikan lebih jelas. “ Ucap Laura.


“ Tidak…lebih baik kita dokter, Biar kau bisa di periksa lebih detail. Tapi mengapa hamil sekarang aku tak merasakan mual seperti orang ngidam. “ Ujar Devian.


“ Mungkin dulu Tuhan memberi tahu pada mu, bahwa aku sedang hamil anak mu. Makanya kau di berikan kehamilan simpatik. “ Sahut Laura membuat Devian terkekeh mendengarnya.


“ Asal kamu tahu, bahkan hampir sembilan bulan aku merasakan ngidam. Sampai – sampai pekerjaan ku banyak yang terbengkalai. Karna aku merasa mabok bahkan tubuhku terlihat kurus karna tak ***** makan. “ Ungkap Devian membuat Laura tertawa senang.


“ Aku bersiap – siap dulu ya sayang. Kamu beristirahat saja dulu. Aku akan menyuruh pelayan untuk mengantarkan sarapan untuk kita. “ Ucap Devian membuat hati Laura berbunga – bunga karna suaminya begitu menyayanginya.


“ Mommy….Daddy….” Teriak Audrey dari luar memanggil kedua orang tuanya.


Devian yang baru saja selesai mandi, langsung bergegas untuk segera membuka pintu kamarnya. Dan Audrey yang melihat pintu kamar orang tuanya terbuka, langsung berhambur ke Mommy nya.


“ Sayang…pelan – pelan. Ada dede bayi di perut Mommy ? “ Ucap Devian membuat putri cantiknya memincingkan matanya.


“ Apa Daddy semalam membuat dede bayi Bersama Mommy ? “ Ujar Audrey polos membuat Mommy dan Daddy nya saling memandang.


“ Bukan semalam…namun prosesnya berjalan cukup Panjang dan akhirnya hari ini dede bayi hadir di perut Mommy. “ Ucap Devian dan langsung membuat Audrey mencium perut Mommy nya.


“ Yeay…akhirnya aku akan segera memiliki adik dan sebentar lagi aku akan menjadi seoarang kakak. “ Ucap Audrey senang bersorak gembira.


Melihat ekspresi Bahagia Audrey, membuat Laura Bahagia karna kehamilan kali ini sangat lah di nantikan banyak orang. Bahkan dirinya akan melewati masa kehamilan kali ini di damping suami tercinta.


“ Kakak Audrey sama Abang Axelle sekolahnya sama om Jo ya, karna Daddy akan mengantarkan Mommy memeriksakan kandungan ke dokter. “ Ucap Devian yang langsung mendapatkan rengekan dari putri cantiknya.


“ Sayang…dede bayi nya masih sangat kecil, masih berupa gumpalan darah. Kakak Audrey harus pintar ga rewel, kan sebentar lagi akan menjadi seorang kakak. “ Ucap Laura memberi pengertian.


“ Tapi nanti kalau dede bayi sudah besar di perut Mommy, aku ikut ya melihatnya. “ Ucap Audrey dan langsung mendapatkan anggukan kepala dari sang Mommy.


“ Yeay….Ya udah aku siap – siap dulu ya untuk berangkat sekolah. “ Sahut Audrey.


Audrey keluar dan menuruni anak tangga untuk segera memberitahukan berita bahagia ini kepada nenek dan juga


saudara kembarnya.


“ Nek… nek…kak…kak Axelle….” Teriak Audrey memanggil keduanya,


“ Kenapa sayang…” Ucap sang nenek yang kini berjalan ke arahnya.


“ Mengapa kau berteriak seperti itu ? “ Ujar Axelle ketus.


“ Aku membawa berita gembira untuk kalian. Kalau sebentar lagi, aku akan menjadi seorang kakak. Karna saat ini Mommy sedang hamil ade bayi. “ Ucap Audrey dengan rona Bahagia.


“ Benarkah ? “ Sahut sang Nenek dan langsung mendapatkan anggukan dari cucu nya.


“ Terima kasih Tuhan…karna kini bertambahnya kebahagiaan Devian anak ku dengan bertambahnya buah cinta mereka. “ Gumam mami Leli dalam hati.


“ Hai…om Jo. Aku sebentar lagi akan menjadi kakak. Karna Mommy sekarang sedang mengandung dede bayi. Owh iya…kata Daddy aku di suruh berangkat ke sekolah sama om Jo karna Daddy mau mengantar Mommy ke rumah sakit periksa dede bayi. “ Ucap Audrey membuat bola mata Jo membulat sempurna dan membuat tiba – tiba saja kepalanya terasa migran.


Karna saat dulu hamil kembar, Devian mengalami kehamilan simpatik sehingga harus merasakan mabok yang luar biasa. Dan terpaksa banyak pekerjaan Devian yang di handle oleh Jo, bukan hanya itu saja dirinya harus merasakan pusing tujuh keliling saat harus memenuhi semua keinginan sang bos yang ngidam aneh – aneh. Bukan hanya itu saja nantinya dirinya harus siap di sibukkan dengan anak – anak bosnya. Dua anak saja sudah membuat dirinya stress.


“ Kalian yang enak, aku yang sengsara. Enak apa doyan hingga Tuan harus membuat Nyonya Laura hamil lagi…HUhftt…nasib…nasib jadi bawahan mana jomblo lagi. “ Gerutu Jo.


Pasangan suami istri yang sedang merasakan Bahagia, kini sudah siap untuk segera pergi ke rumah sakit.


“ Jo cepat hubungi pihak rumah sakit, bahwa aku akan segera ke sana menemui dokter kandungan. Dan kamu antarkan kembar ke sekolah, biar aku yang menyetir ke rumah sakit. “ Ucap Devian tegas.


Mami Leli langsung memeluk dan mengucapkan selamat kepada anak dan menantunya karna sebentar lagi akan bertambah kebahagiaan mereka dengan bertambahnya buah cinta mereka.


“ Tuan…semua sudah siap. Baiklah Tuan…saya pamit dulu mengantar kembar, setelah itu baru ke perusahaan. “ Ucap Jo.


Sebelum berangkat ke sekolah, Audrey dan Axelle tak lupa mencium tangan kedua orang tuanya dan juga neneknya.


“ Dah Mommy…Dah Daddy…” Ucap kedua anaknya dan juga melambaikan tangan nya dari dalam mobil.


Untuk sementara waktu, Devian tak membiarkan Axelle untuk terlalu sibuk dengan pekerjaan. Devian memilih mengutus orang kepercayaan untuk mengelolah perusahaan milik Axelle. Karna bagaimanapun Axelle harus sekolah seperti anak lainnya. Namun tetap saja jika ada waktu luang Axelle tetap mendatangi perusahaan dan juga memantau nya dari rumah.


Bukan hanya Axelle, untuk sementara waktu Devian akan membatasi pekerjaan Laura. Bahkan sebelum itu, Devian sudah melimpahkan semua usaha dan perusahaan milik Laura kepada orang- orang terpilih. Dan untuk perusahaan Axelle di Inggris, saat ini masih di urus oleh George namun tetap di awasi Axelle dari jarak jauh.