
Tiga A
Axelle dan Audrey menghampiri adik nya yang tertidur di dalam box. Bahkan saking gemas nya Audrey mencubit pipi chubby sang adik, membuat sang adik tidurnya terusik.
Laura merasa senang karna hadirnya El dan Rey yang menengok dirinya. Kebahagiaan nya bertambah dengan hadirnya Aurelia di hidupnya. Tiga A julukan yang dia sematkan untuk ketiga anaknya yang berinisial A.
" Mom...Siapa nama adik bayi nya ? kapan Mommy dan adik bayi pulang ke rumah nenek ? " Tanya Audrey.
" Aurelia Zifanya. Kemungkinan besok atau lusa Mommy sudah bisa pulang. Doakan Mommy biar cepat pulih, agar kita bisa berkumpul. " Sahut Mommy Laura.
" Yeay....aku sudah sabar ingin Mommy dan Dede Aurel segera pulang ke rumah. Aku doakan semoga Mommy cepat sembuh... " Ujar Audrey.
Semua orang yang ada di sana ikut tersenyum dengan kepintaran Audrey dalam berbicara. Berbeda hal nya dengan Axelle yang hanya bersikap dingin namun tetap memiliki sifat penyayang kepada adik - adiknya.
" Oh ya Mom...Kak Axelle kan bulan depan mau ikut lomba merakit komputer dan membuat software untuk anak - anak belajar. Makanya sejak kemarin kak Axelle sudah mulai sibuk ngerjain software nya. " Ungkap Audrey.
" Owh ya ? Hebat anak Mommy. Semoga kamu menang ya sayang... Kemari lah anak - anak Mommy, Mommy ingin memeluk kalian. " Ucap Laura yang sudah siap menerima pelukan dari kedua anaknya.
" Mommy sayang banget sama kalian....Kalian selalu buat Mommy bangga terhadap kalian. Anak - anak genius Mommy dan Hero buat Mommy. " Laura mencium kening kedua anaknya secara bergantian.
" Ingat kalian bukan hanya anak Mommy tapi kalian anak Mommy dan Daddy. " Gumam Devian tak mau kalah.
" El...ada yang kamu butuhkan tidak untuk menyelesaikan software dan merakit komputer ? Kalau ada yang di butuhkan, segera kabari om Jo biar dirinya segera mencari apa yang kamu butuhkan.
" Tidak Dad...aku masih ada stok. Aku pakai yang ada. " Jawa Axelle.
" Ya sudah...jika kamu butuh, segera hubungi om Jo ! " Ucap Daddy Devian.
" Laura...mami doain semoga kamu bisa cepat pulih. Nanti kamu tidur di kamar tamu saja dulu, mami akan menyuruh pelayan di rumah membersihkan nya ! " Ujar Mami Leli.
" Mi... seperti nya kami langsung pulang ke rumah kami, soalnya sudah terlalu lama kami tinggal. Lebih baik mami saja yang ikut tinggal di rumah kami. " Sahut Devian.
" Ya sih...kalian sudah terlalu lama ninggalin rumah kamu. Andai papi masih ada, mami pasti ga akan mengganggu kalian. Ada Papi yang menemani mami, hingga mami tak kesepian.. " Ucap Mami Leli yang kini matanya sudah terlihat berkaca-kaca.
" Sudahlah mi jangan sedih begitu ! Ingat Mami masih ada kami. Cuma memang aku ingin sekali kembali rumah, karna sudah sangat lama kami meninggalkan nya. Bukan karna kami ingin meninggalkan mami sendiri. Aku akan mengajak mami ikut serta juga tinggal bersama kami. " Devian mencoba menenangkan mami nya yang sedang bersedih. Devian merangkul tubuh mami nya dan memberikan air mata di pipi mami nya dengan tangannya.
" Hiks...Hiks...mami jadi ngerepotin kalian. " Ucap Mami Leli terisak tangis.
" Mami ngomong apa sih...mami kan orang tua kami. Sudah sepatutnya kami mengurus mami..." Sahut Devian sambil memeluk sang mami dan membiarkan mami nya meletakkan kepala nya di dada nya.
Mendengar suara ramai di dalam kamar membuat Aurel terbangun dari tidur nya dan menangis histeris. Devian mengambil Aurel dan memberikan pada Laura untuk di susui.
" Jo...ayo kita mengobrol di luar ! Mami tunggu dulu ya, temani Laura dulu di sini. Aku keluar sebentar, mengobrol dulu sama Jo. " Devian mengajak Jo keluar, karna dirinya tak mau jika pa****** sang istri terekspos.
" Kita ngobrol di cafetaria aja, mata ku ngantuk banget. "
Devian memilih cafetaria untuk tempat santai dengan Jo. Setelah memesan, Devian dan Jo mencari tempat untuk mereka duduk.
" Gimana Jo masalah pekerjaan ? Apa semua aman ? " Ucap Devian sambil menduduki bokongnya ke sebuah bangku begitu juga dengan Jo.
" Semua berjalan lancar. Kapan Tuan kembali ke kantor. Namun sebelum ke kantor saran ku. Cukur dulu kumis, jenggot, dan juga brewok Tuan. Dan jangan lupa cukur juga rambutnya. Ku yakin pegawai anda pasti terkejut jika melihat wajah anda sekarang. " Jo terkekeh.
" Tapi masih tetap terlihat tampan kan ? Biar aku sudah punya anak tiga. " Ucap Devian dengan bangganya.
" Lumayan...tapi segera ikuti saran saya, jika tak ingin Nyonya Laura berpaling. Ku yakin masih banyak yang menginginkan Nyonya Laura meskipun sudah melahirkan tiga anak. " Jo terkekeh bahkan diri tak tahan menahan tawa saat melihat Tuan nya yang menatap dirinya tajam dan kesal padanya.
" Nyari mati kami Jo ? Tak akan aku biarkan siapa pun merebut dirinya dari ku meskipun itu dirimu. Mengerti kamu ? " Devian semakin panas.
" Sudah cepat habiskan kopi nya, kita kembali saja ke ruangan ! Kau bikin ku kesal saja. " Gumam Devian.
Devian dan sang asisten kembali ke ruangan rawat inap Laura.
" Mami dan kembar pulang sekarang aja ! Mudah-mudahan besok kami bisa pulang. " Ucap Devian.
Audrey, Axelle, Mami, dan Jo sudah pulang. Suasana kamar terasa sangat sepi. Tak ada aktivitas mengobrol.
" Istirahat dulu kamu ! Aku juga mau beristirahat, mumpung Aurel tidur nyenyak. " Ujar Devian.
Devian membantu Laura untuk membaringkan tubuhnya di ranjang. Dan menyelimuti Laura dengan lembut.
" Mas....besok aku ingin pulang ! Kamu ngomong sama dokter ya biar besok pagi dirinya mengizinkan ku pulang ! " Ucap Laura
" Ya...aku juga harus segera lihat perusahaan. Sudah lama banget aku tak ke kantor. Namun sebelum nya aku akan mencukur rambut dan juga kumis di wajah lebih dulu. Jangan sampai karyawan ku kaget melihat penampilan wajah ku sekarang. " Ucap Devian
" Takut ga laku ya ? Heboh banget wajahnya sekarang seperti itu." Goda Laura.
******
Hari ini Laura dan Dede Aurel sudah di perbolehkan pulang. Dan sesuai rencana mereka akan pulang ke rumah nya dan mami Leli lah yang akan menginap di rumah mereka.
Laura menggendong Dede Aurel untuk pulang. Devian sengaja tak mengganggu Jo untuk menjemputnya. Dirinya lebih memilih untuk menyetir sendiri. Semua administrasi pun telah di urus oleh Devian. Meskipun dirinya seorang pengusaha hebat, Devian tak pernah malu untuk melakukan hal itu sendiri dan rela antri.
Mobil yang membawa Laura, Aurel , dan juga Devian telah sampai di kediaman milik Devian. Mereka di sambut hangat oleh mami Leli.
Untuk sementara waktu, Laura dan Devian tidur di kamar tamu. Setelah Laura pulih kembali, mereka baru tidur di atas di kamar mereka.