
AXELLE DAN AUDREY
Devian kini sudah bersama dengan anak kembarnya. Axelle masih saja bersikap dingin terhadap Devian. Dirinya berbicara hanya sekedar masalah pekerjaan. Meskipun kini pikirannya sudah menumpuk dengan banyak pertanyaan.
" Ya Mom...kenapa ? " Ucap Axelle di panggilan telepon.
" Tunggu Mommy sampai datang ya... Sepertinya 2 jam lagi Mommy baru bisa sampai sana. Tolong jaga adik mu ya...Jangan buat Tuan Devian dan Om Jo kewalahan menjaga kalian ya..." Sahut Laura.
" Mommy tenang saja...Semua akan baik - baik saja. Selesaikan dulu saja urusan Mommy.. " Jawab Axelle dan mengakhiri panggilan dengan sang Mommy.
Kini Devian sedang duduk santai memperhatikan Axelle yang sedang sibuk dengan laptopnya. Axelle menghentikan kerja nya dan menoleh ke arah Tuan Devian hingga kini mereka saling memandang.
" Maaf Tuan...Apa boleh saya bertanya sesuatu kepada anda ? Ucap Axelle tegas.
" Boleh...Tanya lah apa yang kau ingin tanyakan padaku. " Sahut Devian santai. Dirinya tak terpikir jika Axelle akan menanyakan tentang kebenaran.
" Apa hubungan anda sebelumnya dengan Mommy ku ? Dan apakah aku dan Audrey anak anda ? " Ujar Axelle dingin.
Seperti petir di siang bolong yang kini menggelegar di hatinya. Jantung nya pun berpacu sangat cepat. Mencoba berpikir jernih apakah ini saat nya dirinya mengungkapkan semuanya tentang kebenaran dirinya Daddy dari anak kembarnya.
Seperti di hantam sesuatu yang besar. Axelle dan Audrey kini memandang serius ke arah Devian memperdalam tatapannya mencari kebenaran dari laki - laki dewasa di hadapannya. Devian memandang ke arah Jo untuk mendapatkan dukungan atas apa yang dia rasa saat ini.
Asisten Jo menganggukan kepalanya untuk menyakinkan kepada Tuannya untuk membuka rahasia yang selama ini dia tutupi.
Devian masih diam seribu bahasa. Sebenarnya di lubuk hati nya masih ingin menutup rapat semuanya sampai waktu yang pas. Dirinya teringat bahwa baru beberapa hari saja mereka saling bertemu. Dan dia akan mencoba membukanya perlahan kepada Laura baru kepada kedua anak kembarnya.
" Mengapa anda diam saja tak menjawab pertanyaan dari saya ? Jujur lah ! Bukan kah seorang pengusaha harus bersikap jujur dalam melakukan segala hal ? Tak ada yang perlu anda takuti. " Ucap Axelle ketus karna merasa kesal Devian tak juga bergeming.
" Maaf Tuan jika saya lancang. Menurut saya sebaiknya anda ungkapkan sekarang. Sudah cukup anda menderita bertahun-tahun terpisah dengan mereka. Terlebih saya yakin jika anda sangat mencintai Mommy dari anak - anak. Mungkin saja mereka bisa membantu anda. " Ungkap Jo yang terpaksa membuka omongan.
Devian langsung memeluk kedua buah hatinya. Tanpa sadar air matanya mengalir deras. Ini hal pertama bagi Devian yang melakukan hal bodoh di depan seorang anak kecil.
Axelle mencoba melepaskan dekapan Daddy nya. Kini dirinya memandang tajam ke arah Daddy nya yang wajah nya masih di basahi dengan air mata.
" Ceritakan padaku secara jelas ! Anggap lah anda berbicara dengan sesama dewasa. " Ujar Axelle yang kini tangannya mendapatkan elusan dari adiknya agar dirinya bisa menahan emosinya.
" Baiklah Daddy akan menceritakan semuanya kepada kalian. Sebenarnya cerita ini untuk orang dewasa. Tapi Daddy terpaksa harus mengungkap nya. Mommy mu tak pernah tau jika Daddy yang telah menghamili Mommy mu. Waktu itu Mommy dalam keadaan tidak sadar dan Daddy mengambil kesempatan. Setelah itu Daddy langsung meninggalkan Mommy, hingga Mommy tak pernah tahu sosok yang melakukan itu kepadanya. Selama ini Daddy sudah berusaha mencari keberadaan Mommy. Namun semua akses di tutup oleh Grandpa kalian. Hingga akhirnya Daddy terpisahkan oleh Mommy mu bertahun-tahun. Daddy mohon maafkan Daddy. Daddy janji akan menebus semua kesalahan Daddy kepada kalian. Tolong bantu Daddy untuk mendekati Mommy. Daddy sangat mencintai Mommy kalian. Daddy ingin segera menikahi Mommy agar kita bisa berkumpul kembali...." Jelas Devian yang menatap lekat kedua anak kembar nya secara bergantian.
Audrey langsung berhamburan Ke pelukan Devian. Dirinya merasa bahagia. Karna keinginan nya bisa terwujud, kini dirinya memiliki Daddy. Berbeda hal nya dengan Axelle yang masih bersikap dingin.
" Aku ingin kita melakukan tes DNA. Untuk kepastian. Tolong Tuan atur semua nya. Aku baru percaya jika sudah ada hasil dari DNA. " Ujar Axelle.
" Jo...cepat kau hubungi pihak rumah sakit. Apa aku bisa melakukan tes DNA hari ini juga ? " Ucap Devian.
" Baiklah Tuan, saya akan mencoba menghubungi dulu. " Jawab asisten Jo yang kini memilih keluar meninggalkan Daddy dan kedua anak kembarnya.
" Aku punya satu permintaan pada anda sebelum aku menerima anda sebagai Daddy ku. " Ucap Axelle tiba - tiba yang membuat raut wajah Devian berubah dengan cemas.
" Bicaralah apa yang kamu inginkan. Daddy akan mencoba mewujudkan nya. " Sahut Devian.
" Aku ingin Tuan Devian mendekati Mommy dan membuatnya jatuh cinta. Dan memberikan cinta tulus anda kepada Mommy. Buatlah Mommy mau menikah dengan anda. Masalah Mommy nanti aku yang atur, menyakinkan untuk bisa memaafkan kesalahan anda dulu. " Ucap Axelle tegas.
" Namun jika Anda tak bersungguh-sungguh lebih baik anda mundur. Sudah cukup Mommy menderita selama ini karna perbuatan anda. Aku tak ingin melihat Mommy bersedih lagi. Dan asal anda tau. Selama ini Mommy selalu menutup hati nya untuk jatuh cinta dengan seorang laki - laki. Dirinya mengalami rasa trauma yang teramat dalam. Hingga sulit membuka hatinya untuk laki - laki. " Ucap Axelle membuat Devian tersenyum bahagia.
" Daddy benar - benar mencintai Mommy pun. Sayangnya Daddy telat menyadari nya. Saat Mommy kalian telah pergi jauh. Dan asal kalian tau. Daddy juga melakukan hal yang sama selama ini. Tak ada cinta untuk wanita lain. Daddy tak pernah sedikitpun berpikir untuk jatuh cinta pada wanita lain. Daddy sangat tergila-gila pada Mommy kalian. Daddy juga sempat merasa Frustasi karna bertahun-tahun tak menemukan Mommy mu. Baiklah...Daddy berjanji akan melakukan nya. Daddy ingin membahagiakan Mommy mu. Bantu lah Daddy untuk mewujudkannya. Berikan waktu pada Daddy agar Mommy bisa membuka hatinya untuk Daddy. " Ucap Devian.
" Ok Deal...Mulailah berjuang menaklukan hati Mommy. Aku akan menerima anda, jika Mommy mau menikah dengan anda..." Sahut Axelle tegas yang membuat Devian merasa takut dengan anak laki - laki nya. Namun membuat dirinya bangga karna anak laki - laki nya begitu melindungi dan menyayangi Laura meskipun masih sangat kecil yang anak seusianya masih belum mengerti hal seperti itu.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya...😘😍🙏
Terima kasih dukungannya 🙏🙏