My First Love Doctors

My First Love Doctors
94.goal



Akhir nya malam pengantin pun di tundah, kini mereka duduk di meja makan dengan muka kusut nya Aries.


"Yank udah dong jelek ah manyun gitu, mau makan pakek apa?" bisik nya.


"terserah" jawab nya.


ana pun mengambil kan makanan untuk aries, ia takut ayah dan ibu mertua nya menyadari kalau anak nya sedang ngambek.


"kak kenapa sih muka nya manyun gitu?" tanya mama pada aries.


"ya itu kar..." belum selesai ia bicara sudah di cubit pelan oleh ana."eem gak papa mah" lanjut nya.


"bener ya gak boleh bohong! ouh ya sayang besok papa sama mama mau perjalanan bisnis kalian gak papa kan di tinggal?" ujar nya.


"iya mah gak papa kok, lagian lusa kan kita mau ke Cappadocia " jawab nya.


"ouh iya mama lupa,,, ya udah yang penting kalian hati-hati ya,,dan jangan lupa pesenan mama" tutur nya.


"pesenan apa?" tanya aries.


"cucu buat mama lah, kalau bisa kembar ya".


uhuk uhukk...


penuturan mama membuat ana tersedak makanan.


"sayang hati-hati dong" ujar aries sambil mengelus punggung ana.


"minum minum" mama memberikan air putih untuk ana.


"mama sih bahas cucu nikah juga baru kemarin, palingan juga belum goal si kakak" papa pun ikut nimbrung sambil meledek.


"apaan si pa".


"bener kak belum goal? kenapa? ah masak kalah sama papa mu" ledek mama.


"apaan si ma, aku mau menikmati dulu masa berdua lagian udah mau goal mama pakek acara ganggu segala" omel nya.


penuturan aries membuat ana melotot setelah pembahasan dari tadi membuat nya ingin menghilang dari meja makan.


terlalu fulgar menurut nya yang notabene nya sebagai pengantin baru.


"mas ih" ujar ana.


"ouh jadi tadi itu kalian ouh astaga maaf kan mama ya,,pantesan muka kakak kusut amat keluar kamar ternyata karena itu to" tutur mama sambil senyum sendiri.


"iya pah".


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Kini mereka sudah berada di kamar, ana sedang main hp sambil bersandar di ranjang usai memakai kegiatan rutin nya yaitu skin care.


sedangkan sang suami sedang berada di kamar mandi.


beberapa saat pun ia keluar kamar mandi dan duduk di samping ana.


"seperti nya hp lebih menarik daripada suami" sindir nya.


"apa si yank ya gak lah" ujar ana tanpa menoleh ke aries, sontak itu membuat aries kesal.


"sibuk ngapain sih sampai cuekin suami" tutur nya sambil merebut hp ana.


"gak ada yank" jawab nya sambil masuk ke dalam pelukan aries, ana agak takut kalau suami nya itu akan semarah dulu.


"udah ya chatingan sama temen nya sekarang waktu nya sama suami, kita lanjutin yang tadi " ujar nya.


"yang tadi apaan yank?" ana pura-pura lupa.


"aah mbuh, biar aku ingat kan" perlahan aries mencium ana, sambil merebahkan nya sedangkan ana hanya pasrah saja, ntah sejak kapan kedua nya sudah sama-sama telanj*ng.


"sayang" panggil ana.


"hemmm,,tahan bentar ya" ujar nya.


"hiks hiks huhuhu"


aries terus saja melakukan aksi nya sampai sudah tidak terdengar lagi tangisan ana.


.


.


.


duuh author gak ngerti lah kan masi kecil ๐Ÿ‘‰๐Ÿ‘ˆ


maafkan author kemarin gak up, lagi sakit๐Ÿ˜ฃ


dukung terus ya semangatin author ๐Ÿ˜ญ