
Hari berganti hari seminggu sudah ibu berada di Jepang, sedang kan kak Gilang sudah pulang di hari ke tiga, karena ada pekerjaan darurat.
dan tepat di hari ke tuju mami papi juga kedua orang tua aries tiba di Jepang.
eits Abang Riyan dan istri pun tak ketinggalan mereka ikut serta terbang ke negara sakura.
selain untuk menengok ana mereka juga akan berlibur di negara tersebut.
lalu kak Gilang??
ia pun ikut balik ke Jepang tentu dengan pasangan nya, karena ia tak mau menjadi jomblo sendiri.
πππ
"emhh" denguran halus lolos keluar dari mulut ana, saat suami nya terus saja menciumi nya.
"bangun sayang, tamu kita nanti mau Dateng loh masa kmu gak mau mandi sih" ujar nya.
"bentar yank masih ngantuk" lirih nya.
"kemarin Dede rewel ya sampai bikin mommy kecapean ya" ujar nya sambil mengelus perut ana.
Setelah dua puluh menit, ana pun bangun.
"mau di bantuin yank?" tanya aries.
"gak usah mas aku masih bisa kok " ia pun berlalu ke kamar mandi.
selesai mandi dan ganti pakaian, ana pun keluar kamar untuk mencari semua penghuni.
"ibuu,, ibu sama Lucy lagi bikin apa?" tanya nya.
"Bikin makanan ringan sayang, bikin makanan buat makan malam juga,kmu mau apa Hem? atau mau makan sesuatu?" tanya ibu.
"gak Buu Ade mau cari Kak aries dia ke mana ya?" tanya ana sambil celingak-celinguk mencari suami nya.
"mungkin di kolam coba lihat sana" ujar ibu.
"ya udah Ade ke sana dulu" pamit nya.
dan benar saja, suami nya itu sedang berenang. ana pun hanya melihat nya dari pinggiran.
ππππ
Karena yang datang rame-rame jadi ana dan aries memutuskan untuk tidak menjemput nya.
sama seperti kak Gilang tempo hari yang tiba di rumah ana pada sore hari.
"halo sayang apa kabar anak mami" sapa mami sambil memeluk ana.
"baik mii" jawab nya.
"sehat dong maa kan Daddy nya dokter pasti asupan nya di kontrol terus" ujar ana.
"bagus itu tapi bukan berarti ini itu gak boleh loh ya" ujar nya.
begitu juga dengan papi dan papa mertua nya yang memberikan selamat untuk ana dan aries.
"anak papa sebentar lagi mau jadi Daddy, ingat pesan papa kalau cucu Deddy lahir kmu harus lanjutkan bisnis papa ya dan menetap di Indo aja" ujar nya yang membuat aries membuat nafas pelan.
"selamat ya adek Abang sebentar lagi jadi ibu" tak kuasa bang Riyan menahan air mata saking bahagia nya.
"makasih Abang" di peluk nya sosok penganti ayah nya itu.
"sudah jangan sedih-sedih sekarang kita makan dulu yuk, sudah ibu siapkan" tutur ibu.
mereka semua pun akhir nya duduk rapi di meja makan dengan para istri atau pasangan yang melayani lelaki nya, berbeda dengan ana yang sedang di layani aries.
"princess emang beda" sindir Gilang.
sedangkan yang di sindir malah sedang ribut perihal makanan.
"ayo yank cobain makan nasi ya, biar mas suapin" ujar aries.
"gak mau mas nanti aku muntah lagi, kan gak enak lagi rame" lirih nya.
"kakak udah jangan di paksain, lagi hamil emang gitu ada yang susah makan" tutur mama.
"tapi ini udah lama banget gak makan nasi maa".
"ya kan ada roti buah susu hamil juga lain-lain banyak gak harus nasi , yang penting dia bisa makan jangan di paksa-paksa ah" ujar nya.
"iya ya" pasrah nya yang membuat ana tersenyum kecil.
"mungkin cucu kita bakal kaya bule yang lebih suka roti ketimbang nasi" celetuk nya.
makan malam pun berlangsung sangat hikmat dan nikmat.
.
.
.
.
ntah lah author mau ngomong apaΒΏ
pokok nya jangan lupa dukung terus author yang sok sibuk ini biar rajin up terus bikin karya yang lain.
jangan lupa tinggalkan jejak kalian π€€