My First Love Doctors

My First Love Doctors
61.Drama kerinduan



Di belahan langit yang berbeda, Gilang tersenyum setelah menerima telepon dari seseorang.


"bumbu-bumbu asmara". gumam nya.


.


.


.


kembali ke rumah sakiit


"kmu duduk di sini dulu". ujar aries yang membawa ana ke tempat duduk nya.


kemudian aries menelfon seseorang.


"suster tolong kmu ke ruangan saya ya secepat nya". ujar nya di telepon.


"suster Risa sebentar lagi suster Mia datang, ia akan membantu memeriksa keadaan mu". ujar kak aries.


"tapi kak dia gak bisa mriksa secara detail, aku takut kenapa-kenapa". ujar suster Risa dengan memelas.


"tidak masalah, kalau suster Mia tidak bisa membantu mu, kalian pergi ke dokter yang sedang bertugas saja, saya ada urusan". cerca kak aries.


tak lama kemudian suster Mia datang.


"suster tolong suster Risa di bantu ya, kata nya perut nya sakit". ujar nya.


baik dok.


"ayo, makan siang dulu kmu pasti belum makan". ujar kak aries seraya meraih tangan ana dan mengandeng nya keluar ruangan.


di sepanjang jalan keluar ana masih tidak ingin berbicara, sedangkan mereka berdua menjadi pusat perhatian.


apalagi aries merupakan salah satu dokter favorit di kalangan pasien maupun para petugas rumah sakit.


tidak heran jika mereka menjadi pusat perhatian,pasal nya Aries belum pernah memperkenalkan seseorang spesial nya.


privasi tentang diri nya benar-benar ia rahasia kan, menurut nya privasi nya bukan untuk konsumsi publik.


"kmu sama siapa yank ke sini"? tanya aries.


tak kunjung dapat jawaban dari ana, aries mencium pipi ana saat mereka sampai di parkiran.


cup...


sontak hal tersebut membuat ana kesel, karena mereka berada di tempat umum.


"iiih kmu tu ngeselin". ujar ana sambil memanyunkan bibir.


"salah siapa gak mau jawab mas, mulai sekarang panggil aku mas atau sayang gak boleh kakak dan gak ada bantahan". ujar aries


sedang ana hanya berdehem saja.


"ya sudah kmu sama siapa"? tanya nya kembali.


"apa? mas gak denger". ujar areis.


"huh.. iya sendiri mas".ucap ana


"ya sudah ke apartemen mas aja ya, barang-barang kmu mana"? tanya aries.


"di mobil itu, orang suruhan nya kak Gilang". jelas ana.


"sudah ku duga, tidak mungkin kmu di biarkan pergi sendiri, ya sudah yuk". mereka pun masuk ke mobil dengan bergandengan tangan, bahkan selama perjalanan ke apartemen pun, tangan ana tak lepas dari genggaman aries.


ana sempat meronta namun tak di hiraukan oleh aries.


sesampai nya di apartemen, yang tidak begitu jauh dari rumah sakit saat ini aries bertugas. beda dengan rumah sakit yang sebelumnya.


supir pun membantu ana membawa barang-barang nya sampai di depan kamar aries.


"makasih ya pak, bapak boleh pulang besok kalau saya butuh nanti saya hubungi lagi". ujar ana


"baik nona, saya permisi dulu". jawab nya


"yuk masuk. ajak nya saat pintu sudah terbuka.


"sayang kmu mau makan apa, mas pesenin ya". ucap kak aries.


"iya, terserah mas aja". jawab ana


aries pun memesankan makanan untuk diri nya dan juga untuk ana. ia memesan chicken Streep, nasi bakar dan juga gurame bakar madu lewat petugas yang sudah biasa mencarikan makanan untuk aries.


"sini peluk, kmu gak kangen aku po?" tanya aries.


"gak mau". ujar ana


"uluh-uluh masih ngambek nih cerita nya". aries pun menarik ana dan membawa ke pelukan nya.


"sudah gak usah ngambek lagi nanti aku gigit loh kalau gemes sama kmu, tadi itu suster nya lagi kesakitan jadi mas bantu, lagian kan tugas mas ngobatin orang".


cup cup cup ujar nya sambil menciumi kening ana.


"bener ya gak bohong". ana mendongak kan kepala nya untuk melihat kejujuran aries.


"gak sayang, ngapain juga bohong aku udah punya kmu walaupun jauh". ujar aries


ana pun menikmati pelukan aries, sedang kan aries mengelus rambut ana sehingga membuat ana tertidur karena rasa nyaman dan aman dalam pelukan sang kekasih.


.


.


.


...Jangan lupa tinggalkan jejak ya riders, sehat -sehat kalian terimakasih luv,🤗❤️...