My First Love Doctors

My First Love Doctors
138. Aunty acha



Seperti biasa saat pagi rutinitas ana adalah mengurus bayi-bayi nya. ia sudah belajar dari memandikan dan segala hal tentang baby.


"nah kakak sama Dede udah cantik sebentar ya bunda bangunkan papa dulu".


"mas bangun udah siang loh, kmu ke rumah sakit gak?" tanya nya.


"Hem bentar lagi" ujar nya.


"masa kalah sih sama anak-anak yang udah pada wangi" ledek nya.


"kmu udah mandiin anak-anak Bun?" seketika ia bangun saat mendengar anak-anak nya sudah di mandikan.


"sudah dong".


"berarti sekarang giliran aku" ujar nya.


"hah" ana terbengong.


"sekarang mandiin aku" ucap aries enteng.


"mandi sendiri lah, lagi Dede sama kakak gak ada yang jagain mereka tu gak tidur " ujar nya.


"ya udah titip ke Lucy bentar atau mama" aries langsung keluar untuk meminta tolong pada mama nya.


mama nya yang faham pun akhirnya membawa kedua cucu nya untuk berjemur.


akhirnya ana pun membantu sang suami di kamar mandi ntah membantu seperti apa author juga gak tahu.


satu jam berlalu kedua nya sudah kembali ke kamar dan aries sudah memakai pakaian dinas nya.


"sayang kmu kok manyun gitu sih? gak ikhlas ya?" tanya nya penuh curiga.


bukan menjawab ana malah masuk ke dalam pelukan Aries.


"kenapa Hem?" tanya nya.


"pengen peluk" aries pun memeluk nya erat.


ntah karena apa, aries merasa istri nya sedang ingin di manja mengingat semenjak melahirkan mereka fokus pada baby twins.


belum juga ana mengatakan apapun terdengar suara pintu di ketok.


tok tok tok


"ada apa bi?" tanya aries.


"ada tamu buat nona muda tuan" jawab pelayan.


"baiklah nanti saya ke sana". jelas nya. "sayang ada tamu tuh barang kali teman kmu jangan manyun gitu dong cup" ujar nya.


"ya Udah aku ke depan dulu ya kmu jangan lama-lama udah siang banget ini" ujar nya.


"iya siap Bu bos".


"Acha" .


"Hana"


kedua nya saling melepas rindu sambil berpelukan seperti Teletubbies hehehe.


"lama gak jumpa kmu makin cantik" puji ana pada sahabat nya itu.


"dan kmu makin seksi,,ouh ya di mana baby aku sangat tidak sabar ingin bertemu mereka " ujar Acha.


"ada di belakang yuk masuk".


ana mengantar kan sahabat nya itu ke belakang di mana baby twins sedang bersantai bersama mama ibu juga Lucy.


"loh Acha kapan sampai " sapa ibu.


"baru saja Bu, Acha gak sabar lihat keponakan ku yang ya ampun kenapa twins gemoy gini duuh hallo kesayangan aunty, kenalin aunty Acha yang paling cantik" heboh nya sampai tak sadar menjadi pusat perhatian.


"oh ya Cha ini mama mertua aku yang super baik banget" ujar ana.


"ah Tante maaf Acha lupa terlalu excited ketemu baby twins, saya Acha Tante sahabat ana sejak kecil" ujar nya.


"hahaha kmu lucu sekali, terlihat sangat sayang sama bayi apa kmu sudah menikah? maaf ya kalau pertanyaan Tante agak privasi" ujar nya.


"tidak apa Tante saya belum nikah doa nya saja Tan semoga segera hehehe".


"tentu saja Tante doa kan".


"sayang" suara aries membuat mereka menoleh semua.


"Acha aku ke depan dulu ya sebentar " pamit ana yang di angguki Acha.


ana pun ke depan karena suami nya akan berangkat kerja.


"aku berangkat dulu ya nanti pulang cepet kok muach" ujar nya.


"iya hati-hati ya sayang".


mobil pun menjauh dari pandangan ana kadang ia merasa galau saat suami nya berangkat kerja.


"Hem".


.


.


.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€