My First Love Doctors

My First Love Doctors
88.H - 1



waktu berputar begitu cepat berlalu, sehari setelah pertemuan kedua keluargaana langsung di mintai mode baju yang akan di pakai nya saat pernikahan nanti.


karena ana tidak suka yang berlebihan maka nya iya meminta pada Desainer nya untuk membuat kan baju yang sederhana saja.


tepat sepuluh hari kini ana fitting baju di rumah karena memang ana sudah tidak di perbolehkan untuk keluar rumah.


bagaimana dengan calon suami nya? ana bahkan belum pernah bertemu tapi pernikahan di percepat, ntahlah ana tidak tau ia hanya berusaha jadi anak yang baik dan percaya bahwa pilihan orang tua adalah yang terbaik.


sejak saat ada kata perjodohan ana dan aries sama-sama hilang kabar.


sedih sangat mereka rasakan tidak tahu menahu satu sama lain, bahkan sekarang ana semakin di perketat asupan makanan nya.


"emmh" ana bangun tidur mata nya melihat ke arah di mana Kaler berada di meja sebelah ranjang nya." huh tinggal berapa hari lagi, kenapa secepat ini bahkan aku tidak tau siapa dia" gumam nya sambil meraba kasur sebelah nya yang suatu saat nanti akan di singahi suami nya.


ana pun bangun kemudian ia mencuci muka, sesudah itu ia turun ke bawah di mana keluarga inti sudah berkumpul di rumah mami.


"pagi ibu" ucap nya sambil memeluk ibu dari belakang.


"duh calon pengantin kenapa belum mandi Hem,,,mau sarapan dulu?" tanya ibu.


"boleh deh,,mami kemana?" tanya nya.


"lagi ngurusin yang lain,,,ibu selalu doa in yang terbaik buat adek dan ibu yakin Ade pasti bahagia" ucap ibu sambil menaruh nasi goreng di depan ana.


"terimakasih ibu, sekarang Ade yakin dan semakin percaya pilihan kalian adalah pilihan Tuhan juga" ucap ana dengan senyum manis nya yang membuat ibu ikut tersenyum.


"Wih nasi goreng nih,,ibuu kakak mauu" ujar nya.


"nasi goreng nya habis bareng sama adek aja nanti ibu masakin lagi" ujar nya sambil menaruh dua gelas jus melon di depan kakak beradik yang sedang makan sepiring berdua.


"ouh ya dek nanati siang ada orang dari spa, biar Ade perawatan di rumah" ujar ibu.


"pasti mami yang suruh" ucap nya.


"udah nikmati aja".


Siang hari


pukul sebelas siang ana melakukannya spa di rumah, dari spa langganan mami nya.


perawatan hampir tiga jam sampai ana ketiduran.


selesai perawatan dan juga berendam air aromaterapi, kini ana mereka jauh lebih baik rileks.


bahkan ana berencana tidur lagi.


malam hari nya ana di bangun kan oleh rasa lapar dan saat ia melihat ke arah jarum jam ternyata sudah waktu nya makan malam.


ana pun segera membersihkan diri kemudian turun ke bawah dan bergabung di meja makan.


"dek sini makan" ajak mami.


"mii, mau sate" pinta nya.


"niih jangan lupa vitamin nya di minum ya" ujar nya.


"Iyah".


Ana pun menikmati makan malam nya karena semua lengkap dua keluarga dari keluarga mami dan juga ibu semua ada.


selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga bercengkrama banyak hal termasuk godain calon pengantin, yang membuat ana di lema antara senang atau sedih.


tiba waktu nya tidur, ana memilih tidur bersama ibu dan ayah, itung-itung terakhir tidur bersama orang tua, karena besok ia sudah ada teman tidur.


"masih gak nyangka secepat ini" ujar ana yang dapat di dengar ibu.


"jodoh Ade datang nya cepet, ibu seneng sebentar lagi akan ada yang jagain Ade, kalau Abang kan udah gak bisa soal nya udah nikah kak Gilang mungkin gak lama lagi nikah juga" tutur ibu.


ana memeluk ibu begitu erat.


.


.


.


kira-kira calon ana siapa ya🤔🤔