
Sepulang nya ana dari bandara ia langsung pamit pada mama untuk pulang ke Bandung di karenakan sangat urgent.
"hati-hati ya di jalan jangan lupa kabari mama kalau sudah sampai" ujar mama.
"baik mah".
ana pun meminta supir untuk mengantarkan ke rumah nya kak Gilang.
tak butuh waktu lama ia pun sampai di rumah di mana rumah itu dulu nya menjadi tempat nya ia pulang.
"kak kak Gilang" teriak nya.
"apa sih dek kebiasaan deh teriak-teriak, baru aja di tinggal suami udah sampai sini tar cemburu loh" Sindir nya.
"kak ayo ke Bandung sekarang" bukan menjawab pertanyaan kak Gilang, ana langsung to the points.
Gilang yang melihat ade nya berkaca-kaca, ia pun langsung bersiap untuk pergi ke Bandung.
"yuk" ajak nya.
"pakai motor aja kak biar cepet" pinta ana.
"ya sudah ayo" Gilang pun memasang kan helm pada ana.
mereka pun berangkat ke Bandung mengunakan motor.
"dek kmu udah makan belum?" tanya kakak.
"tadi pagi sudah kak, sekarang cuma pengen cepet sampai" jawab nya.
"iya sabar".
perjalanan sekitar dua jam mereka sudah sampai di rumah sakit.
ana langsung mengadang kak Gilang dan menuju resepsionis.
kemudian mereka menuju kamar ruang rawat inap saat bersamaan pula bang Riyan baru akan keluar.
"kalian" ucap nya.
"Abang hiks ayah mana" tanya nya lirih.
Abang pun membawa ana ke dalam pelukan nya.
"suuud jangan nangis nanti ayah sedih lihat nya, ayah baik-baik saja okey" Abang berusaha menenangkan ana.
"Ade mau lihat ayah" ujar nya.
ana pun masuk ke dalam kamar rawat ayah nya di sana ada ibu nya.
"adek ke sini sala siapa?" tanya ayah lirih.
"adek sama kak Gilang suami Ade baru aja berangkat yah" jawab ana."ayah mana yang sakit, ayah sudah minum obat belum ayah harus sembuh" ujar ana sambil nangis Sedangkan ayah hanya tersenyum.
"dek jangan nangis terus, kmu sudah makan?" tanya ibu.
"Ade gak pengen makan buu, kenapa ibu gak bilang kalau ayah sakit?" tanya ana.
"ayah tidak ingin menganggu Ade yang sedang bulan madu".bukan ibu yang menjawab melainkan ayah." gimana ade bahagia kan dengan pernikahan ini?" tanya nya.
"he,em Ade bahagia yah, ayah doain Ade terus ya" ujar nya.
"ayah pasti doain yang terbaik, biar Ade cepet punya baby Hem pasti ia akan sangat cantik jika perempuan dan pasti seganteng aries kalau cowok" ujar ayah yang membuat ana tersenyum.
sejenak ana melupakan kesedihan nya.
Malam itu ana menginap di rumah sakit untuk menemani ayah nya, tak lupa ia mengirim pesan pada suami nya.
namun aries masih juga belum aktif setelah beberapa jam terbang.
"ayah cepat sembuh ya Dede gak bisa lihat ayah kaya gini" lirih nya saat memandang wajah tenang sang ayah.
"dek kmu istirahat di rumah aja biar abang yang jaga ayah" ujar Abang.
"gak bang,,Ade mau di sini Abang aja yang pulang" ujar nya.
"ya sudah Abang mau pulang dulu nganterin ibuk sama kakak ipar mu" ujar nya.
"iya Abang hati-hati" ujar nya.
"iya,,,kalau ada apa-apa hubungi Abang ya" ujar Abang.
"iya bang".
akhir nya ana sendirian menjaga ayah nya di rumah sakit.
.
.
.
.
ππππ