My First Love Doctors

My First Love Doctors
141. Teringat



Pada dasar nya yang nama nya kebiasaan itu akan sulit untuk di rumah.


seperti hal nya dengan ana yang berteriak saat masuk rumah, sampai ia lupa kalau di rumah Abang nya sudah ada baby kecil yang baru saja terlelap.


namun ia pu harus terbangun dan menangis karena ulah ana yang berteriak, hal ini yang membuat Abang nya mendengus kesal.


"Bun kebiasaan kalau masuk rumah teriak-teriak kmu tuh, lihat baby nya jadi nangis" omel aries.


"hehehe piiis Ade lupa kalau tujuan ke sini mau lihat baby, saking seneng nya jadi lupa kalau di rumah sudah ada baby" jelas nya sambil nyengir.


"tuh nangis" ujar Abang.


"baby sini ikut aunty yuuk" ujar ana.


"he kalau mau gendong Dede bersih-bersih dulu kita dari luar banyak kuman" omel dokter aries.


"baik dok".


ibu dan Abang geleng kepala dengan tingkah ana yang tidak berubah walaupun sudah punya anak, sedangkan istri Abang hanya cekikikan.


menurut nya ana itu mood booster banget.


"iya kalian istirahat dulu aja sana kasian tuh cucu-cucu nenek, capek ya sayang?" tanya ibu sambil mendekati twins yang sibuk dengan mainan nya.


"mereka mah bangun tidur Buu".


"gak rewel kan perjalanan jauh?" tanya ibu.


"tidak Bu mereka malah anteng tidur soal nya hehehe".


ana suami pun pergi ke kamar untuk beristirahat sedangkan baby bersama pengasuh nya dan juga ibu.


"emhhh" ana terbangun dari tidur nya, ia ingin bangun tapi suami nya memeluk dengan erat.


"sayang lepas dulu aku mau lihat anak-anak" ujar ana.


"bentar lagi Bun".


"gak bisa ini udah sore mereka harus mandi lepasin dulu ya kmu tidur lagi aja, nanti tak bangunin kalau udah waktunya mandi" ujar ana.


"iya tapi mandi bareng ya".


"iya pak bos".


ana pun segera bangun kemudian mencuci muka nya sebentar, setelah itu dia mencari anak nya.


"Dede ayo mandi" ujar ana melihat anak perempuan nya yang merangkak kesana kemari bersama nenek nya.


diva pun merangkak menghampiri ana, ia pun langsung mengendong putri nya itu.


"ouh ya Bu Devan ke mana yaa?" tanya ana.


"sama Lucy sama sus masih pada tidur, tau sendiri putra kmu itu doyan tidur, kaya kmu waktu kecil" ujar ibu.


"hehehe ya udah Bu aku mandiin Dede dulu ya".


ana pun kembali ke kamar untuk memandikan putri nya.


setelah beberapa saat di kamar mandi, seperti kebanyakan anak kecil pada umum nya kalau bertemu dengan air ia akan sangat suka dan itu menjadi kan mandi nya lama.


"Dede udah yuk mandi nya, tuh di panggil papa tuh" secepat kilat ana langsung mengendong diva sebelum bayi perempuan itu menangis.


setelah memakai baju sambil nangis, ana pun membawa diva ke ranjang di mana papa nya masih nyenyak.


ana meletakkan diva di atas tubuh aries, dan itu membuat diva terdiam kemungkinan tersenyum kecil.


"dasar anak papa, papa bangunin dekk" ujar ana.


diva pun mulai merangkak dan menepuk-nepuk pipi papa nya.


"eeem bentar lagi yank" Ujar nya yang membuat ana cekikikan, seperti nya suami nya itu belum sadar kalau yang membangun kan nya adalah anak nya.


"paaaa" suara diva.


"haah dede bangunin papa ya Hem sini bobo lagi sama papa".


pletakkkk


"udah sore masi aja bobo bobo" omel ana.


"auw dasar emak-emak".


Apaa????


.


.


.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€