
Ana benar-benar di buat tercengang atas kelakuan kakak nya. bagaimana tidak? saat ia masuk bukan ia yang menghampiri anak-anak nya tetapi anak lelakinya yang menghampiri nya, dengan berjalan tertatih sendiri tanpa di awasi sus ataupun om nya dan berteriak memanggil nya dengan sebutan nda.
"divaaa" panggil nya sambil menghampiri anak perempuan nya bersama Gilang.
"ndaaa yeyeee" girang nya sambil bertepuk tangan.
"ya Allah anak bunda gak papa kan? kakak keterlaluan biarin Devan jalan sendiri ke arah keluar kalau gak ketemu aku gimana? kalau Devan ilang gimana hah?" omel nya sambil menabok lengan Gilang.
"kalau ilang ya bikin lagi lah,,, lagian mana bisa Devan ilang tuh lihat belakang ada bodyguard nya banyak" tunjuk nya pada deretan lelaki berparas tampan itu yang tak lain teman-teman Gilang dan aries.
atau bisa di sebut penggemar ana dulu sebelum menikah.
ana melotot dengan mulut sedikit terbuka dengan apa yang di lihat nya.
"Ka kalian kok di sini?" tanya ana.
diva langsung minta turun dari gendongan ana saat melihat OKI berjalan ke arah nya.
"oom kiiii" ujar nya.
"haii cantik nya oom" ujar nya sambil mengendong divaa. "kita ke sini mau ikut kalian liburan lah, mau main sama keponakan" jelas nya.
"Hem Dede gak kangen sama papa?" tanya aries yang melihat diva nempel pada sahabat nya itu.
"pa paaa" ujar nya nyengir.
"gak kangen ya sama papa ya kan,,,ikut om aja nanti kita tangkap ikan yang gede itu" ujar OKI.
"auuu ikan oo m" ujar nya.
"pinter banget sih kmu cup cup cup".
"jangan ciumin anak gadis gue" omel aries.
"ya elah pelit amat lagian masih bayi juga belum jadi gadis" ujar oki.
"sudah gak usah pada mulai deh, mending kita cari makan yuk laper nih" ujar Viko.
"yuk" sahut nya.
Mereka pun mencari restoran terdekat karena jam makan siang hampir habis.
"buruan pada pesen deh ulah laper nih" omel OKI.
"bawel lu kaya loe yang mau bayarin" sahut kak Dika yang membuat OKI manyun.
"siapa mau nikah?" Tanya aries.
"tuh Reno " sedang yang di bicarakan hanya nyengir.
"oke deh semua gue yang bayar dan tunggu aja undangan nya" ujar nya.
"hey mau ke mana kakak, sini maem sama papa" ujar aries sambil memangku Devan yang akan kabur.
"oo om paa paa" celetuk nya.
"om nya mau mamam dulu kakak juga makan dulu, nanti main lagi ya" jelas aries.
"Tuh kalau udah punya anak gurung es nya makin cair" ujar OKI.
"ya kali sama anak sendiri mau pakek tampang datar, gimana sih loh" ujar Reno.
Mereka pun menikmati makanan nya masing-masing, usai makan siang mereka melanjutkan jalan-jalan di mall terdekat mereka bermain di Timezone.
sedangkan ana hanya melihat anak-anak nya yang sedang bermain bersama dengan teman-teman suami dan juga kakak nya itu.
"Mereka kalau kecapekan gimana yank, udah waktunya bobo loh" ujar ana sambil nyender di bahu aries.
"gak papa yank kali ini aja, habis ini kita gendong biar bobo" jelas nya.
"kmu gak mau main sama mereka yank??" tanya nya.
"lebih enak main sama kmu cupp".
eeeem
"Ehem".
.
.
.
.
Lupa tempat π₯±
ππππ