
Sore hari mereka berkumpul di depan ruang televisi.
"eeh nanti malam pada mau acara apa nih?" tanya kak vito.
"eem ana, aku boleh gak sih pergi berdua sama ayank mumpung lagi di Bali" ujar fio.
"Boleh kok, asal jangan aman aja" ujar ana.
"makasih princess ana, nanti malam aku jalan sama OKI" pamit nya yang di anguki ana.
"kak OKI kalau mau jalan berdua sama fio boleh tapi gak boleh macem-macem ya" tegas ana memperingatkan OKI.
"siap bos" jawab OKI.
"Lang gue sama Arif, Ardi juga mau ke biasa lah lag hehehe" ujar kak galih sambil nyengir.
"ouh ya udah gak papa, Vito loe gimana?" tanya Galang.
"gue ikut ana aja deh, kemana dede pergi di situ ada aa Vito" ujar nya.
"hahaha,,,tapi gendong lagi ya" ujar ana.
"ouh minta di kelitikin lagi Hem" ucap Vito yang sudah bersiap untuk kelitikin ana.
"eeh ampun kak jangan" pinta nya.
"ya udah yang mau pergi boleh bersiap nikmati liburan kalian aku sama ana ada undangan dari temen" ujar Gilang.
"Lang loe tega ninggalin gue sendiri" ujar Vito.
"ya udah loe ikut kita-kita aja vit" ajak arif.
"gak ah mau sama ana aja" ucap nya."eeh mau ke mana?" tanya kak Vito saat tau ana bangun dari tidur nya, ia menarik tangan ana Samapi ana terduduk kembali.
"apaan si kak, ya mau bersiap lah kita semua kan mau pergi " ujar nya.
"dek ini ada telfon"ujar kak gilang.
"ayank ya" tanya ana dengan mata berbinar, seperdetik kemudian wajah nya berubah, kemudian ana pergi dari sana untuk menerima telfon.
"halo kak alex" ucap ana.
"halo ana, kmu nanti jadi Dateng kan?" tanya nya.
"kaya nya sih jadi kak,ada apa?" tanya ana.
"gak papa cuma mau pastiin aja, ya udah kmu bersiap gih nanti sopir ku jemput pukul tuju tita puluh menit" jelas Alex.
"kak gak usah di jemput di sini ada mobil kok" ujar ana.
"gak papa ana, udah dulu ya" ujar Alex kemudian mematikan sambungan telepon.
ana hanya geleng kepala dengan kelakuan Alex yang suka semau nya.
"kenapa dek?" Tanya kak Gilang.
"kata nya nanti ada supir yang mau jemput kita,,,suruhan Alex" ujar ana.
"tapi,,,aku kok merasa gak enak ya kak malah gak nyaman" ucap ana.
sejenak kak Gilang berfikir maksud dari ucapan ana.
"iya juga sih kaya nya dia suka sama kmu dek" ujar nya.
"ada apaan serius amat" ujar Vito yang baru datang.
"gak ada apa-apa yuk siap-siap sebelum jemputan datang" ajak gak Gilang yang di angguki oleh ana dan Vito.
🌱🌱🌱
Tiga puluh menit perjalanan, kini mereka sampai di tempat acara nya Alex yaitu bar.
"selamat datang lang ana dan...."ujar Alex yang sedang menyambut tamu.
"Vito" ucap nya sambil menjulurkan tangan pada Alex.
"ya Vito silahkan masuk" ucap Alex.
"gue masuk dulu ya" ujar Gilang sambil menggandeng ana.
"ouh iya silahkan" ujar nya, namun tatapan nya tak pernah berpaling dari ana yang tampak cantik malam ini.
ana masuk ke dalam club posisi di tengah Gilang dan vito yang menjadi pusat perhatian.
"kak kenapa mereka lihatin kita sih?" tanya ana merasa tidak nyaman.
"ya karena cewek cantik gandeng dua cowok ganteng gimana gak jadi pusat mata coba" ujak Vito dengan PD nya.
ana memicingkan mata mendengar ke PD an Vito.
"yuk duduk sana sambil minum"ajak gilang.
"kak Ade boleh icip gak"tunjuk ana pada minuman yang beralkohol.
"mau kakak tonjok ha" ujar Gilang yang memang melarang keras ade nya.
"iya gak usah macem-macem kmu, selama di sini tidak akan pernah lepas dari pandangan ku dan kakak mu" imbuh kak Vito.
ana pun mencoba makanan yang lain seperti cake dan oranye juse namun tidak boleh terlalu banyak.
"kak kalau minum soda boleh?" pinta ana.
"gak,,,kakak mintain air putih deh sama alex" ujar kak Gilang yang bikin ana mendengus.
Dah lah kak Aku cuci mata ajaðŸ¤.
🌱🌱🌱
🥱